Petr Cech dan Ketukan-ketukan yang Menenangkan Itu....

Cerita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Petr Cech dan Ketukan-ketukan yang Menenangkan Itu....

Bukan sarung tangan kiper bermerk adidas yang Petr Cech gunakan saat itu. Sarung tangan hitam yang ia gunakan saat unjuk kebolehannya ini adalah sarung tangan berjari pendek tanpa pelindung layaknya sarung tangan kiper yang biasa ia gunakan saat melindungi gawang Chelsea atau tim nasional Ceko.

Bukan juga pelindung kepala yang ia gunakan untuk meminimalisir benturan pada kepalanya. Kali ini, ia menggunakan headset yang terpasang di telinganya. Sebelum memulai aksinya, ia menunggu ketukan keempat dalam headset tersebut lalu memukul hi-hat dengan cepat menggunakan stiknya sebagai pengawal lagu Anna Molly dari Incubus.

Ya, Petr Cech merupakan seorang pesepakbola yang juga sangat hobi bermain drum. Ia pun beberapa kali merekam aksinya dan mengunggahnya di YouTube. Cover drum Anna Molly yang ia unggah pada 14 Maret 2015 ini adalah rekaman ke-5 dari delapan rekaman yang telah ia unggah ke YouTube.



Pertama kali Cech unjuk kebolehan memainkan drum di YouTube adalah tujuh bulan lalu. Saat itu ia memainkan lagu Walk Cover dari band favoritnya, Foo Fighters. Aksinya pada lagu ini mendapatkan lebih dari 10 ribu like dari 700 ribu lebih yang telah menyaksikan video tersebut.

Dari setiap video permainan drum-nya, kita memang seperti melihat diri Cech yang lain. Bermain drum adalah cara lain dari Cech untuk bersenang-senang. Ia pun tak peduli jika dalam rekamannya tersebut masih ada beberapa bagian di mana ia melakukan kesalahan seperti lepas tempo atau ada bagian yang ia lupakan.

"Saya bisa saja memainkan lagu ini 15 kali, lalu memilih bagian-bagian terbaik, kemudian menggabungkannya. Tapi untuk bermain sempurna bukanlah tujuan saya," papar Cech dalam komentarnya di video Walk Cover – Foo Fighters.

Selain unjuk kebolehan di YouTube, Cech pun ternyata pernah menampilkan aksinya menabuh drum di sebuah panggung festival musik di ibu kota Ceko, Praha. Pada acara yang dihadiri oleh lebih dari 30 ribu penonton tersebut, kiper Chelsea ini menjadi additional drummer dari sebuah band Rock Ceko bernama Eddie Stoilow.

Cech sendiri mulai belajar bermain drum sejak tahun 2010. Karenanya, saat ia tampil di hadapan 30 ribu penonton itu menjadi prestasi tersendiri. Ia pun sempat mengatakan bahwa ia akan menjajaki menjadi drummer setelah pensiun dari sepakbola.

"Saat saya datang ke sebuah konser, saya selalu berdiri di tempat yang membuat saya bisa menyaksikan drummer dari konser tersebut. Lalu saya menyaksikan drummer itu bermain sepanjang konser," ujar Cech pada Telegraph. "Setelah saya pensiun dari sepakbola, tak menutup kemungkinan saya akan menggeluti dunia musik."

Sadar atau tidak sadar, terdapat beberapa kesamaan antara peran drummer bagi sebuah band dengan peran kiper bagi sebuah kesebelasan. Yang paling menonjol adalah kedua peran ini ditempatkan di bagian paling belakang: drummer di belakang pemain bass, gitar, dan vokalis, sementara kiper berada di belakang penyerang, gelandang, dan bek.

Drummer pun bertugas menjaga ritme dan tempo bagi anggota band lainnya. Jika ia salah menabuh drum, besar kemungkinan permainan bandnya secara keseluruhan akan buruk. Cech pun meyakini itu dengan berkata, "Jika seorang drummer melakukan kesalahan dalam sebuah band, seluruhnya akan melakukan kesalahan."

Konsentrasi adalah atribut paling penting yang wajib dimiliki seorang drummer, di samping kemampuan bermain drumnya itu sendiri. Jika tak konsentrasi, tempo dan ritme bisa berantakan. Personil lain pun akan terganggu konsentrasinya hingga band secara keseluruhan tak akan tampil maksimal.

Pun begitu dengan kiper. Ketika pemain bertahan, gelandang dan penyerang sedang bermain baik, ia pun harus menampilkan performa gemilang. Hilang konsentrasi bisa membuat gawangnya kebobolan, mental rekan-rekannya tentu saja terpengaruh karena kebobolan tersebut yang mana bisa berujung pada kekalahan.

Satu hal lain, bermain drum pun seperti kiper yang begitu mengedapankan keterampilan tangan. Tangan, atau pergelangan tangan tepatnya, akan lebih sering digunakan ketimbang kaki. Tangan harus memukul snare, hi-hat, simbal, tom-tom, dan floor. Sementara kaki digunakan untuk menginjak pedal bass drum dan pedal hi-hat. Saat menjadi kiper, tangan tentunya akan menjadi anggota tubuhnya yang paling sibuk saat menjalani pertandingan.

Baca Juga:

Sepakbola Dalam Irama Jazz

Jika Falcao Menghayati Ace of Spades-nya Motorhead

Sepakbola dan Musik, Sejawat yang Tak Mungkin Dipisahkan

Mengenang Justin Fashanu, Pesepakbola Homoseksual dengan Nuansa Musik Rock


Keuntungan Bermain Drum Bagi Karir Sepakbola Cech

Musim 2014/2015, Cech tak mendapatkan banyak kesempatan bermain di Chelsea. Kedatangan kiper asal Belgia, Thibaut Courtois, setelah masa pinjamannya di Atletico Madrid berakhir, membuatnya hanya bermain dalam 16 laga pada musim lalu, dengan tujuh laga Premier League, tiga kali Liga Champions, empat Piala Liga, dan dua Piala FA.

Namun meski menjadi kiper no.2 di Chelsea, hampir tak ada satupun ungkapan kecewa dari Cech pada Chelsea, atau khususnya sang manajer, Jose Mourinho, tentang situasi tersebut. Kiper yang diboyong Chelsea dari Rennes pada 2004 ini tak pernah mengungkapkan bahwa ia akan berencana meninggalkan Chelsea pada akhir musim 2014/2015.

Sepanjang musim 2014/2015, Cech tetap santai menjalani karirnya. Ia dengan sabar menunggu manajer Chelsea, Jose Mourinho, memberikan kesempatannya bermain. Ia pun tetap bersuka cita saat Chelsea merayakan gelar juara Liga Primer Inggris.

Cech dan Didier Drogba saat merayakan gelar juara Chelsea (via: Twitter @ChelseaFC) Cech dan Didier Drogba saat merayakan gelar juara Chelsea (via: Twitter @ChelseaFC)


Ketenangan Cech menghadapi masa-masa yang sebenarnya tak menguntungkan baginya, pemain yang rasanya masih layak menjadi kiper utama, secara tak langsung terjadi karena hobi bermain drum yang ia tekuni ini. Karena bermain drum ternyata memang memiliki banyak keuntungan psikologis bagi pemainnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bermain drum membantu kita melepaskan melepaskan perasaan negatif. Bermain drum dapat membantu pemainnya mengekspresikan diri dan mengatasi masalahnya secara emosional. Getaran suara yang beresonansi melalui sel dalam tubuh merangsang tubuh untuk melepaskan ingatan-ingatan yang buruk.

"Bermain drum menekankan ekspresi diri dan mengajarkan bagaimana membangun kembali kesehatan emosional," ujar Ed Mikenas, seorang guru pendidikan musik.

Umpan balik langsung dari suara-suara drum yang ditabuh oleh seorang drummer adalah salah satu kegiatan yang membuat pemain drum tersebut lebih cepat mencapai ekspresi diri dan realisasi diri. Bermain drum yang mengedepankan timing dan kordinasi tangan dan kaki pun akan mempermudah seseorang bisa melupakan kecemasan masa lalu dan meminimalisasi kegelisahan di masa depan.

Dan yang paling utama, bermain drum adalah suatu kegiatan yang menyenangkan pemainnya. Saat melakukan hal-hal yang menyenangkan, otak akan melepaskan endorfin yang bisa menyebabkan kebahagiaan, tak terkecuali bermain drum tentunya.



foto: twitter @PetrCech

Komentar