Nainggolan dan Kasus Indisipliner

Berita

by redaksi

Nainggolan dan Kasus Indisipliner

Inter Milan resmi menjatuhkan sanksi kepada gelandang mereka, Radja Nainggolan. Sanksi yang diberikan oleh Inter bukannya tanpa alasan, pasalnya pemain yang memiliki darah Indonesia tersebut kedapatan datang terlambat saat sesi latihan Inter pada hari Minggu, (23/12).

Inter Milan menjatuhi sanksi berupa larangan bermain kepada Radja Nainggolan. Saksi tersebut juga memastikan Nainggolan akan absen di pertandingan melawan Napoli, Kamis (27/12). Beberapa media di Italia melaporkan bahwa petinggi Nerazzurri sudah kehilangan kesabaran akibat perilaku “nakal” Nainggolan di luar lapangan.

“Inter Milan memastikan bahwa Radja Nainggolan mendapatkan hukuman larangan untuk beraktivitas di dunia sepakbola selama beberapa waktu. Hukuman tersebut dijatuhkan karena adanya masalah indisipliner,” tulis pernyataan resmi klub.

Meskipun tidak ada penjelasan formal yang diberikan oleh Inter, namun pemain yang mendapatkan julukan “Ninja” tersebut dilaporkan berulang kali datang terlambat ke tempat latihan dalam jangka waktu satu minggu terakhir.

Selain memberikan sanksi berupa larangan bermain kepada Nainggolan, Inter juga mewajibkan sang pemain untuk membayar denda sebesar 100 ribu euro. Ini adalah bentuk peringatan yang Inter lakukan untuk memperbaiki perilakunya. Bahkan menurut laporan Football Italia, Inter tidak segan untuk melego Nainggolan jika kejadian tersebut terulang kembali.

Direktur baru Inter Milan, Beppe Marotta, adalah sosok yang memutuskan hukuman untuk Nainggolan. Pria yang sebelumnya bekerja untuk Juventus itu berupaya membawa kedisiplinan yang sama seperti apa yang dirinya terapkan di Juventus seperti saat menghukum Leonardo Bonucci. Bonnuci saat itu bersitegang dengan Massimilliano Allegri menjelang pertandingan kontra Palermo di Serie A. Beppe tidak segan untuk memberikan sanksi kepada pemain bintang yang dia miliki.

Dalam beberapa minggu terakhir, nama Nainggolan memang menjadi sorotan beberapa media di Italia, seperti Football Italia dan La Stampa. Nainggolan mendapatkan sorotan tersebut karena kerap kali menghabiskan malam di klub malam bersama teman-teman maupun istrinya.

Radja Nainggolan juga dilaporkan telah menjadi korban penipuan oleh kawanan gangster sebesar 150 ribu euro saat sedang berada di kasino. Secara lebih lanjut menurut media Italia, La Stampa, Nainggolan sempat mendatangi kantor polisi ditemani oleh salah satu tokoh Inter untuk meminta bantuan agar polisi melacak siapa yang memalsukan ceknya hingga 150 ribu euro tersebut. Namun, selama proses pemeriksaan buku ceknya, mereka menemukan bahwa Nainggolan sendiri lah yang telah menuliskannya di salah satu kasino yang terletak di Montecarlo pada Agustus lalu.

Polisi diyakini telah menemukan rekaman video CCTV dan telah mendeteksi gangster yang menyalin cek pemain berusia 30 tahun tersebut. Gengster tersebut diyakini berasal dari kota Roma.

Mantan pemain AS Roma itu memang tidak sungkan untuk memamerkan gaya hidupnya yang sering melakukan pesta-pesta meriah. Saat merayakan pesta pergantian tahun beberapa waktu lalu, Roma (klubnya saat itu) pernah memberikan Nainggolan sanksi tegas terkait tingkah lakunya. Nainggolan kedapatan merokok dan mabuk-mabukkan lalu mengunggah perilaku tersebut ke dalam akun media sosialnya.

Atas kejadian tersebut, Nainggolan harus menerima konsekuensi bahwa dirinya dicoret dari skuat Roma ketika hendak berhadapan dengan Atalanta. Selain dicoret dari daftar skuat, Nainggolan harus menerima denda sebesar 100 ribu euro.

"Ini berhubungan dengan sebuah cara berperilaku yang harus konsisten bagi setiap pemain yang mewakili Roma. Mereka yang membuat kesalahan harus rela membayarnya, karena hal-hal semacam ini tidak dapat diterima dan siapapun yang melanggar batas setidaknya harus membayarnya dengan cara yang sama,” ucap Di Fransisco saat itu seperti dilansir dari Football Italia.

Sikap tempramental dan kurang disiplin nampaknya seperti sebuah hal yang akrab dengan Nainggolan. Dirinya pernah berdebat di ruang ganti dengan Marco Landucci, asisten manajer Allegri, setelah pertemuan Juventus dengan Roma pada Desember 2017. Lalu pada Agustus lalu, Nainggolan pernah memberikan jawaban yang pedas kepada penggemar karena menanyakan mengapa dirinya masih berada di klub malam hingga dini hari. Saat itu Nainggolan yang sedang bersama istrinya malah mengacungkan jari tengah kepada mereka yang memintanya untuk pulang dari klub malam.

Kabar lain juga menyebutkan bahwa ada unsur konflik yang terjadi antara Roberto Martinez dan Nainggolan menyusul tidak disertakan nama pemain tersebut dalam skuat Belgia di Piala Dunia 2018. Saat itu, Nainggolan secara terang-terangan mengkritik Martinez di depan awak media karena sang juru taktik menilai dirinya tidak memiliki sebuah kedisiplinan.

“Dia mencoba menghubungi saya satu jam sebelum pengumuman skuat. Dia (Martinez) berpikir saya tidak akan fokus membela Belgia di Piala Dunia nanti. Saya ingin meledak saat mendengar ucapan tersebut,” ujar Nainggolan dikutip Goal. "Saya memang kadang merokok, dan saya memang dicoret karena alasan tersebut. Tetapi saya selalu memberikan 120 persen dari kemampuan yang saya miliki."

“Martinez berkata bahwa saya sering terlambat datang ke sesi latihan, tetapi perlu diketahui bersama bahwa saya bukanlah satu-satunya pemain yang seperti itu,” tutup Nainggolan.

Martinez membantah segala tuduhan yang alamatkan kepadanya. Menurut pelatih berusia 45 tahun tersebut, alasannya untuk tidak membawa Nainggolan murni karena alasan teknis.

"Itu adalah pekerjaan dari seorang pelatih tim nasional. Akan jauh lebih mudah untuk melakukan pemilihan dengan cara berbeda. Apalagi, saya harus memanggil nama-nama besar,” ujarnya kepada Proximus Sports. "Kami telah mencoba Radja untuk bermain di posisi nomor 10 saat menghadapi Rusia, Republik Ceko, dan Yunani, tetapi tidak pernah berhasil. Radja adalah jenis pemain yang tidak sesuai dengan peran itu."

“Di setiap negara, Anda akan menemukan beberapa pemain yang tidak mengerti mengapa mereka tidak dimasukkan ke dalam tim. Sebagai contoh, mengapa Fabregas tidak terpilih di tim Spanyol. Hal terberat bagi pelatih adalah menemukan keseimbangan dalam tim," ujarnya mengakhiri.

Radja Nainggolan didatangkan dari AS Roma dengan mahar sebesar 38 juta euro dan disodorkan durasi kontrak selama empat tahun. Sejauh ini dirinya sudah tampil dalam 15 pertandingan bersama Inter dan telah mencetak tiga gol.

foto: Gianluca Di Marzio

[kim/ar]

Komentar