Peta Terbaru Persaingan di MLS

Cerita

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Peta Terbaru Persaingan di MLS

Major League Soccer (MLS) atau Liga Amerika Serikat akan bergulir kembali hari ini! Siapa yang peduli, sih? Setidaknya kami peduli. Hampir 90 hari sejak kemenangan Los Angeles Galaxy atas New England Revolution di final Piala MLS, banyak kejadian mengiringi bergulirnya kembali "liga yang berambisi menjadi yang terbaik di dunia".

Apakah ada yang berubah? Banyak! Pertama, pastinya Chivas USA yang (seharusnya) dengan segera akan terlupakan. Maka obrolan dengan cepat akan beralih ke dua kesebelasan baru di MLS, yaitu New York City Football Club dan Orlando City Soccer Club (Apa bedanya "Football Club" dengan "Soccer Club"? Dasar USA), serta logo baru MLS. Pentingkah? tentu saja.

Baca juga: Suasana Fans Chivas Saat Menghadiri Pertandingan Terakhir Klub Mereka

Logo ini bisa dimodifikasi sedemikian rupa sesuai dengan karakteristik kesebelasan anggotanya masing-masing. Jika Anda tidak bisa membayangkannya, silakan baca kembali tulisan kami yang satu ini.

Nostalgia yang menyelimuti liga pada akhir tahun kemarin juga akan segera menguap. Jika Anda ingat, perpisahan Landon Donovan begitu berlarut-larut. Memang bagi kita semua (bukan saja masyarakat Amerika Serikat) sulit untuk menerima bahwa dia tidak lagi menjadi bagian dari MLS. Meskipun kenyataannya ia pensiun dari sepakbola, bukan hanya dari MLS.

Untungnya ia diberikan akhir yang ideal ketika Galaxy menjadi juara Piala MLS di depan fans mereka sendiri.

Tapi, MLS dan sepakbola Amerika Serikat bukan hanya Landon Donovan, kan? Bahkan ia tidak ikut Piala Dunia 2014, kok.

Beberapa tulisan Pandit Football yang mengangkat isu sepakbola di Amerika Serikat:

Kesempurnaan Sistem Home & Away Sepakbola

Di Amerika Serikat, Sepakbola Hanyalah Euforia Sesaat

Tak Ada Tempat untuk Sepakbola di Media Amerika Serikat

Ingin Beda, MLS Enggan Patuhi Saran FIFA


Baiklah, dari gelaran MLS 2014, kita memang masih bisa menyimak banyak nama besar. Ada Thierry Henry, Tim Cahill, Jermain Defoe, Marco Di Vaio, dan Matteo Ferrari. Namun sayang sekali, seluruh nama di atas sudah tidak ada dalam jajaran pemain MLS lagi di musim ini.

Kita mulai dari kota di bagian utara, tepatnya di Kanada. Di Vaio sudah berusia 38 tahun, maka pensiunnya ia dari sepakbola adalah sebuah siklus yang alami. Lagipula sejujurnya, dampak permainannya bagi Montreal Impact bisa dibilang biasa-biasa saja.

Jika menyebut satu saja nama, Henry adalah maestro yang pastinya tak terlupakan. Tapi The King sudah pergi terlalu cepat, meskipun dia lima tahun lebih tua dari Donovan. Dia memang memiliki salah satu musim terbaiknya di MLS, tetapi tetap saja ia gagal karena belum pernah membawa New York Red Bulls memenangkan Piala MLS.

Kepergian Henry ini juga diikuti oleh Tim Cahill ke Shanghai Shenhua di Cina, serta manajer mereka, Mike Petke. Tapi jangan bersedih dulu, Bradley Wright-Phillips masih ada. Kakak dari Shaun Wright-Phillips ini bisa mencetak 27 gol musim lalu. Namun, musim ini tanpa dukungan Henry, apakah dia bisa mencetak gol sebanyak itu? Rasanya tidak.

Jika dibandingkan dengan New York City FC, bisa jadi sebentar lagi pamor mereka akan kalah. NYFC memiliki pemain-pemain menjanjikan dalam diri David Villa dan Frank Lampard (semoga tidak dipinjam lagi). Sedangkan Kaká menjadi pusat perhatian di Orlando City.

Dengan kelahiran NYCFC dan Orlando City ini, sebenarnya MLS akan semakin menarik. Sayangnya mereka harus sibuk mencari fans terlebih dahulu, mengingat mereka adalah tim baru, dan masyarakat AS tdak terlalu peduli dengan sepakbola. Nah, lho!

Beralih ke bagian timur (Eastern Conference), tidak ada banyak kekuatan pemain bintang. Hanya Columbus Crew yang mendatangkan Kei Kamara. Kei siapa? O-kei!

Dari Toronto, Defoe memang telah pergi ke Sunderland, tapi sebaliknya mereka berhasil mendatangkan Jozy Altidore. Kemudian Michael Bradley juga masih tetap bermain untuk tim asal negara Kanada tersebut.

Satu pemain yang ramai dibicarakan mungkin adalah Sebastian Giovinco. Dengan mengejutkannya ia mau bermain di MLS. Terlalu dini? Semoga tidak. Jadi seharusnya Toronto bisa berbuat banyak di musim ini.

Beberapa hal unik mengenai MLS juga pernah kami bahas dalam beberapa tulisan berikut ini:

Cara MLS Menjual Tiket Musiman

Toronto FC Terapkan ‘Sports Science’ Mulai Musim Depan

Analisis Pertandingan dengan Teknologi Paling Canggih di Dunia


Kemudian di Wilayah Barat (Western Conference), LA dan Seattle Sounders sudah menjadi dua kesebelasan langganan lolos ke playoff, dan rasanya tidak akan ada yang berubah untuk musim ini.

Apalagi Los Angeles dikabarkan akan kedatangan pemain-maha-agung, Steven Gerrard, dari Liverpool. Robbie Keane, yang juga pernah bermain bersama gerrad di Liverpool, juga masih ada di LA dan kali ini menjabat sebagai kapten kesebelasan.

Musim ini Galaxy harus ekstra hati-hati terhadap Sounders. Skuat mereka tidak banyak berubah dari musim lalu, masih dihuni oleh Clint Dempsey, Obafemi Martins, dan Osvaldo Alonso.

Pun dengan Sporting Kansas City dan Houston Dynami. Ada Graham Zusi di Kansas dan DaMarcus Beasley di Houston. Bahkan Houston sekarang memiliki manajer Owen Coyle, mantan manajer Liga Primer Inggris lima tahun yang lalu.

Beralih ke urusan di luar lapangan, kali ini MLS akan memiliki cakupan yang lebih luas di televisi nasional mereka. Kita di tanah air juga kemungkinan besar masih akan bisa menikmati tayangan MLS melalui televisi kabel berbayar.

Naiknya cakupan siaran mereka dianggap bisa menyaingi NBA dan akan memasyarakatkan sepakbola yang sebenarnya sudah mendunia.

Musim 2015 MLS ini adalah musim ke-20 MLS. Musim reguler akan berlangsung dari hari ini (06/03) sampai 25 Oktober. Sedangkan babak playoff Piala MLS akan berlangsung dari tanggal 28 Oktober sampai awal Desember.

Selain itu, di tengah musim MLS nanti, atau di akhir musim liga-liga Eropa, akan diadakan kembali MLS All-Star Game. Sejak 2005, MLS All-Star Game selalu diadakan antara kesebelasan MLS All-Star melawan kesebelasan undangan dari liga di Eropa.

Gelaran MLS All-Star Game terakhir berlangsung pada 6 Agustus 2014 ketika MLS All-Star mengalahkan FC Bayern Munich 2-1 di Providence Park, Portland, Oregon.

Untuk memahami persepsi umum masyarakat AS dalam menyambut MLS, berikut kami mengutip salah satu petikan dari pembicaraan antara ayah dan anak yang kami sadur dari Soccer Gods:

"Ayah, apakah Chivas USA sedang ada di surga sekarang?"

"Ya, anakku. Mereka telah pergi untuk bertemu dengan Tampa Bay Mutiny dan Miami Fusion."

"Tapi apa yang akan Los Angeles lakukan sekarang, dengan hanya satu tim MLS di wilayah metropolitan yang luas ini?"

"Jangan khawatir, Nak. Los Angeles FC akan hadir di tahun 2017, Magic Johnson dan Nomar Garciaparra adalah investor mereka."

"Hebat Sekali! Chivas USA siapa, ya?!"


*Tampa Bay Munity dan Miami Fusion bubar pada tahun 2001. Mereka adalah mantan kesebelasan peserta MLS. Chivas USA bubar tahun 2014 lalu, mereka adalah kesebelasan yang bermarkas di LA. Magic Johnson adalah legenda NBA Amerika Serikat, dan Nomar Garciaparra adalah pemain bisbol legendaris AS; dua olahraga ini lebih populer daripada sepakbola di AS.
Baca juga: Suasana Fans Chivas Saat Menghadiri Pertandingan Terakhir Klub Mereka

Sumber: Soccer Gods dan Fox Sports

Komentar