Mempertahankan Benitez adalah Salah Satu Transfer Terbaik Newcastle

Cerita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Mempertahankan Benitez adalah Salah Satu Transfer Terbaik Newcastle

Rafael Benitez akan melanjutkan karier manajerialnya bersama Newcastle United yang akan mengarungi Divisi Championship mulai musim depan. Bertahannya Benitez menjadi mengejutkan karena menurut Slough and Windsor Observer, eks pelatih Real Madrid tersebut diyakini bakal pindah lantaran ia memiliki klausul kontrak yang memungkinkannya pergi dari Newcastle jika kesebelasan tersebut terdegradasi di akhir musim ini.

Pendukung Newcastle pun sempat kebingungan mengenai simpang siur masa depan Benitez. Alasannya, beberapa media lokal Newcastle, seperti Newcastle Chronicle, sudah memaparkan bahwa Steve McClaren akan kembali duduk di kursi manajer. Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (26/5) dini hari WIB, Benitez mengakui bahwa keputusan untuk bertahan ini ia pilih karena ia melihat masa depan yang baik di kesebelasan ini, utamanya setelah mereka terdegradasi.

“Kesebelasan ini begitu besar dan saya ingin menjadi bagian dari masa depan mereka (Newcastle United). Saya bahkan berpikir bahwa mereka memiliki masa depan yang baik,” ujar Benitez, “Alasan utama saya bertahan di sini adalah karena saya merasa bahwa kesebelasan ini memiliki beberapa nama-nama terbaik di posisinya."

Tidak hanya itu, kesepakatan mempertahankan Benitez juga dianggap suatu hal yang begitu istimewa bagi Newcastle. Oleh karena itu, Benitez langsung diberi penawaran untuk melakukan kebebasan dalam melakukan semua hal yang berhubungan dengan sepakbola di Newcastle.

“Newcastle United sangat senang untuk menjelaskan bahwa Rafael Benitez akan tetap bertahan sebagai Manajer Newcastle United, setelah menandatangani kontrak selama tiga tahun,” ucap situs resmi Newcastle, “Pada rabu siang (waktu Inggris) telah menandatangani kesepakatan yang akan membuatnya berada di Tyneside hingga musim panas 2019. Benitez akan bertanggung jawab atas semua hal yang berhubungan dengan sepakbola di kesebelasan ini.”

Alasan ini pun begitu membahagiakan pendukung Newcastle. Pasalnya, Benitez begitu disukai oleh pendukung Newcastle, contohnya spanduk bertuliskan “Rafa, Bertahanlah” yang dibentangkan oleh banyak orang di laga terakhir Newcastle musim ini saat menghadapi Spurs.

Kunci Keberhasilan

Sejatinya, tidak ada taktik mendasar yang diubah oleh Benitez selama masa dua bulannya di Newcastle. Formasi yang ia gunakan masih tetap 4-2-3-1, pemain yang ia pasang pun masih tetap sama. Namun, kunci dari keberhasilan Newcastle era Benitez lebih baik ketimbang era McClaren adalah karena ia mampu meningkatkan motivasi bertanding kesebelasannya.

Oleh karena itu, keputusan mempertahankan Benitez bukan hanya soal keuntungan taktikal bagi Newcastle, tapi juga menjaga agar aspek mental kesebelasan ini tetap terjaga. Bagaimana tidak? Semenjak kedatangan Benitez, Newcastle yang selama dipegang McClaren tidak memiliki mental juara, langsung berubah 180 derajat, menjadi kesebelasan yang memiliki semangat kuat untuk menang.

Keberhasilan Benitez untuk melepas sekat antara geng Prancis dengan pemain lokal bisa menjadi contoh bagaimana ia mengubah suatu hal yang tidak bisa dilakukan oleh McClaren. Sekat antara pemain Prancis dengan pemain lokal pun berhasil dilepas oleh Benitez dalam waktu kurang dari sebulan sejak ia menangani kesebelasan ini. Tak mengherankan, sejak ditangani Benitez, tidak ada pemain yang merasa dianakemaskan maupun dianaktirikan.

Tidak hanya itu, Benitez juga mampu mengatasi krisis kepercayaan diri kesebelasannya di paruh musim kedua. Nama-nama seperti Fabricio Coloccini, Siem de Jong, dan Aleksandar Mitrovic, yang sempat mengalami penurunan kualitas yang berpengaruh pada buruknya performa Newcastle di awal musim, pada akhirnya mampu bangkit menjelang musim 2015/2016 usai. Mitrovic bahkan mampu mencetak empat gol dan dua asis dalam 391 menit terakhir di Liga Primer Inggris.

Selain ketiga nama tersebut, perbaikan mental bermain juga berhasil ia terapkan kepada Andros Townsend. Pemain yang dibuang oleh Tottenham Hotspur di paruh musim kedua tersebut bahkan menjadi kartu as Newcastle jelang musim berakhir.

Mental lain yang berhasil diubah oleh Benitez tentu saja adalah mental pemain muda Newcastle, seperti Paul Dummett, Karl Darlow, dan Jamal Lascelles. Ketiganya yang gagal bersaing di awal musim, berhasil diubah oleh Benitez menjadi senjata di penghujung musim ini.

Beruntung bagi Newcastle, bertahannya Benitez merupakan suatu mukjizat besar bagi kesebelasan ini. Oleh karena itu, mengutip salah satu komentar pendukung Newcastle United: Mempertahankan Benitez adalah transfer terbaik yang pernah dilakukan Newcastle.

ed: fva

Komentar