Leicester City di Kompetisi Eropa, Dulu dan Sekarang

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Leicester City di Kompetisi Eropa, Dulu dan Sekarang

Leicester City berhasil lolos ke Liga Champions Eropa 2016/2017. Namun, bagi The Foxes, keikutsertaan mereka dalam kompetisi Eropa ini bukanlah yang pertama kalinya. Sejak 1961, total Leicester sudah mengikuti tiga kali kompetisi Eropa. Keikutsertaan mereka dalam Liga Champions Eropa musim 2016/2017 ini adalah keikutsertaan mereka yang keempat di Eropa, tapi yang pertama di Liga Champions.

Tercatat, Leicester pernah mengikuti ajang European Cup Winners` Cup pada musim 1961/1962, Piala UEFA musim 1997/1998, dan Piala UEFA pada musim 2000/2001. Mari sejenak membedah terlebih dahulu perjalanan Leicester City dalam kompetisi-kompetisi Eropa tersebut.

European Cup Winners` Cup 1961/1962

Pada gelaran Piala FA 1961, Leicester City kalah oleh Tottenham Hotspur pada babak final dengan skor 2-0. Namun, pada saat yang sama, The Lilywhites pun menjuarai Football League, sehingga ketika itu Tottenham lolos ke European Cup (Liga Champions) musim 1961/1962. Tempat European Cup Winners` Cup untuk musim 1961/1962 pun akhirnya diberikan kepada Leicester sebagai runner-up.

Memenangi laga pada babak penyisihan melawan Glenavon, kesebelasan dari Irlandia Utara, dengan total agregat 7-2, Leicester harus takluk lebih awal. Pada babak pertama European Cup Winners` Cup, Leicester berhadapan dengan pemenangan Copa del Rey 1961, Atletico Madrid. Menghadapi lawan yang lebih tangguh, Leicester akhirnya takluk dengan total agregat 1-3, setelah bermain imbang di kandang dan kalah 0-2 dalam laga tandang.

Piala UEFA 1997/1998

Di bawah arahan manajer Martin O`Neill, Leicester memenangi Piala Liga Inggris pada musim 1996/1997 dengan mengalahkan Middlesbrough pada babak final. Trofi Piala Liga Inggris yang mereka raih ini adalah trofi pertama kesebelasan dalam 26 tahun terakhir, yang membuat mereka lolos ke Piala UEFA.

Hasil pengundian Piala UEFA pun mempertemukan mereka dengan lawan yang pernah mereka hadapai dalam European Cup Winners` Cup 1961/1962, Atletico Madrid, pada babak pertama. Kali ini, mereka kembali kalah dengan total agregat 4-1, setelah kalah di Vicente Calderon dengan skor 2-1. Satu gol Leicester kala itu dicetak oleh Ian Marshall.

Lalu, Leicester pun kembali kalah dalam pertandingan kandang dengan skor 0-2.

Piala UEFA 2000/2001

Kembali di bawah arahan Martin O`Neill, Leicester City menjuarai Piala Liga Inggris pada musim 1999/2000 dengan mengalahkan Tranmere Rovers pada babak final yang dihelat di Wembley Stadium (sebelum Wembley mengalami renovasi). Leicester pun kembali berkompetisi dalam ajang Piala UEFA untuk musim 2000/2001.

Kali ini, hasil undian babak pertama mempertemukan mereka dengan Red Star Beograd. Pertandingan ini sempat terganjal masalah politik, karena jadwal pertandingan tandang Leicester ke Beograd hampir bersamaan dengan masa pemilihan umum Serbia dan Montenegro (saat itu disebut Republik Federal Yugoslavia).

Pertandingan tandang tetap bisa dijalankan setelah manajemen The Foxes meminta agar pertandingan diadakan di tempat netral, meskipun ketika itu Red Star belum memberikan persetujuan. Sama seperti gelaran Piala UEFA 1997/1998, Leicester kembali kandas pada babak pertama ini dengan total agregat 4-2.

Hasil seri 1-1 pada leg pertama di kandang dan kalah 3-1 pada pertandingan tandang yang digelar di Gerhard Hannapi Stadium (markas Rapid Vienna), adalah skor yang dicetak The Foxes ketika itu. Gerry Taggart dan Muzzy Izzet menjadi dua pemain yang mencetak gol bagi Leicester (Taggart mencetak gol di kandang dan Izzet mencetak gol pada laga tandang).

*

Menilik rekor Leicester City di kompetisi Eropa pada masa lampau, terlihat bahwa The Foxes memiliki pengalaman dalam mengarungi kompetisi Eropa, meski mereka tidak mencetak prestasi yang cukup mengagumkan. Ini jelas merupakan bekal yang cukup berarti bagi Leicester.

Lalu, melihat materi pemain Leicester yang kebanyakan merupakan materi pemain yang berhasil mengantarkan mereka juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016, ini akan menambah kekuatan mereka dalam mengarungi Liga Champions Eropa 2016/2017. Nama-nama seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, Danny Drinkwater, dan pemain yang pernah berkompetisi dalam ajang Liga Champions Eropa, Ahmed Musa, ada dalam skuat Leicester musim ini.

Tapi, The Foxes pun patut waspada. Selain kisah Blackburn yang berakhir tragis pada Liga Champions Eropa 1995/1996, level Liga Champions Eropa dan Piala UEFA (sekarang menjadi Liga Europa) berbeda. Liga Champions Eropa berisikan kesebelasan-kesebelasan papan atas Eropa. Di dalamnya ada nama-nama seperti Real Madrid, Barcelona, Juventus, dan Bayern München.

Namun, meski harus berhadapan dengan kesebelasan-kesebelasan besar, manajer Leicester, Claudio Ranieri, tidak gentar. Ia mengatakan bahwa para pemainnya akan berusaha memberikan yang terbaik di kompetisi Eropa, meski mereka berstatus sebagai underdog.

"Sekali lagi saya katakan, bahwa kami adalah tim underdog. Namun, itu tidak penting. Yang penting adalah kami harus bertarung sekuat tenaga. Saya ingin melihat para pemain saya mengeluarkan kemampuan terbaik mereka melawan tim-tim terbaik Eropa. Setiap tim dalam kompetisi ini (Liga Champions Eropa) akan bertarung selayaknya juara dan kami harus memberikan 100 persen kemampuan kami supaya suporter bangga kepada kami," ujarnya.

Selamat bertarung, Leicester City.

Baca juga: Bercerminlah pada Blackburn, Leicester (About the Game - detikSport)

Gambar Fitur: Ivan Hadyan

Komentar