Kutukan Community Shield dan Senyum Manchester United

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Kutukan Community Shield dan Senyum Manchester United

Tidak seperti kejuaraan mini pramusim, Community Shield adalah trofi yang diakui. Meraih kemenangan di ajang ini berarti mendapat modal satu trofi untuk menyambut musim baru. Chelsea, juara bertahan Premier League, dan Arsenal selaku juara bertahan Piala FA, menjadi kontestan di kesempatan kali ini.

Jika ada yang menyarankan agar kedua kesebelasan bermain seburuk mungkin ketimbang berusaha mengalahkan satu sama lain, jangan cepat-cepat menilai orang tersebut gila atau tidak mengerti profesionalitas sepakbola. Community Shield, katanya,  menyimpan kutukan. Kesebelasan yang memenangi trofi berbentuk perisai ini tidak akan menjadi juara liga. Katanya.

Lucu juga bagaimana pemenang pertandingan pembuka liga tidak akan keluar sebagai juara di kompetisi utama dalam rangkaian pesta sepakbola semusim penuh. Tapi jika melihat catatan yang ada, kecenderungannya memang demikian.

Sejak diselenggarakan pada 1908 dengan nama Charity Shield, sudah 92 kali juara bertahan liga dan Piala FA bertemu dalam pertandingan ini. Hanya 18 di antara 92 pemenang tersebut yang pada akhirnya keluar sebagai juara liga. Itu artinya, tingkat keberhasilan juara liga di antara para pemenang Charity/Community Shield hanya 19,6%. Kecil. Bahkan seperlima pun tidak.

Selain Arsenal 1930/31, Arsenal 1933/34, Arsenal 1934/35, Portsmouth 1949/50, Manchester United 1956/1957, Liverpool 1976/77, Liverpool 1979/80, Liverpool 1982/83, Everton 1984/85, Everton 1986/87, Liverpool 1989/90, Manchester United 1993/94, Manchester United 1996/97, Chelsea 2005/06, Manchester United 2007/08, Manchester United 2008/09, Chelsea 2009/10, dan Manchester United 2010/11, tidak ada lagi kesebelasan pemenang Charity/Community Shield yang keluar sebagai juara liga.

Lantas, apakah data yang ada dapat menjadi bukti bahwa Charity/Community Shield menyimpan kutukan? Apakah pemenang perisai ini tidak akan menggenggam piala Premier League di akhir musim?

Tentu saja tidak serta merta demikian. Meraih kemenangan di satu pertandingan yang diselenggarakan di tempat netral jelas tidak bisa menjadi acuan untuk 19 pertandingan kandang dan 19 pertandingan tandang (yang dijalani di 19 stadion berbeda) sepanjang musim. Untuk mendapat hak mengangkat tinggi trofi Charity/Community Shield, sebuah kesebelasan hanya perlu menjalani satu pertandingan, sementara untuk menjadi juara liga, 38 pertandingan harus dihadapi. Dan dalam 38 pertandingan tersebut banyak hal bisa terjadi. Penurunan dan peningkatan performa adalah dua di antaranya.

Arsenal dan Chelsea tidak perlu mengalah kepada satu sama lain atas kekhawatiran tertimpa kutukan.

Tapi catatan Arsenal yang berhubungan dengan juara liga dan kemenangan Charity/Community Shield sendiri memang tidak menyenangkan. Arsenal sudah 13 kali juara liga namun hanya tiga musim di antaranya yang dibuka dengan kemenangan di pertandingan Charity/Community Shield (1930/31, 1933/34, dan 1934/35).

Chelsea sendiri dua kali keluar sebagai juara liga (dari lima gelar juara liga sepanjang sjarah mereka) setelah memenangi pertandingan Community Shield (2005/06 dan 2009/10).

Menariknya, dua kali pula Chelsea keluar sebagai juara liga setelah Arsenal memenangi Charity/Community Shield (2004/05 dan 2014/15). Jadi, andai Arsenal keluar sebagai pemenang di kesempatan kali ini, Chelsea akan baik-baik saja dan menyambut musim 2015/16 dengan harapan mendapat nasib baik sepanjang musim.

Namun Chelsea bukan satu-satunya kesebelasan yang pantas berharap kepada nasib baik jika Arsenal memenangi Community Shield tahun ini. Ada satu kesebelasan yang akan tersenyum menyambut musim baru, tak peduli siapa pun yang keluar sebagai pemenang di kesempatan kali ini.

Manchester United sudah tiga kali menjuarai liga yang pertandingan Charity/Community Shield-nya dimenangi Arsenal (1998/99, 1999/2000, 2002/03) dan dua kali keluar sebagai juara liga di musim yang Charity/Community Shield-nya dimenangi Chelsea (1955/56 dan 2000/01).

Itu artinya, seperempat dari dua puluh gelar juara liga milik United berdiri di atas fondasi kemenangan Arsenal atau Chelsea di ajang Charity/Community Shield. Mengingat musim ini Louis Van Gaal memiliki kesebelasan yang lebih kuat (atau setidaknya lebih sesuai dengan kemauan, filosofi permainan, dan taktik yang diterapkannya), bukan tidak mungkin United kembali menjadi juara dengan fondasi yang sama.

Pada akhirnya, kemampuan mereka sendiri yang akan menentukan berhasil atau tidaknya United keluar sebagai juara Premier League musim 2015/16, namun tidak ada salahnya mempercayai catatan yang ada – jika Arsenal atau Chelsea memenangi Charity/Shield, United memiliki peluang besar menjuarai liga – sebagai sugesti positif.

Komentar