Dua Bulan di Dubai, Tim Sepakbola Kamerun Jadi Mualaf

Cerita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

Dua Bulan di Dubai, Tim Sepakbola Kamerun Jadi Mualaf

Selain orang terdekat, lingkungan adalah faktor utama pengubah perilaku seseorang. Lingkungan secara tidak langsung membentuk kepribadian seseorang dalam berpikir dan berperilaku.

Lingkungan pula yang menggetarkan iman 23 pesepakbola Kamerun. Dua bulan latihan di Dubai, Uni Emirat Arab, mereka memutuskan untuk pindah agama. Karena ketenangan dan kedamaian yang hadir dalam Islam, mereka meninggalkan keyakinan awal mereka.

Koran The National melaporkan, 23 pesepakbola yang masih ada di usia 20 tahun-an tersebut mengucap syahadat dua hari sebelum kepulangan ke Afrika. Mereka adalah anggota akademi sepakbola untuk kalangan miskin dan yatim piatu.

Penasehat agama senior di Islamic Affairs and Charitable Activities Department (IACAD), Javeed Khateeb, mengungkapkan mereka yang awalnya Nasrani tersebut tengah mencari keimanan dan pencerahan.

Ketertarikan tersebut tak lepas dari keramahan dan kebaikan masyarakat muslim di Dubai. Mereka pun terkesan dengan cara Muslim berperilaku.

“Mereka adalah pemuda miskin dan kami merangkul mereka seperti saudara,” ujar Khateeb.

Karena keingintahuan lebih dalam soal Islam, mereka pun menghabiskan sehari penuh di IACAD.

“Kami ingin memastikan mereka mengerti segala hal tentang Islam. Banyak pertanyaan mereka mengenai halal dan haram, mengonsumsi alkohol, dan bagaimana Nabi Isa digambarkan dalam Islam,” kata Khateeb, “Sungguh menakjubkan, di usia saat kebanyakan pemuda masih ingin bermain dan bersenang-senang, para pemuda dari Kamerun tersebut telah mencari iman dan pencerahan. “

Menurut Khateeb, ini merupakan kali pertama kelompok dengan jumlah besar ingin memeluk islam. Biasanya, mereka menerima perpindahan agama tersebut dari latar belakang yang berbeda.

Sementara itu, Direktur Jendral IACAD, Dr. Hamad Al Shaibani mengungkapkan, IACAD telah menjadi saksi dari banyak perpindahan agama di UEA. Sejumlah kasus melibatkan para pendatang yang berasal dari beragam negara. Nilai toleransi dan manusiawi yang terdapat dalam prinsip Islam, menjadi faktor perpindahan tersebut.

Dua pemain belum memutuskan untuk pindah agama, tapi mereka ingin lebih dalam lagi mempelajari Islam. Di UEA sendiri, seseorang berhak pindah agama menjadi Islam, tapi tak bisa pindah dari Islam ke agama lain.

Contoh di atas dapat memperlihatkan bagaiamana lingkungan sampai bisa mengubah keimanan satu kelompok. Hal yang baik jika ke depannya memang bisa menunjang kehidupan mereka. Karena seharusnya agama dan keyakinan adalah ranah privat seseorang, yang bukan menjadi bagian utama dalam identitas.

Komentar