Kemenangan di Piala Skotlandia dan Coret-Coretan di Pub Celtic, Cara Rangers Menyapa Seteru Abadinya

Cerita

by Billi Pasha

Billi Pasha

Selalu menganggap sepakbola dan musik adalah dua hal paling indah di dunia

Kemenangan di Piala Skotlandia dan Coret-Coretan di Pub Celtic, Cara Rangers Menyapa Seteru Abadinya

Sekumpulan suporter diketahui telah menggambar sebuah pembatas trotoar dengan warna merah, putih, dan biru, di depan sebuah pub. Terkesan vandalisme yang klise memang, akan tetapi bila pub itu merupakan pub basis suporter Celtic, tentu beda cerita. Sontak fans Celtic mengganti warna khas Rangers tersebut dengan warna hijau putih kebanggaan mereka. Hal itu yang terjadi sebelum Old Firm Derby dimulai, sebuah derby yang mempertemukan penguasa terbesar di tanah Skotlandia, antara Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic.

Old Firm Derby kali ini mempertemukan Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic di babak semifinal ajang Piala Skotlandia. Menariknya Glasgow Rangers yang telah dilikuidasi dari Liga Primer Skotlandia di musim 2012/2013 silam, telah memastikan diri untuk kembali ke habitatnya di musim depan.

Minggu (17/04) kemarin, pasukan Mark Warburton tersebut berhadapan dengan Celtic yang merupakan musuh bebuyutannya. Laga tersebut sekaligus menjadi salam pembuka bagi The Hoops karena akan kembali bertemu di ajang Liga Primer Skotlandia di musim depan setelah berpisah selama empat tahun lamanya.

Pada pertandingan yang dihelat di Hampden Park tersebut, Rangers dianggap sebagai tim underdog karena selain berasal dari divisi yang lebih rendah, dalam empat pertemuan terakhir kedua tim mereka telah menelan tiga kekalahan. Akan tetapi Old Firm tetaplah Old Firm, laga yang selalu panas dan penuh gengsi. Meski kali ini berbeda tingkat, pertarungan keduanya berlangsung seru dan dramatis

The Gers unggul lebih dulu lewat Kenny Miller pada menit ke-16, namun Celtic berhasil menyamakan kedudukan melalui sundulan kepala Erik Sviatchenko selang lima menit setelah turun minum. Hingga peluit panjang dibunyikan skor masih 1-1, sehingga harus diadakan babak tambahan.

Pada menit ke-96, gol spektakuler Barry McKay kembali membawa Rangers unggul. Akan tetapi 10 menit kemudian Celtic berhasil menyamakan kedudukan untuk kedua kalinya lewat kontribusi Tom Rogic. Layaknya pertemuan dua musuh yang lama tak bersua, mereka seakan ingin lebih lama menghabiskan waktu di lapangan. Hal tersebut direstui oleh sang pengadil setelah skor 2-2 bertahan hingga babak tambahan usai dan akhirnya pemenang harus ditentukan lewat adu tendangan penalti.

Penendang penalti pertama Rangers Andrew Halliday dan Charles Mulgrew dari Celtic berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik. Sementara pada kesempatan selanjutnya, algojo kedua tim gagal mencetak gol, setelah tendangan James Tavernier melambung di atas gawang dan tembakan Callum McGregor membentur mistar.

Selanjutnya, Barrie McKay dan Nir Bitton berturut-turut mampu menyarangkan bola ke gawang. Di kesempatan keempat, tembakan Nicky Clark mampu ditepis kiper Celtic, Craig Gordon, dan sepakan Scott Brown bisa dihalau Wesley Foderingham. Ini membuat situasi pertandingan tersebut semakin dramatis. Penendang selanjutnya, Lee Wallace dan Gedion Zelalem dari Rangers, serta Leigh Griffiths dan Mikael Lustig dari kubu Celtic, berhasil berbuah gol.

Nicky Law ditunjuk menjadi penendang ketujuh bagi Rangers sukses menjadi eksekutor. Drama akhirnya mencapai klimaks saat sepakan Tom Rogic melambung jauh sehingga menutup laga yang berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Rangers. Bagi Rogic sendiri kegagalannya mengeksekusi penalti justru menjadi antiklimaks, pasalnya ia menjadi penyelamat bagi Celtic sehingga memaksa Rangers untuk bermain dalam babak adu penalti.

Seperti biasa selalu terjadi gesekan yang menciptakan antar suporter dalam derby tersebut. Kali ini sembilan pria yang berusia 18 hingga 56 tahun ditangkap akibat melakukan kerusuhan. Padahal sebelumnya pihak kepolisian sudah memperingatkan mengenai hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Akan tetapi Old Firm hampir selalu tak terhindarkan dari bentrok kedua suporter yang saling berseberangan itu.

Sementara itu, kemenangan tersebut membawa Rangers untuk tampil ke babak final Piala Skotlandia melawan Hibernian yang juga telah lolos melalui ajang adu penalti setelah sukses mengalahkan Dundee United. Selain itu hasil cemerlang yang diraih Rangers juga merupakan ajang balas dendam setelah Celtic mengalahkan mereka di ajang yang sama setahun lalu.

Selama Rangers terbuang ke divisi bawah, Celtic sukses meraih gelar Liga Primer Skotlandia selama empat musim beruntun dan berpeluang besar untuk menjuarai gelar kelimanya setelah unggul delapan angka dari Aberdeen yang berada di posisi kedua.

Laga tersebut adalah sebuah ucapan salam perjumpaan kembali mereka, salam dari seorang musuh abadi yang datang kembali. Dan tentu mereka akan kembali bersama di Liga Primer Skotlandia dalam waktu yang lama, pasti.

Foto: mirror

ed: fva

Komentar