Charlie Austin: Berjiwa Bocah Namun Berani Mati

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Charlie Austin: Berjiwa Bocah Namun Berani Mati

Baru setengah tahun Charles "Charlie" Austin menjalani kehidupan sebagai pemain profesional di kasta tertinggi liga sepakbola Inggris, namun The Telegraph menyebut karirnya yang sedang menanjak sebagai kisah paling inspiratif di Premier League sepanjang tahun 2014. Wajar memang, mengingat Austin sudah berhasil mencetak sebelas gol dari lima belas pertandingan pertamanya di liga (yang katanya) terbaik di dunia.

Arsène Wenger, manajer Arsenal sekaligus sosok pembawa banyak perubahan ke Premier League, berpendapat bahwa kosah Austin adalah adalah bukti bahwa bahkan di Inggris saja masih banyak pemain yang tidak mendapatkan cukup perhatian walaupun mereka memiliki cukup kualitas untuk berlaga di Premier League.

Pendapat Wenger tidak sepenuhnya benar.  Faktanya, Austin pun masih sering mempertanyakan kelayakan dirinya sendiri; mempertanyakan kualitas yang ia miliki. Meroket dari kasta kesembilan ke Premier League dalam jangka waktu lima tahun masih membuat pemain berusia 25 tahun tersebut terkejut.

“Sebagai seorang penyerang yang naik dari non-league ke the Championship lewat League One dalam jangka waktu yang relatif singkat, saya selalu menjalani tantangan berikutnya tanpa benar-benar tahu apakah saya cukup baik untuk peningkatan ini,” ujar Austin kepada FourFourTwo.

Namun rasa ragu mengenai kemampuan diri sendiri bukanlah hal buruk bagi Austin. Justru hal tersebut banyak membantu dalam keberhasilannya. Pertanyaan mengenai kelayakan diri tersebut membuat Austin menjadi sosok yang tidak pemilih. Seperti apapun kesempatan yang ia miliki, ia akan memanfaatkannya – persis seperti kutipan terkenal dari Bob Paisley: “Jika Anda berada di dalam kotak penalti dan tidak tahu apa yang harus Anda lakukan terhadap bola, sarangkan saja bolanya di dalam gawang dan kita akan mendiskusikan pilihannya nanti.”

Sedikit banyak, kebiasaan Austin untuk memanfaatkan semua peluang yang ia miliki memiliki hubungan gaya mainnya yang sederhana. “Sangat mudah untuk membuat segalanya menjadi rumit ketika sepakbola sebenarnya adalah permainan yang sangat sederhana,” ujar pemain asal Hungerford ini memberikan pandangannya mengenai sepakbola.

“Sebagai seorang penyerang, Anda memiliki tugas untuk mencetak gol sehingga Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki peluang untuk melakukan hal tersebut,” lanjut Austin. Ia juga menekankan pentingnya sikap berani mati untuk mencetak gol. Berada di dalam kotak penalti saja tidak cukup, menurutnya.

Selain dua rahasia tersebut, Austin juga menegaskan arti penting kerja keras sebagai pembentuk rasa percaya diri dan kemauan untuk belajar dari siapapun yang lebih berpengalaman. Juga, Austin memiliki satu rahasia umum yang diketahui oleh banyak orang namun seringkali terlupakan: bermain dengan semangat anak-anak.

“Jika Anda tidak hati-hati, Anda dapat kehilangan tujuan yang sedari awal membuat Anda bermain sepakbola,” ujar Austin. Pemain yang sempat menghidupi dirinya sebagai buruh bangunan ini sendiri sempat kehilangan semangat jiwa muda yang membuatnya bermain sepakbola, hingga Sean Dyche (manajernya semasa di Burnley) membuat Austin kembali menemukan semangat yang dahulu pernah ia miliki.

Komentar