Tujuh Hal yang Dibenci Fans Inggris di Stadion

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Tujuh Hal yang Dibenci Fans Inggris di Stadion

Pernahkah Anda datang ke stadion menyaksikan pertandingan sepakbola? Bukankah itu satu hal yang menyenangkan?

Situs The Sport Bible menuliskan tujuh hal yang biasanya dibenci fans di Inggris, saat mereka datang ke stadion. Namun, sepertinya ini juga sama seperti yang kita rasakan di Indonesia. Berikut kami sarikan untuk Anda.

Half-and-half scarves

Sulit untuk mencari padanan kata untuk istilah tersebut. Yang jelas maksudnya adalah syal yang tidak berisi satu nama kesebelasan, melainkan dua. Ini lazim di pertandingan besar macam final Liga Champions, hingga pertandingan derby. Biasanya, syal tersebut bertuliskan dua kesebelasan yang akan bertanding. Syal tersebut biasanya dijual di luar stadion. Penjaja syal biasanya menawarkan dengan embel-embel “pertandingan penting yang akan mengubah sejarah”.

Bagaimana dengan di Indonesia? Tampaknya syal jenis tersebut tak banyak di jual. Namun, syal yang berwarna warni dengan dua klub atau lebih, banyak ditemukan. Biasanya pendukung dua kesebelasan bersahabat sehingga mereka mengenakan syal macam itu.


Sumber: thesportbible.com

Bagi sebagian orang, menggunakan identitas dua klub yang berbeda, malah memperlihatkan tidak adanya loyalitas. Mereka, yang mengenakannya, seperti mendukung klub lain. Hal ini terlihat wajar, tapi tetap saja mengganggu mata saat dibentangkan di tribun.

Komentator yang Buruk

Bagi thesportbible, Michael Owen adalah salah satu komentator yang buruk. Apalagi jika tim yang didukung kalah. Hal terburuk dari itu semua adalah nada Owen yang mengesalkan dan membosankan. Nada suaranya membuat Anda tertidur. Apalagi ketika ia sudah mulai bicara soal masa jayanya ketika masih bermain.


Sumber: michaelowenonline.co.uk

Di Indonesia, biasanya tidak ada komentator yang secara khusus datang langsung ke stadion. Mereka biasanya bicara dari balik ruangan studio sehingga penonton di stadion tidak akan merasa terganggu.

Harga yang Mahal


Sumber gambar: pikiran-rakyat.com

Liga Primer Inggris dikenal karena harga tiketnya yang mahal. Ini menjadi sorotan bagi fans di sana. Bukan cuma tiket, ternyata barang yang dijual di stadion pun kelewat mahal. Misalnya harga satu gelas bir yang mencapai 4 pounds, walaupun tentu saja bir sudah dilarang di stadion-stadion di Liga Primer. The Sport Bible pun menyarankan Anda untuk tidak mengikutsertakan anak Anda ke stadion. Mengapa? Bisa jadi mereka ngotot untuk dibelikan jersey replika yang harganya bisa mencapai 90 pounds!

Harga tiket untuk tribun paling murah di Indonesia, biasanya tidak pernah lebih dari 50 ribu. Harga tergolong murah tersebut menyesuaikan dengan kualitas tribun stadion dan kualitas pertandingan itu sendiri.

Bagaimana dengan jersey? Jangan hawatir. Anda masih bisa mengajak anak Anda ke stadion. Di luar stadion, penjaja jersey biasanya menawarkan harga mulai dari 40 ribu hingga 70 ribu rupiah, tergantung dari kehebatan Anda dalam menawar. Oya, sebagai informasi, amat jarang penjaja jersey asli dan resmi di stadion.

Jeda Internasional

Dengan kualitas kompetisi sekelas Liga Inggris, para pemain terbaik ada di sana. Jeda kompetisi internasional berarti mengirim para pemain terbaik di klub untuk bermain di timnas. Suporter Inggris sendiri, seperti ditulis The Sport Bible, merasa pertandingan timnasnya tidak menghadirkan banyak suporter karena yang dihadapi hanyalah San Marino dan Estonia. Itu pun dengan tempo yang amat lambat.


Sumber gambar: fansbetting.co

Hal serupa sama saja dengan yang terjadi di Indonesia. Jeda pertandingan internasional akan membuat kosong hati suporter di daerah. Mengapa? Karena timnas biasanya bermain di Jakarta. Sama seperti dengan timnas Inggris. Timnas Indonesia pun biasanya memiliki lawan tanding yang itu-itu saja. Ya kalau tidak Timor Leste, ya Suriah.

Wasit

Wasit menjadi “hiburan” paling menyenangkan di stadion. Mengapa? Karena apapun yang Anda katakan bisa saja memengaruhi sang pengadil di lapangan. Setidaknya teriakkan ketidakpuasan Anda didengar langsung oleh wasit.

Dibandingkan dengan mereka yang menyaksikan di televisi, para penonton di stadion akan merasakan ketidakadilan wasit di lapangan. Ini bisa jadi karena tidak adanya tayangan ulang sehingga penonton merasa wasit kerap memberikan keputusan yang merugikan.

Meninggalkan Stadium

Hal paling mengesalkan, dan lagi-lagi soal loyalitas, adalah kebiasaan penonton yang meninggalkan pertandingan karena frustasi. Biasanya, tim yang mereka bela kebobolan banyak sehingga para penonton pun memutuskan untuk pulang lebih awal.


Sumber: dailymail.co.uk

Fans Lawan di Tribun

Melihat fans lawan duduk di tribun “milik kita” adalah sesuatu yang mengesalkan. Biasanya, ada area tertentu yang ditetapkan sebagia “Home End” atau tribun khusus tuan rumah. Biasanya akan terjadi kecanggungan yang luar biasa. Kita tidak bisa serta merta mengusir fans lawan. Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melakukan chant sekeras-kerasnya.


Sumber: dailymail.co.uk

Anda belum pernah mengalaminya? Datanglah ke stadion!

Disadur dari: thesportbible.com

Sumber gambar; dailymail.co.uk

Komentar