Bencana Liverpool dan Kapten yang Belum Sembuh dari Trauma

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Bencana Liverpool dan Kapten yang Belum Sembuh dari Trauma

Liverpool memulai usaha terbaru untuk meraih gelar Premier League pertama mereka dengan menghadapi kesebelasan yang memberi mereka bencana. Di tempat terjadinya bencana itu pula. Kondisinya semakin buruk bagi The Reds karena kapten mereka belum sembuh dari trauma yang lahir dari bencana ini.

Minggu ini (9/8) Liverpool akan memulai perjalanan panjang mereka di Premier League 2015/16 dengan bertandang ke Britannia Stadium, kandang Stoke City. Di stadion ini pula Liverpool menjalani pertandingan terakhir mereka di Premier League musim lalu, 24 Mei lalu. Hari itu Steven Gerrard menjalani pertandingan kompetitif terakhirnya bersama Liverpool.

Hari itu Gerrard mendapat kado perpisahan yang tidak terlupakan. Stoke City, yang sudah pasti mengakhiri musim di peringkat kesembilan, apa pun hasil pertandingan melawan Liverpool, tampil trengginas. Di babak pertama saja sudah menggilas Liverpool lima gol tanpa balas.

Gerrard, yang menjalani pertandingan ke-710-nya bersama Liverpool, memperkecil selisih lewat tendangan rendah di menit ke-70. Standing ovation dari seisi stadion – termasuk dari para pendukung Stoke City – mengiringi gol Gerrard. Namun itu saja ternyata yang mengiringi gol ke-186 Gerrard untuk Liverpool. Tidak ada pengiring yang lebih diharapkan; tidak seperti golnya di Istanbul, gol Gerrard di Stoke on Trent tidak memicu semangat dan lahirnya gol-gol Liverpool lain. Pertandingan berakhir dengan skor 1-6. Bagi Liverpool, ini adalah kekalahan terbesar sejak takluk di kandang Tottenham Hotspur dengan skor 2-7 pada 1963.

Kalah telah membuat para pemain Liverpool benar-benar terpukul. Menurut Jordan Henderson, hasil pertandingan tersebut bahkan sampai membuat para pemain Liverpool enggan terbang ke Dubai untuk menghadiri pesta perpisahan Gerrard. Henderson juga mengakui bahwa pertandingan tersebut akan tertanam dalam ingatannya dalam jangka waktu yang lama. Tidak mudah baginya untuk melupakan kekalahan memalukan tersebut.

Henderson tidak melebih-lebihkan keadaan. Kakalahan tersebut begitu membekas hingga ia bahkan sampai menatap pertandingan terdekat melawan Stoke City – peluang untuk menebus dosa – jauh sebelum pertandingan tersebut digelar. Pada 24 Juli lalu, ketika kebanyakan pemain sedang sibuk melatih kebugaran, ia sudah memikirkan pertandingan melawan Stoke City di pekan pembuka Premier League musim ini.

“Kebanyakan dari kami tidak akan pernah melupakan hari itu,” ujar Henderson sebagaimana diwartakan oleh Guardian. “Cara main kami, hasil pertandingan, gol-gol yang bersarang di gawang kami, semuanya buruk dan terus memburuk. Di ruang ganti saat turun minum, beberapa dari kami berusaha mengatakan hal-hal baik agar para pemain kembali bersemangat dan agar kami dapat melawan. Namun saat pertandingan berakhir semuanya terasa mengerikan. Rasanya sangat memuakkan, sungguh. Memalukan rasanya kalah seperti itu sebagai pemain Liverpool.”

Ketidakmampuan Henderson untuk sembuh dari trauma yang ia rasa jadi kabar buruk tersendiri bagi Liverpool. Bagaimanapun, sebagai kapten Liverpool saat ini, Henderson akan menjadi panutan para pemain lain karena Steven Gerrard tak akan sempat memberi bantuan. Ia sekarang sudah sibuk di Amerika Serikat bersama Los Angeles Galaxy, kesebelasan barunya.

Henderson harus segera mengatasi traumanya agar mampu sebaik mungkin memimpin para pemain Liverpool. Karena jika bukan ia yang melakukannya, siapa lagi?

Komentar