10 Kegagalan Tottenham Hotspur di Liga Inggris

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

10 Kegagalan Tottenham Hotspur di Liga Inggris

Banyak yang bilang sepakbola bisa menjadi apa saja. Bisa menjadi medium persahabatan, persamaan ras, suku, agama, dan lainnya. Namun, di atas lapangan, sepakbola selalu bicara soal kemenangan. Mereka yang menang selalu diliputi kebahagiaan lebih.

Kegagalan untuk menang—baik itu kalah atau seri—kerap menyisakan cerita sendiri. Ada gundukan kekesalan dan penyesalan dari dalam diri pemain, staf, dan penggemar.

Rasa-rasanya sejak Liga Inggris dikemas dengan nama “Premier League” pada 1992, Tottenham Hotspur seperti sulit mengerek prestasi. Untuk tim yang memiliki rival sekelas Arsenal, Tottenham masih jauh di belakang soal urusan prestasi.

Berdasarkan catatan, Tottenham hanya dua kali menggondol trofi Piala Liga pada musim 1998/1999 dan 2007/2008. Tottenham memang berhasil meraih delapan kali juara Piala FA. Namun, musim 1990/1991 merupakan yang terakhir bagi The Lilywhites.

Satu-satunya hal yang menyenangkan dari Tottenham Hotspur adalah stabilitas permainan yang mereka tunjukkan sejak musim 2004/2005. Tim yang kini dimiliki Daniel Levy tersebut selalu ada di peringkat 10 besar, kecuali pada musim 2007/2008. Bahkan, mereka mampu menggoyang dominasi “The Big Four” dengan dua kali menempati peringkat empat.

Dengan belum pernah juara, Tottenham setiap tahun seolah menemui kegagalan. Situs whatculture merangkum 10 kegagalan Tottenham Hotspur di Liga Inggris. Berikut kami sarikan 10 kegagalan tersebut.

Manchester United 0-0 Tottenham Hotspur

Mengapa menahan imbang Manchester United bisa disebut kegagalan? Bukankah hal tersebut merupakan sesuatu yang positif?

Melakoni laga setelah tahun baru di Old Trafford, Tottenham seolah memiliki daya baru untuk meraih kemenangan. Rekor tidak pernah menang di Old Trafford sejak 1989 sempat membayangi.

Di menit-menit akhir rasanya pertandingan akan berakhir seri sebelum Pedro Mendes menendang bola hampir dari setengah lapangan. Tendangannya melambung tinggi menuju gawang. Bola sempat dipeluk kiper Roy Carroll, tapi lepas dan masuk sekitar 50 sentimeter dari garis gawang.

Perayaan gol pun seolah tak bermakna karena wasit Mark Clattenburg dan asistennya Rob Lewis tidak mengesahkan gol tersebut. Ya, hasil seri tersebut seolah merupakan sebuah kekalahan bagi Tottenham, karena wasit mencuri dua poin yang seharusnya mereka raih. Mereka pun pulang ke London dengan satu poin saja.



Spurs 0-2 Conventry City

Pertandingan menghadapi Conventry City merupakan partai kandang pertama Spurs dalam format Liga Inggris yang baru. Pertandingan yang dilangsungkan pada 19 Agustus 1992 tersebut sekaligus menjadi kekalahan pertama.

Seharusnya musim tersebut menjadi era keemasan Spurs. Setelah mampu menahan imbang 0-0 Southampton dalam laga tandang, kekalahan tersebut amatlah mengecewakan.



Tottenham Hotspur 0-3 West Ham United

Kekalahan atas West Ham United seolah menjadi titik nadir bagi Tottenham di musim 2013/2014. Sebelum kalah atas West Ham, Tottenham juga kalah oleh rival mereka, Arsenal, empat pekan sebelumnya.

Padahal, pertandingan tersebut menjadi penting untuk menahan posisi Tottenham di peringkat kedua klasemen. Kekalahan atas West Ham membuat posisi Tottenham melorot ke peringkat enam. Sejak saat itu, The Lilywhites tidak pernah lagi merangsek ke tiga besar. Kekalahan ini menjadi makin menyakitkan karena di depan pendukung sendiri.



Manchester City 6-0 Tottenham Hotspurs

Musim 2013 memang tidak terlalu baik bagi Tottenham. Setelah kalah dari Newcastle di London, tim asuhan Andre Villas-Boas dibantai City di Stadion Ettihad. Kekalahan tersebut sekaligus menekan posisi Villas-Boas.



Tottenham Hotspurs 1-5 Manchester City

Di bawah asuhan Villas Boas, Tottenham seolah berjalan merangkak. Kekalahan 6-0 di Ettihad Stadium nyatanya tak menjadi pelecut bagi Hugo Lloris dan kolega. Masih di musim 2013/2014, enam gol kembali tercipta dari pertandingan tersebut, satu untuk Tottenham dan lima untuk City.



Tottenham Hotspurs 4-5 Arsenal

Memiliki rival yang secara prestasi jauh lebih hebat tentu membuat Tottenham akan selalu merasa inferior. Derby London yang terasa panas seolah hanya di permukaan. Pada musim 2004/2005 menjadi musim terakhir Arsenal 49 pertandingan tidak terkalahkan. Jelas, Arsenal menjadi lawan yang teramat sulit dikalahkan.

Bermain di White Hart Lane, Tottenham bergerak cepat. Asa itu muncul setelah Noureddine Naybet mencetak gol pada menit 37. Namun, setelah itu, Arsenal memulai invasinya. Mereka langsung unggul dua gol lewat gol Thierry Henry dan Lauren Etame Mayer pada menit ke-55. Tottenham menyamakan kedudukan pada menit ke-61 lewat gol Jermain Defoe.

Lagi-lagi, Arsenal menembakan peluru lewat gol Patrick Vieira dan Fredrik Ljungberg. Tottenham memperkecil ketertinggalan lewat gol Ledley King pada menit ke-74. Akhirnya Arsenal mengunci kemenangan lewat gol Robert Pires pada menit ke-81.

Sementara itu Tottenham yang berusaha mengejar hanya mampu mencetak gol pada menit ke-88 lewat gol Frederic Kanoute.



Newcastle United 7-1 Tottenham Hotspur

Jelang tahun baru, Tottenham mesti menghadapi Newcastle United di St. James Park. Pertandingan tersebut merupakan salah satu yang terburuk yang pernah dialami Tottenham.

Mereka mesti menghadapi Newcastle yang pada akhir musim menempati peringkat dua di klasemen bersama dengan sang mesin gol Alan Shearer.



Tottenham Hotspur 0-5 Liverpool

Kekalahan memalukan atas Liverpool terjadi pada masa Andre Villas-Boas. Padahal, Tottenham tengah berada pada fase positif setelah kekalahan 6-0 dari Manchester City empat pekan sebelumnya. Tottenham menahan seri Manchester United 2-2 dan dua kali menang 1-2 atas Fulham dan Sunderland dalam pertandingan kandang.

Menghadapi Liverpool di White Hart Lane, penggemar pastilah mengharapkan hasil positif, terutama setelah tiga hasil positif tersebut. Nyatanya Liverpool membantai mereka di kandang sendiri lewat dua gol Luis Suarez, Jordan Henderson, Flanagan, dan Raheem Sterling.



Tottenham Hotspur 3-5 Manchester United

Juara Liga Inggris musim 2000/2001, Manchester United, bertandang ke White Hart Lane pada 29 September 2001 atau musim 2001/2002.

“Kemenangan itu ada di depan mata!” seru pendukung Tottenham, setelah Christian  Ziege mencetak gol. Ya, hingga babak pertama usai, Tottenham telah unggul 3-0 atas sang juara bertahan.

Namun, kemenangan tersebut sirna menjadi kekalahan yang memalukan. Gol yang dicetak Andy Cole, Laurent Blanc, Ruud van Nistelroy, Juan Veron, dan David Beckham, membuat pendukung Tottenham pulang tertunduk. Kekalahan ini amatlah memalukan.



West Ham United 2-1 Tottenham Hotspurs

Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada mempersilakan rival melangkahi posisi di klasemen. Apalagi posisi tersebut amatlah vital karena menyangkut siapa yang lolos ke Eropa.

Kekalahan atas West Ham United di penghujung musim 2005/2006, membuat Tottenham seolah mempersilakan Arsenal melangkahi posisi mereka, dan berhak atas tiket Eropa. Sementara Tottenham harus puas di peringkat ke lima.



Sumber gambar: metro.co.uk

Disarikan dari: whatculture.com

Komentar