Ketika Dortmund Tak Mampu Memikat Para Pemainnya Sendiri

Cerita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Ketika Dortmund Tak Mampu Memikat Para Pemainnya Sendiri

Mungkin Borussia Dortmund sudah tidak memikat lagi. Bahkan, Borussia Dortmund sudah tidak mampu lagi memikat para pemain-pemainnya sendiri. Hal ini disesalkan oleh salah satu pemain andalannya asal Gabon, Pierre-Emerick Aubameyang. Kepada media, ia secara khusus mengatakan bahwa ia mempertanyakan masa depan Borussia Dortmund.

"Sangat jarang terjadi dalam sebuah kesebelasan kehilangan dua pemain kuncinya dalam waktu yang berdekatan. Apalagi yang pergi adalah dua pemain kunci tim, (Mats) Hummels dan (Ilkay) Gundogan," ujar Aubameyang seperti dilansir oleh Goal.

Borussia Dortmund adalah satu-satunya kesebelasan yang mampu bersaing melawan Bayern Muenchen dalam perebutan gelar juara Bundesliga selama beberapa musim ke belakang (selain VfL Wolfsburg). Bahkan, pada musim 2010/2011 dan 2011/2012, atau selama dua musim berturut-turut, Dortmund mampu menjadi juara Bundesliga dan menghentikan monopoli Bayern Muenchen.

Menurut laporan dari Deloitte, Dortmund adalah kesebelasan kedua terbesar di Jerman dan kesebelasan ke-11 terbesar di dunia. Namun, entah kenapa Dortmund tidak mampu mengikat pemain-pemainnya sendiri, yang notabene merupakan pemain-pemain berlabel bintang di Jerman.

Dahulu, Mario Goetze adalah bagian dari kesuksesan Dortmund dalam meraih titel juara Bundesliga dua musim berturut-turut. Namun, Dortmund tidak kuasa kala Bayern Muenchen berminat untuk merekrut Goetze. Goetze pun dilepas ke Muenchen dengan harga 31,5 juta euro pada awal musim 2013/2014, tepat ketika Pep Guardiola pertama kali datang ke Muenchen.

Semusim kemudian, Dortmund kembali melepas salah satu pemain andalannya ke Bayern Muenchen. Robert Lewandowski, yang juga menjadi bagian dari kesuksesan Dortmund mencapai final Liga Champions Eropa 2012/2013, hengkang menuju Muenchen ketika kontraknya sudah habis. Dari sinilah kejatuhan Dortmund dimulai.

Musim 2014/2015 adalah musim yang benar-benar menjadi musim yang buruk bagi Die Borussen. Hengkangnya Robert Lewandowski menimbulkan sebuah lubang yang cukup dalam, utamanya di lini depan. Dortmund menjadi sulit bersaing dengan Muenchen yang sudah mendapatkan jasa Lewandowski. Ingat, secara cuma-cuma alias gratis.

Hasilnya pada musim itu, Dortmund yang sempat dianggap sebagai pesaing kuat Die Roten dalam ajang Bundesliga, harus puas duduk di peringkat ketujuh (awal musim terseok-seok di papan bawah), dan menjadi nirgelar karena hanya mampu mencapai babak final DFB Pokal sebelum dikalahkan oleh VfL Wolfsburg. Hasil yang tidak terlalu baik, meski banyak juga yang bilang bahwa ini adalah sebuah kebangkitan yang luar biasa bagi Die Borussen.

Melemahnya Dortmund pada musim itu pun menimbulkan banyak tanya dari para pengamat. Banyak yang bilang bahwa Dortmund memang sengaja dilemahkan oleh Bayern Muenchen dengan cara mendatangkan para pemain kunci Dortmund. Namun hal tersebut langsung ditentang oleh chairman Bayern, Karl-Heinz Rummenigge.

"Kami tidak bertujuan untuk melemahkan siapapun. Setiap transfer yang dilakukan oleh sebuah kesebelasan pastilah memiliki satu tujuan, yaitu memperkuat kekuatan tim, bukan bertujuan untuk melemahkan tim lain," ujar Rummenigge pada suatu hari kepada BBC.

Dortmund pun kembali bangkit pada musim 2015/2016 setelah sempat mengalami sebuah downfall. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, pelatih yang menggantikan Juergen Klopp (Klopp pindah ke Liverpool), Dortmund kembali menjadi penantang serius Bayern Muenchen dalam ajang Bundesliga.

Hal ini ditambah dengan prestasi Dortmund di Eropa yang kembali membaik walau mereka kalah dari Liverpool di babak perempat final Europa League, melalui sebuah kejadian yang disebut "Keajaiban Anfield". Meski gagal melangkah lebih jauh, setidaknya, Dortmund sudah mulai kembali ke khitahnya sebagai kesebelasan besar Bundesliga.

Pemain-pemain yang pernah ada pada masa Klopp, seperti Aubameyang, Hummels, Schmelzer, Mkhitaryan, dipadukan dengan tenaga-tenaga pemain muda seperti Christian Pulisic, Julian Weigl, dan Erik Durm, membuat Dortmund kembali terlihat bertenaga dan penuh gairah, sama seperti, atau malah lebih, ketika Dortmund berada dalam masa jaya di bawah asuhan Juergen Klopp.

Hanya saja, badai kembali menerpa Dortmund. Akhir musim 2015/2016, pilar mereka, Mats Hummels mengutarakan sebuah keinginan, yang kemudian diberi api oleh Uli Hoeness, presiden Muenchen yang mundur dari kursi manajemen Muenchen pada 2014, bahwa dirinya ingin membela Bayern Muenchen kembali. Hummels memang menghabiskan masa mudanya bermain untuk Bayern.

Sebuah keinginan yang ternyata malah menjadi kenyataan. Tepat sebelum musim 2015/2016 berakhir, Hummels sudah setuju untuk membela Bayern Muenchen dengan nilai transfer sebesar 28,5 juta euro (Transfermarkt). Hal ini tentunya mengejutkan banyak pihak, dan ia pun dianggap sebagai pemain yang menjilat ludahnya sendiri.

Belum lagi hilang keterkejutan orang-orang, kabar mengejutkan lain datang. Ilkay Gundogan, pemain tengah andalan Die Borussen, tiba-tiba saja diberitakan resmi berseragam Manchester City mulai musim depan. Mahar 20 juta euro menjadi tanda bahwa hubungan Gundogan dan City sudah sah.

Ilkay Gundogan yang sudah resmi berseragam City untuk musim 2016/2017 (foto: skysports.com)

Hal ini ditambah lagi dengan gosip yang mengatakan bahwa Henrikh Mkhitaryan, gelandang serang asal Armenia yang pada musim 2015/2016 bermain cukup gemilang, sedang melakukan proses negosiasi dengan beberapa kesebelasan besar, salah satunya Arsenal, setelah dirinya menolak menandatangani perpanjangan kontrak yang disodorkan oleh pihak Dortmund.

Seperti yang dikatakan Aubameyang, ini adalah hal yang aneh. Dua pemain kunci Dortmund, dalam waktu yang berdekatan langsung hengkang dari kesebelasan. Satu ke Muenchen, satu ke Man City, dan dua-duanya adalah kesebelasan kaya raya. Hal ini mencerminkan ketidakmampuan Dortmund untuk mempertahankan pemain kunci yang mereka miliki, selain juga mungkin daya pikat Dortmund sudah mulai berkurang.

Saat ini, Die Borussen masih diperkuat oleh pemain-pemain yang setia macam Marco Reus dan Aubameyang (yang juga mungkin untuk hengkang), juga para pemain muda yang sedang berkembang seperti Pulisic, Weigl, dan Durm. Namun, dengan hengkangnya pemain kunci seperti Hummels dan Gundogan (Dortmund sudah mendatangkan Bartra dari Barcelona sebagai opsi untuk menambal posisi Hummels), tetap saja kekuatan Dortmund akan berkurang untuk musim depan.

Dan, jika mereka gagal mendatangkan pemain yang tepat, seperti ketika Goetze dan Lewandowski pindah, maka bukan tidak mungkin mereka akan kembali melemah musim depan. Ini artinya, melemahnya Dortmund akan membuat Bayern semakin merajai Bundesliga tanpa perlawanan berarti, yang biasanya dilakukan Dortmund.

foto: skysports.com, e2ua.com

Komentar