Raheem Sterling Akhirnya Resmi Menjadi Pound Sterling

Cerita

by Abimanyu Bimantoro

Abimanyu Bimantoro

Football Analyst | Promising Sports Brand Strategist | Liverpool #YNWA

Raheem Sterling Akhirnya Resmi Menjadi Pound Sterling

Setelah berhasil mendapatkan beberapa pemain baru untuk musim kompetisi 2015/2016, Liverpool harus menghadapi kondisi tidak mengenakan. Salah satu pemain terbaik mereka di musim lalu, Pounds Sterling –eh, maksud kami: Raheem Sterling– bersikeras untuk segera meninggalkan Liverpool pada bursa transfer musim panas ini. Sterling bahkan absen dalam dua hari latihan pra-musim Liverpool dan beralasan sedang mengalami sakit.

Sterling memang sudah menyatakan keinginannya untuk segera meninggalkan Liverpool sejak bulan Mei lalu. Setelah menolak tawaran kontrak baru Liverpool, Sterling justru menyatakan keinginannya untuk meninggalkan Liverpool pada musim panas 2015. Meski kontraknya masih lama bersama Liverpool, Sterling tetap bersikeras untuk sesegera mungkin hijrah.

Liverpool sampai kesal

Melihat hal ini, beberapa kesebelasan pun langsung mengambil tindakan. Beberapa dikabarkan telah menyiapkan dana untuk segera memboyong pemain tim nasional Inggris berusia 20 tahun ini. Manchester City, Arsenal, Manchester United, bahkan Real Madrid dikabarkan tertarik terhadap Sterling. Manchester City bahkan sempat mengajukan tawaran sebesar 40 juta poundsterling untuk mendatangkan Sterling ke Etihad. Namun kemudian tawaran tersebut ditolak oleh pihak Liverpool.

Tindakan sang pemain yang terus merengek untuk segera meninggalkan Liverpool bahkan sampai mangkir dari latihan membuat kesal pihak Liverpool. Bukannya jadi ingin segera melepas Sterling, pihak pemilik Liverpool justru mengancam akan tetap mempertahankan Sterling dan menempatkannya di tim reserve Liverpool. Hal ini berarti akan membuat pemain keturunan Jamaika ini terancam tidak bisa bermain di kompetisi utama Liga Inggris.

Melihat kondisi ini, beberapa mantan senior Sterling di Liverpool pun angkat bicara. Beberapa di antaranya adalah Jamie Carragher dan Steven Gerrard. Carragher menyarankan kepada Sterling agar tetap berada di Liverpool. Menurut Carragher, tetap berada di Liverpool akan baik pada perkembangan Sterling. Mungkin suatu saat Sterling memang harus pindah untuk mendapatkan tantangan baru, namun tidak saat ini.

Sedangkan Steven Gerrard tidak senang dengan tindakan yang dilakukan oleh juniornya ini. Menurut Gerrard ada banyak fans Liverpool yang sangat ingin melihat penampilan Sterling. Perilaku seperti ini tentu akan sangat melukai hati para penggemar Liverpool tersebut.

Awal melejitnya Sterling

Hingga kini, kurang lebih sudah lima musim Sterling berada di Liverpool. Ia didatangkan dari akademi Queens Park Rangers ke akademi Liverpool pada tahun 2010 setelah pelatih Liverpool ketika itu, Rafael Benitez tertarik dengan aksinya. Sejak itu, Sterling sudah selalu berhasil menarik perhatian para fans Liverpool.

Ia langsung membuat kejutan saat berhasil mencetak 5 gol ketika Liverpool U18 mengalahkan Southend United. Sejak itu, namanya selalu disebut-sebut sebagai salah satu pemain masa depan Liverpool yang luar biasa. Aksinya pun terus menjadi sorotan hingga akhirnya Sterling menjalani debut bersama tim Liverpool senior pada bulan Maret 2012 ketika usianya baru memasuki 17 tahun 107 hari.

Musim berikutnya, Brendan Rodgers mulai menangani Liverpool. Bersama Rodgers Sterling mendapatkan kepercayaan untuk tampil lebih banyak bersama skuat utama Liverpool. Pada musim pertama Rodgers di Liverpool, musim 2012/2013, Sterling mendapat kepercayaan untuk tampil sebanyak 24 kali dalam satu musim. Ketika itu usianya baru memasuki 18 tahun.

Perannya pun semakin krusial bersama Liverpool. Dan Sterling mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak lagi dalam usianya yang masing sangat muda bersama Liverpool. Hingga pada tahun 2014, ia berhasil masuk ke skuat Inggris ke Piala Dunia 2014.

Brendan Rodgers memang tipikal pelatih yang memberikan kepercayaan lebih kepada pemain-pemain muda. Karena itulah ia memberikan kepercayaan kepada Sterling, meski masih berusia 18 tahun. Namun ternyata, kini justru sang pemain yang tidak memiliki kepercayaan kepada Brendan Rodgers.

Alasan Sterling ingin pindah

Penurunan prestasi Liverpool bersama Rodgers di musim lalu membuat Sterling tidak lagi percaya kepada pelatih yang telah membesarkan namanya ini. Ia lebih memilih untuk segera pindah ke klub yang lebih besar, ketimbang terus berada di Liverpool bersama Rodgers. Bahkan ia menolak untuk sekedar menghabiskan masa kontraknya.

Pada dasarnya, tidak ada yang salah bagi seorang pemain ketika menginginkan pindah ke klub yang lebih besar. Ada banyak alasan yang bisa dibenarkan ketika seorang pemain ingin pindah dari klub lamanya. Seperti mencari tantangan baru, atau ingin memiliki pemasukan yang lebih besar. Layaknya semua pekerja dalam semua profesi, hal tersebut wajar saja terjadi.

Namun, ketika mereka sudah mendapatkan cap profesional dalam karirnya, setidaknya seorang pemain harus menunjukan sikap profesionalitasnya. Sang pemain berhak meminta untuk segera pindah, berhak meminta kenaikan gaji, atau berhak menolak tawaran kontrak baru. Namun bagaimanapun juga, sang pemain juga wajib untuk menjalani kesepakatan kontrak yang sudah ada. Sama halnya dengan kewajiban klub untuk membayar pemain hingga kontraknya berakhir, pemain juga wajib untuk memenuhi tugasnya kepada klub hingga kontraknya berakhir, meskipun hanya sekedar latihan.

Karena itu, sikap yang dilakukan Sterling saat ini tentu saja tidak menunjukan sikap profesionalnya sebagai pemain. Keinginannya untuk pindah sama sekali bukan alasan bagi Sterling untuk absen dari latihan. Mau bagaimanapun juga saat ini, Sterling masih wajib untuk mengikuti kegiatan bersama Liverpool hingga tahun 2017. Karena itulah kesepatakan yang ia tandatangani sendiri dalam kondisi sadar. Setidaknya hal ini berlaku sampai ada kesepakatan lain dari kedua belah pihak.

Sterling bisa akrab dengan cap buruk

Sikap buruknya ini justru bisa merusak karir Sterling di masa depan. Pada usianya yang masih sangat muda, ia sudah memiliki catatan buruk yang akan terus terekam sampai kapanpun. Setiap klub yang berminat untuk mendatangkannya tentu akan berpikir ulang dan mempertimbangkan matang-matang terhadap sikap tidak profesional yang ia tunjukan saat ini.

Ditambah lagi, ia juga sudah pernah melakukan sikap serupa pada akhir tahun 2014 lalu. Ketika itu ia menolak panggilan tim nasional Inggris dengan alasan kelelahan. Meski kondisinya mungkin tidak seburuk saat ini, namun setidaknya beberapa fans tim nasional Inggris sudah kehilangan rasa hormat kepada Sterling. Akan menjadi sangat berbahaya bagi Sterling jika kini ia juga kehilangan rasa hormat dari para pendukung Liverpool yang sebelumnya sangat mendukung Sterling.

Karena itu, mungkin langkah terbaik yang seharusnya dilakukan Sterling adalah segera memperbaiki hubungannya dengan pihak Liverpool. Jika memang ia ingin pindah, maka silahkan negosiasikan dengan baik-baik agar Liverpool ingin melepasnya. Mangkir latihan dan bermalas-malasan adalah cara yang buruk untuk membuat klub ingin melepas seorang pemain.

Karena jika sampai Liverpool benar-benar menempatkan Sterling ke tim reserve, yang paling terkena dampak buruk jelas Sterling sendiri. Liverpool mungkin akan mendapat nama buruk karena tidak memperlakukan pemainnya dengan baik. Namun, dalam kondisi Sterling yang sudah sempat mengalami masalah dengan fans tim nasional negaranya sendiri, mungkin juga tidak akan banyak yang akan mendukung Sterling.

Maka, dalam kondisi ini memang mau tidak mau Sterling harus lebih mendewasakan dirinya, dan meminta maaf kepada pihak Liverpool, untuk memperbaiki nama baiknya. Tapi masihkah ada artinya kata "maaf" dalam industri sepakbola? Ya, mungkin setidaknya agar tak terlalu banyak orang yang mengejeknya sebagai Pound Sterling.

Akhirnya $t£rling pun pindah

Dari banyak berita yang kita dapatkan saat ini, dikabarkan sudah terjalin kesepakatan antara Liverpool dengan City mengenai harga Sterling, yaitu 49 juta poundsterling. Angka ini adalah angka yang fantastis, keterlaluan mahalnya untuk seorang pemain muda yang ogah-ogahan dan malas latihan.

Apakah City akan mendapatkan keuntungan sepadan dengan kesepakatan ini? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. Tapi yang jelas, sudah sewajarnya Liverpool melepas Sterling dengan senyum lebar dan sesegera mungkin move on dari pemain bandel ini. Bagaimanapun, mereka mendapatkan 49 juta untuk Sterling. Wow.

Dengan kesepakatan seperti ini, kita tentunya semakin bertanya-tanya, apakah benar Sterling (dan pemain Inggris lainnya) memiliki harga setinggi itu? Seperti yang pernah kami sampaikan sebelumnya, pemain Inggris memang sudah seperti junk food yang harganya keterlaluan.

Meskipun City sedang butuh pemain homegrown, terutama pemain asal Inggris, tapi kayaknya gak segitunya juga kali, ya?

Komentar