Kisah Para Pencetak Lima Gol

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Managing editor of Pandit Football, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach. Born with the full name of Defary Glenniza Tiffandiputra, growing up with a nickname Dex Glenniza. Who cares anyway! @dexglenniza

Kisah Para Pencetak Lima Gol

Gawangnya besar, bolanya kecil. Empat kata barusan pada dasarnya bisa mencerminkan betapa banyaknya skor yang seharusnya tercipta pada sebuah pertandingan sepakbola. Namun pada kenyataannya, meskipun berlangsung selama 90 menit (lebih), skor di sepakbola hanya segitu-segitu saja.

Kami tidak sedang mencoba memprotes soal skor di sepakbola, setidaknya meskipun masyarakat di Amerika Serikat sana masih mempertanyakan hal sederhana tersebut. Wajar saja, jika dibandingkan dengan basket (gawang atau ringnya kecil, bolanya hanya sedikit lebih kecil dari ringnya), bisbol, rugbi, atau hoki, sepakbola masih kalah dalam angka skornya.

Tapi kembali, hal di atas tidak berarti bahwa sepakbola tidak lebih menarik daripada basket, bisbol, rugbi, atau hoki... kecuali jika Anda orang Amerika.

Seolah membungkam tiga paragraf di atas, semalam Real Madrid berhasil mencukur Granada dengan skor 9-1 di Santiago Bernabeu, Madrid. Ada 10 gol yang tercipta, lima di antaranya dicetak oleh atlet (bukan hanya sepakbola) paling banyak likes di Facebook, Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo luar biasa!

Meskipun bukan dari tendangan bebas, lima gol tambahan dari CR7 ini sekaligus membatnya mengumpulkan koleksi 36 gol di La Liga Spanyol di musim ini, atau untuk sementara (sampai 6 April 2015) unggul empat gol dari Lionel Messi.

Koleksi 36 gol dalam semusim dari pemain asal Portugal ini juga adalah lebih banyak daripada jumlah gol yang beberapa kesebelasan Liga Primer Inggris berikut ini berhasil cetak dalam semusim sampai sejauh ini: Stoke City, Newcastle United, West Bromwich Albion, Hull City, Aston Villa, Sunderland, Queens Park Rangers, Burnley, dan Leicester City.

Bahkan jika mengintip ke sama-sama kesebelasan La Liga, jumlah gol Ronaldo sejauh ini juga masih lebih banyak daripada: Malaga, Athletic Bilbao, Rayo Vallecano, Real Sociedad, Celta Vigo, Espanyol, Getafe, Levante, Eibar, Elche, Deportivo La Coruna, Almeria, Granada, dan Cordoba.

Kemudian juga jika kita masih mau melihat ke liga lainnya, dengan ajaibnya 36 gol Ronaldo sejauh ini masih lebih banyak daripada: Borussia Dortmund (!), Hamburger SV, Torino, Udinese, Lille OSC, OGC Nice, dan lebih dari banyak lagi kesebelasan lainnya di seantero dunia.

Dua kata untuk Cristiano Ronaldo: Luar Biasa!

Keberhasilan mencetak lima gol dalam satu pertandingan ini adalah yang pertama sepanjang karier Ronaldo, sekaligus juga ia berhasil mencetak hat-trick tercepat sepanjang kariernya, yaitu dalam 8 menit saja.

Perseteruannya dengan Gareth Bale juga tampak seolah menyublim pada gol keenam ­El Real ketika Bale mencetak assist cantik untuk gol Ronaldo tersebut. Apakah assist ini disengaja atau tidak? Mari kita sama-sama lihat pada tayangannya di bawah ini.

Sebelum lanjut membaca, ada baiknya pertama-tama kita harus lebih memahami terlebih dahulu istilah “pencetak lima gol dalam satu pertandingan”. Istilah hat-trick sudah kita ketahui dengan si pencetak tiga gol, sementara quat-trick juga sudah populer dengan empat gol, tapi istilah quintuplet belum terlalu populer.

Quintuplet atau populer juga dengan istilah quin-trick, adalah mereka yang berhasil mencetak lima gol dalam satu pertandingan.

Uniknya, para pencetak quintuplet pastilah juga mereka yang terlebih dahulu sudah berhasil mencetak hat-trick dan quat-trick dalam satu pertandingan. Ronaldo adalah salah satu di antara mereka semua.

Baiklah, meskipun sudah dibuatkan patung, museum, dan menjadi sponsor seragam salah satu kesebelasan di Portugal, sudah cukup rasanya kita membicarakan kehebatan CR7, sekarang saatnya kita melihat: Siapa saja mereka-mereka yang berhasil mencetak lima gol dalam satu pertandingan?

Para pencetak lima gol dalam satu pertandingan di La Liga Spanyol

Setelah merenung sejenak, kita tentunya mendapat ilham bahwa lima gol yang dicetak oleh satu pemain dalam satu pertandingan adalah sebuah hal yang penuh keniscayaan.

Namun, ternyata daftar dari para pencetak lima gol dalam satu pertandingan ada banyak sekali, atau dalam hal ini: bukan cuma banyak sekali, tapi banyak berkali-kali!

Kembali ke Liga Spanyol, pemain terakhir di La Liga yang mampu mencetak lima gol dalam satu pertandingan adalah Radamel Falcao Garcia pada 2012. Ketika itu, ia bersama Atletico Madrid berhasil menggunduli Deportivo La Coruna 6-0.

Kemana Falcao sekarang? Ya, kita semua tahu, lah.

Selain Falcao, ada 34 pemain lagi yang sudah berhasil mencetak lima gol dalam satu pertandingan di sepanjang sejarah Liga Spanyol, termasuk ada juga Ferenc Puskas di sana, Fernando Morientes (Real Madrid 7-0 Las Palmas), dan banyak pemain lainnya.

Mereka yang mencetak quintuplet di Liga Primer Inggris

Jika harus berburuk sangka, mencetak lima gol bisa saja dilakukan jika menghadapi lawan yang benar-benar buruk, atau lawan yang lini pertahanannya dan/atau penjaga gawangnya sedang bermain buruk.

Kalau saja benar, hal ini berarti secara tidak langsung akan membuat pernyataan bahwa Granada atau Deportivo adalah tim yang buruk. Maka kami meminta maaf jika ada yang tersinggung. Namun, jika boleh memaklumi, lawan mereka memang luar biasa kuat.

Pernyataan di atas bisa saja gugur dalam kompetisi yang lebih tinggi levelnya. Dalam hal ini, langsung saja kita berkaca pada liga yang (katanya) paling seru: Liga Primer Inggris.

Pada kenyataannya, pernyataan di atas tidak mengalami keguguran sama sekali. Liga Inggris lebih banyak lagi mendapat sorotan jika ada pemain yang bisa mencetak lima gol sekaligus, dan hal tersebut terjadi lebih banyak lagi daripada di Liga Spanyol.

Langsung ambil contoh yang pertama, misalnya ada Alan Shearer ketika ia bersama Newcastle United menghancurkan Sheffiled Wednesday 8-0 pada 1999. Shearer, yang juga merupakan pencetak rekor hat-trick termuda, mencetak lima gol yang dua gol di antaranya lahir lewat penalti.

Meskipun dua gol berasal dari penalti, tapi ada lima hal unik yang dalam pertandingan itu: Kelima gol Shearer dirayakan dengan selebrasi trademark-nya, yaitu melambaikan satu tangan ke atas sambil tersenyum lebar.

Kemudian yang lebih terbaru lagi ada Dimitar Berbatov saat masih berseragam Manchester United pada 2010. Saat itu United berhasil mempecundangi Blackburn Rovers 7-1.

Contoh lainnya ternyata ada banyak: Jermain Defoe (Tottenham Hotspur 9-1 Wigan Athletic), Andrew Cole (Manchester United 9-0 Ipswich Town), dan juga jika kita ingin melihat lebih jauh, ada nama-nama seperti Ian Rush, Alan Brazil, Tony Woodcock, dan lain-lain.

Lima gol? Biasa aja, tuh.

Bahkan di Liga Champions juga ada

Oke lah, lawan-lawan di Liga Primer tidak selalu kesebelasan yang levelnya tinggi. Lihat saja contoh di atas, “hanya” Sheffield Wednesday, Blackburn, Wigan, atau Ipswich. Mereka semua bahkan musim ini (2014/15) tidak ada di Liga Primer.

Kalau Liga Primer masih belum cukup, maka kita bisa langsung “naik level” ke liga nomor wahid di Eropa: Liga Champions UEFA.

Di Liga Champions ini setidaknya kesebelasan harus memiliki status sebagai “salah satu kesebelasan terbaik” di liga negara mereka sendiri, entah sebagai juara dari negara-negara dengan koefisien UEFA yang rendah; ataupun bisa juga peringkat dua, tiga, maupun juara piala dari negara-negara besar.

Ternyata ada dua orang pencetak lima gol dalam satu pertandingan sepanjang sejarah Liga Champions. Pertama ada Leo Messi pada 2012.

Bukan sembarangan lawan yang harus Messi hadapi saat itu, FC Barcelona menaklukkan Bayer 04 Leverkusen dengan skor 7-1 saat Messi berhasil mencetak lima gol.

Kemudian, penyerang Brasil yang bermain di FC Shakhtar Donetsk, Luiz Adriano, adalah satu pemain lainnya yang mampu mencetak quintuplet. Pada gelaran Liga Champions musim ini, atau tepatnya 21 Oktober 2014, Shakhtar berhasil mengalahkan wakil Belarusia, FC BATE Borisov.

Saat itu, meskipun tidak bermain di kandang mereka di Donbass Arena, Donetsk, Kroasia, Shakhtar berhasil menang 7-0 atas BATE.  Tapi, satu hal yang sedikit terasa kurang lengkap, tiga dari lima gol Adriano dicetak melalui titik putih alias tendangan penalti.

Hanya ada dua saja? Sebenarnya ada banyak lagi jika kita melihat Piala Eropa (format dan nama lawas dari Liga Champions). Ada Gerd Mueller, Soren Lerby, dan delapan pemain lainnya.

Quintuplet di pertandingan Piala Dunia

Cukup banyak liga-liga yang tidak kami sebutkan. Tentunya meskipun jarang, ada banyak lagi pencetak lima gol dalam satu pertandingan di liga sepakbola seluruh dunia.

Kemudian jika kita beralih sejenak dari level kesebelasan klub menuju kesebelasan negara (sangara) atau tim nasional, ada satu contoh yang paling bisa dikatakan bonafid.

Pemain Rusia, Oleg Salenko, masih menjadi satu-satunya pemain yang mencetak lima gol dalam satu pertandingan di Piala Dunia. Ia melakukannya saat menghadapi Kamerun pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.



Saat itu Rusia berhasil mengalahkan Kamerun 6-1, tapi sayangnya Salenko dan Rusia gagal lolos ke babak selanjutnya karena mereka sudah kalah dalam dua pertandingan pertama mereka terlebih dahulu, yaitu menghadapi Brasil (0-2) dan Swedia (1-3).

“Lakukan sesuatu yang spesial, maka Anda akan dikenang selamanya,” ujar Salenko dalam sebuah wawancara kepada FourFourTwo.

Memang tidak ada yang mengenal Salenko. Tapi bagi sebagian orang, terutama bagi pemerhati sepakbola, namanya cukup terkenal.

Meskipun hanya bermain di tiga pertandingan, Salenko sendiri akhirnya mampu menjadi top skor Piala Dunia 1994 bersama dengan pemain Bulgaria, Hristo Stoickov.

Sayangnya, Salenko hanya bermain sebanyak delapan kali untuk timnas Rusia. Ia tidak pernah mencetak gol lainnya sebelum maupun sesudah Piala Dunia 1994.

Pencetak quintuplet terbaik di dunia

Baiklah, akhirnya kita tiba di akhir tulisan ini. Tapi sebelum kami menutupnya, rasanya tak lengkap jika kami belum menyebutkan “the unsung hero”, “the forgotten man”, “the king of the queen-tuplet”: Kris Boyd!

Lebih hebat dari Ronaldo, Messi, Shearer, dan bahkan mungkin Salenko, Kris Boyd sebenarnya pernah mencetak lima gol melawan Dundee United. Belum cukup luar biasa sepertinya... Ia mencetak quintuplet dua kali! Dan keduanya saat melawan Dundee United!



Malang benar nasib Dundee United. Sekali ia cetak saat bermain untuk Kilmarnock (menang 5-2) pada 2004 (video di atas), sekali lagi saat bermain untuk Glasgow Rangers (menang 7-1) pada 2009.

Dari gol di Rangers tersebut, ia menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Liga Skotlandia, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh penyerang legendaris asal Swedia (yang bukan Zlatan Ibrahimovic), Henrik Larsson.

Pada 2010, Boyd pergi dari Rangers menuju Middlesbrough. Namun, pada 2014 lalu ia kembali berseragam biru Rangers. Sejauh musim ini, ia baru mencetak tiga gol.

Suka-tidak-suka, Boyd menjadi bukti yang tak terbantahkan bahwa ketika diukur dari segi statistik: Kris Boyd lebih produktif daripada Messi dan bahkan Ronaldo.

Lima gol? Biasa aja, tuh. Saya [Kris Boyd] bahkan sudah cetak dua! (dengan gaya iklan lawas Yakult)

Sumber: The Telegraph, Daily Mail, Wikipedia, FourFourTwo, The Guardian

Komentar