El Clásico: Santiago Bernabéu vs Camp Nou

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

El Clásico: Santiago Bernabéu vs Camp Nou

El Clásico katanya adalah sebuah pertandingan sepakbola yang menampilkan permainan terbaik di dunia. Untuk beberapa orang, pernyataan tersebut bisa dipahami secara jelas, meskipun kadang ada pro dan kontra di dalamnya.

Namun, bagi mereka warga Spanyol, El Clásico adalah lebih dari sekadar itu. Ini adalah pertandingan yang menampilkan perbedaan budaya yang ada antara Real Madrid, kesebelasan yang lebih nasionalis, dan raksasa dari wilayah Cataluña, FC Barcelona.

El Clásico membuat campuran yang tak tertandingi dari pertandingan-pertandingan sepakbola di Spanyol dan juga di dunia, dua tim sepak bola yang sangat kaya dengan pemain-pemain terbaik dunia yang mereka miliki.

Selain akademi dari kedua kesebelasan yang sudah terkenal, simbol dari ke dua tim tentunya adalah stadion mereka sendiri, Santiago Bernabéu dan Camp Nou. El Clásico jilid 230 yang akan menjumpai kita akhir pekan ini, akan diadakan di stadion milik Real Madrid, Estadio Santiago Bernabéu yang memiliki kapasitas 85.454 tempat duduk. Sementara stadion milik FC Barcelona, Estadio del Camp Nou, adalah arena yang lebih besar dengan kursi untuk 99.354 penonton, yang merupakan stadion terbesar kedua di dunia setelah Rungnado May Day Stadium (kapasitas 150.00 penonton) di Pyongyang, Korea Utara.

Kedua kesebelasan menawarkan tur stadion yang memungkinkan pengunjung untuk melihat lemari trofi yang sangat besar, masuk ke ruang ganti pemain, melihat area pers, dan memiliki kesempatan untuk melihat ke dalam stadion itu sendiri.

Ini adalah suatu keharusan bagi setiap penggemar, terutama bagi mereka pendukung salah satu dari kedua raksasa Spanyol ini. Menonton pertandingan di kedua stadion tersebut menjadi sebuah kesempatan seumur hidup dan tentunya akan menjadi bagian dari suasana yang luar biasa.

Seiring semakin berkembangnya zaman dan perkembangan juga dalam bidang arsitektur, kedua kesebelasan sadar bahwa stadion mereka sudah “ketinggalan zaman” meskipun kapasitasnya masih menjadi yang terbesar di dunia.

Kedua raksasa Spanyol ini saling berlomba untuk menyuguhkan arena sepakbola yang spektakuler untuk para penggemarnya. Lalu muncullah rencana pengembangan dari kedua stadion ini.

Rencana Santiago Bernabéu yang baru

Rencana Stadion Santiago Bernabéu yang baru (sumber: Design Boom)
Rencana Stadion Santiago Bernabéu yang baru (sumber: Design Boom)

Pada Oktober 2013, Real Madrid berencana untuk melakukan renovasi besar-besaran pada stadion mereka yang katanya memakan biaya sampai dengan 400 juta Euro (sekitar 5,9 trilyun Rupiah). Uang sebanyak itu bisa membayar lunas hutang Indonesia ke IMF sebesar 3,9 trilyun Rupiah (20/11/2015).

Rencana pengembangan ini, menurut presiden Real Madrid, Florentino Pérez, akan membuat Santiago Bernabéu menjadi “stadion terbaik di dunia”. Dirancang oleh perusahaan arsitektur asal Jerman, GMP Architekten, stadion ini akan memiliki atap yang bisa terbuka dan tertutup, kapasitas stadion ini juga akan bertambah sebanyak 10.000 tempat duduk.

Bentuk melengkung dari desain fasad (tampak muka) baja asimetris dapat memantulkan cahaya, menciptakan pola yang selalu berubah. Baris dinamis mengelilingi struktur stadion, mengekspresikan energi yang identik dengan olahraga sepakbola.

Pada malam hari, sistem pencahayaan LED akan membuat fasad mengeluarkan cahaya lembut dengan warna dan intensitas yang bervariasi. Selain itu, sistem pencahayaan LED ini juga akan memproyeksikan layar multimedia raksasa.

Atap yang bisa dibuka dan ditutup akan memungkinkan stadion untuk digunakan untuk berbagai acara selain sepakbola sepanjang tahun dan tidak bergantung pada kondisi cuaca. Kanopi dari membran PTFE akan membentang sepanjang bagian eksterior.

Atap tambahan yang transparan pada bagian terdalam juga ditambahkan utuk mencapai keseimbangan antara cahaya alami dan juga sebagai perlindungan matahari pada siang hari.

Rencana pengembangan stadion ini tadinya akan dimulai pada Bulan Juni 2014, dengan jadwal yang direncanakan untuk selesai pada tahun 2017. Namun, sepertinya para dewan petinggi di Real Madrid terus menunda rencana besar tersebut.

Baca tulisan-tulisan terkait El Clásico:

Kemungkinan Pengaturan Skor Jelang Duel El Clásico

Ruang Ganti Real Madrid Memanas Jelang Duel El Clásico

Parahara Javier Mascherano Jelang Duel El Clásico

Ronaldinho, Rivalitas Messi-Ronaldo, dan Siapa Pesepakbola Terbaik Dunia

El Clásico Tom and Jerry


Rencana Camp Nou yang baru
Rencana Stadion Camp Nou yang baru (sumber: Dezeen)
Rencana Stadion Camp Nou yang baru (sumber: Dezeen)

Sedangkan raksasa Catalan, FC Barcelona, juga melakukan rencana pengembangan stadion dengan penambahan masif pada kapasitas tempat duduk yang akan mencapai angka 105.000 tempat duduk.

Rencana pengembangan stadion yang memakan biaya 420 juta Euro ini dirancang oleh perusahaan arsitektur asal Inggris, Foster+Partners. Desain stadion baru ini memiliki eksterior yang dihiasi dengan platform berwarna-warni yang akan tampak seperti sisik.

Stadion ini akan memiliki penampilan yang khas dari luar maupun dari dalam lapangan. Desain eksterior fasad stadion akan memungkinkan stadion untuk mengubah penampilan eksteriornya antara siang dan malam hari, dan juga antara hari non-pertandingan dan hari pertandingan.

Stadion diselimuti dengan tabir mosaik ubin berwarna. Ubin yang digunakan adalah campuran dari panel polikarbonat berwarna dan panel kaca berwarna. Ini akan memberikan matriks visual warna, bayangan, dan refleksi di luar stadion.

Permasalahan sumber dana

Rencana pengembangan kedua stadion ini memang masih di atas kertas dan kebanyakan masih hanya berupa wacana saja. Selain itu juga banyak pro dan kontra tentang jadi atau tidaknya rencana pengembangan stadion ini untuk direalisasikan nantinya, karena benturan-benturan kemudian akan banyak terjadi, dan yang paling besar adalah soal dana dan sponsor.

Seperti El Real yang terus mencari sponsor yang bersedia untuk membantu pembiayaan renovasi stadion ini yang nantinya berhak untuk menamakan stadion tersebut.

Pada Maret tahun ini, Madrid kemudian mengumumkan bahwa mereka telah melakukan kesepakatan dengan International Petroleum Investment Company (IPIC) untuk mendapatkan bantuan pengembangan stadion. Presiden Pérez mengatakan bahwa jika kesepakatan ini benar-benar terealisasi, stadion akan berganti nama menjadi IPIC Bernabéu atau CEPSA Bernabéu (CEPSA adalah singkatan dari Compañía Española de Petróleos). Permukaan lapangan bahkan telah diganti dengan Mixto hybrid grass.

“Tanpa stadion ini, Real Madrid tidak akan menjadi sebuah klub yang lebih besar. Membangun dan mengembangkan stadion ini merupakan tantangan besar bagi Real Madrid. Kami harus memikirkan bagaimana nantinya board akan mendanai proyek besar ini. Santiago Bernabéu membuka jalan dan prioritas kami selalu memiliki infrastruktur yang sesuai dengan klub ini”, kata Pérez.

Sementara para petinggi FC Barcelona sedang mencari kucuran dana segar juga untuk merealisasikan rencana besar yang tentunya akan menyaingi si “stadion terbaik di dunia” milik Real Madrid di atas. Banyak cara yang sedang mereka pikirkan, diantaranya adalah menjual bekas tempat latihan mereka, Mini Estadi.

Selain itu, sama seperti yang Pérez lakukan, ada isu pencarian sponsor juga yang nantinya akan dipakai untuk penamaan stadion yang bisa saja menjadi “stadion yang lebih baik daripada stadion terbaik di dunia”.

Namun, kita bebas saja berandai-andai, jika kedua raksasa Spanyol ini berhasil merealisasikan mimpi besarnya yang satu ini, stadion mana yang akan terlihat lebih megah nantinya?

Untuk melihat gambar-gambar kedua rencana stadion baru di ats, bisa cek tautan berikut ini:

https://www.designboom.com/architecture/real-madrid-set-to-redevelop-santiago-bernabeu-stadium-02-03-2014/

https://www.dezeen.com/2007/09/22/camp-nou-by-foster-partners/

Komentar