Menjual Messi bersama Loew dan Pellegrini

Cerita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Menjual Messi bersama Loew dan Pellegrini

Kebanyakan orang tidak suka jika dibanding-bandingkan dengan orang lain. Lebih banyak lagi orang yang merasa tidak suka ketika disebut tidak lebih baik dari sosok tertentu. Namun Lionel Messi begitu istimewa sehingga ketika namanya dijadikan pembanding, sosok yang diperbandingkan malah mampu menyentuh langit.

Cara tersebut pernah berhasil dipraktekkan oleh Joachim Löw – pelatih kepala tim nasional Jerman – dan nampaknya sedang berusaha diterapkan oleh Manuel Pellegrini, manajer Manchester City, kepada Sergio Agüero.

Kisah keberhasilan Löw dalam “menjual” nama Messi terjadi pada pertandingan final Piala Dunia 2014. Kala itu Löw melakukannya untuk memberi motivasi kepada Götze, yang ia harap dapat menjadi pemecah kebuntuan dan penentu kemenangan. “Tunjukkan pada dunia bahwa kamu lebih baik dari Messi dan kamu dapat menjadi penentu juara Piala Dunia,” ujar Löw kepada Götze, yang pada akhirnya benar-benar menjadi pencetak gol kemenangan Jerman.

Kalimat motivasi yang diucapkan oleh Löw begitu sederhana namun terbukti sangat ampuh. Sesederhana dan seampuh ucapan Sir Alex Ferguson kepada para pemain Manchester United di ruang ganti, ketika turun minum pada pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Pep talk legendaris tersebut dikisahkan oleh Roy Keane.

Keane tidak secara spesifik menyebutkan kapan pertandingan itu berlangsung. Namun secara kebetulan, karir Keane sebagai pemain bertepatan dengan masa-masa sulit untuk Tottenham. “Lads, it’s Tottenham,” ujar Fergie kepada para pemain United yang pada babak pertama hari itu terlihat kesulitan walaupun hanya bermain melawan Tottenham.

Sama seperti Löw, Pellegrini juga menjual Messi untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. “Saya tidak merasa bahwa ia lebih baik ketimbang Cristiano atau Messi,” ujar Pellegrini mengenai Agüero, sebagaimana diwartakan oleh Manchester Evening News. “Namun ia pasti sangat dekat dengan keduanya karena ia memiliki semua syarat untuk menjadi pemain terbaik dunia,” lanjut manajer asal Chile tersebut.

Agüero adalah salah satu kunci keberhasilan City musim ini. Tepat setengah dari jumlah gol yang berhasil dicetak oleh City di Premier League saja tercatat atas nama Agüero. Di Champions League, kesuksesan Agüero mencetak tiga gol ke gawang FC Bayern München menjaga peluang City untuk lolos dari fase grup tetap hidup.

Agüero sudah pernah dan akan selalu menjadi penyelamat City – kasus paling termahsyur tentu saja gol ke gawang Queens Park Rangers pada pertandingan terakhir Premier League musim 2011/12; gol penentu keberhasilan City menjadi juara Premier League untuk kali pertama. Namun itu saja jelas tidak cukup. Setidaknya bagi Pellegrini.

Agüero tak boleh hanya menjaga level penampilannya saja; ia harus meningkatkannya. Karenanya, Pellegrini terang-terangan meminta Agüero untuk menjadi lebih baik dari Messi, untuk menjadi pemain terbaik di dunia.

Kalaupun pada akhirnya Agüero tidak berhasil secara resmi mengalahkan Messi, City tidak akan rugi. Target yang dibebankan kepada Agüero sangat tinggi sehingga walaupun ia gagal memenuhinya, ia akan tetap berhasil membawa City ke tempat terhormat.

Izinkan saya meminjam buah pemikiran seorang penulis ternama Amerika Serikat, Les Brown: “Shoot for the moon. Even if you miss, you’ll be among the stars.”

Komentar