Ada di Mana Arsenal Tanpa Alexis Sánchez?

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Ada di Mana Arsenal Tanpa Alexis Sánchez?

Musim lalu, Arsenal menempati peringkat peringkat ketiga dalam klasemen akhir Liga Inggris. Mereka terpaut jarak yang relatif jauh, 12 poin, dengan juara musim lalu Chelsea. Hasil buruk di awal dan di akhir musim membuat Arsenal menjauh dari tangga juara.

Ada satu hal yang menyita perhatian soal perjalanan Arsenal musim lalu: Alexis Sanchez. Saking ketergantungannya terhadap Alexis, banyak meme dengan gambar mengubah logo meriam Arsenal menjadi wajah Alexis.

Peran Alexis memang begitu kentara. Ketimbang di Barcelona, secara agresivitas penyerangan, Alexis begitu menonjol di Arsenal. Musim lalu, Daily Mail pun menuliskan kalau Arsenal tak mendatangkan Alexis Sanchez, hingga pekan ke-11 mereka seharusnya berada di peringkat ketujuh. Hal ini dilakukan Daily Mail dengan melihat hasil Arsenal tanpa kontribusi gol maupun assist Sanchez.

Musim lalu, dikutip dari Whoscored, Alexis mencetak 16 gol dan delapan assist di liga dari 35 kali bertanding. Jumlah ini mungkin masih berada di bawah capaiannya saat bermain untuk Blaugrana. Pada musim 2013/2014, atau musim terakhir Alexis di Barcelona, penyerang berkebangsaan Cile ini mencetak 19 gol dan 10 assist dari 27 kali bertanding.

Meskipun ia mencatat jumlah yang begitu banyak, tentu ini tak lepas dari peran rekan-rekannya di Barcelona. Alexis mungkin saja tinggal mencocor bola hasil “kerja keras” Lionel Messi. Belum lagi kehadiran Neymar di sisi kiri yang baru ditransfer pada musim tersebut. Barcelona memang superior di La Liga. Capaian gol Alexis pun hampir disamai capaian gol Pedro yang mencetak 15 gol.  Messi? 27 gol!


foto: yahoo.com

Peran berbeda diemban Alexis di Arsenal. Bekerja di sayap kiri, Alexis bukan sekadar memberi umpan, tetapi juga mesti bisa menyelesaikan peluang. Hal ini bisa dilihat dari jumlah tendangan per pertandingan yang dilakukan Alexis di Barcelona dengan di Arsenal. Berdasarkan Whoscored,  selama di Barcelona, Alexis rata-rata tak pernah menendang lebih dari dua kali. Capaian tertingginya terjadi pada musim 2013/2014 di mana ia melepaskan 1,9 tendangan per pertandingan.

Apa yang terjadi di Arsenal sungguh jauh berbeda. Alexis lebih agresif secara penyerangan. Musim lalu, jumlah tendangan per pertandingannya naik drastis menjadi 3,5 kali per pertandingan. Musim ini, dari 13 kali berlaga, Alexis rata-rata melepaskan 4,1 tembakan per pertandingan. Capaian Alexis tersebut merupakan yang terbanyak kedua di Liga Primer Inggris setelah Philippe Coutinho dengan 4,3 tendangan per pertandinga.

Lalu kabar buruk itu terdengar setelah Alexis menderita cedera sejak akhir November lalu. Menurut manajer Arsenal, Arsene Wenger, Alexis baru bisa bermain pada pertengahan Januari atau sekitar tanggal 10 tahun depan. Ini artinya, Alexis akan absen dalam pertandingan menghadapi Southampton, Bournemouth, Newcastle United, dan Sunderland.

Faktor Ramsey, Oezil, dan Giroud

foto: Arsenal.com
foto: Arsenal.com

Hingga pertandingan menghadapi Manchester City, Arsenal sudah tidak diperkuat Alexis selama empat pertandingan. Dari keempat pertandingan tersebut, Arsenal justru meraih empat kemenangan beruntun di semua ajang, termasuk saat mengalahkan Olympiacos 3-0 yang memastikan langkah mereka di fase knock out Liga Champions.

Dalam empat pertandingan tanpa Sanchez, posisi Sanchez diisi oleh Oxlade-Chamberlain, Joel Campbell dan dalam dua pertandingan terakhir oleh Theo Walcott. Dan empat laga yang semuanya berakhir dengan kemenangan tersebut tidak lepas dari peran Mesut Oezil, Aaron Ramsey dan Olivier Giroud. Dari empat pertandingan, Giroud mencetak enam gol (plus satu gol bunuh dirinya saat menghadapi Sunderland), Ramsey mencetak dua gol dan dua assist. Sementara itu, Oezil mengirimkan empat assist.

Pendukung Arsenal pun mungkin memiliki harapan besar jika melihat empat pertandingan yang dilalui tanpa Alexis (dan Santi Cazorla) seperti Joel Campbell yang kian diberi porsi yang lebih besar di tim, serta padunya duet Aaron Ramsey dan Mathieu Flamini sebagai poros ganda. Belum lagi ketajaman Giroud di lini serang yang membuat Arsene Wenger setidaknya tidak perlu khawatir soal ketajaman timnya.

Halaman berikutnya, Ada di Mana Arsenal?

Komentar