Yangon United adalah Mimpi Buruk Bali United

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Yangon United adalah Mimpi Buruk Bali United

Yangon United tak ubahnya mimpi buruk bagi kiprah Bali United di Piala AFC 2018. Dua kali bertemu di fase grup, dua kali pula Bali United koyak dari wakil Myanmar itu. Yangon tidak hanya menjadi kesebelasan yang memberikan kekalahan pertama dalam debut Bali United di Piala AFC, namun juga menjadi kesebelasan yang menyingkirkan Serdadu Tridatu dari kompetisi strata dua Asia itu.

Pertemuan pertama Bali United dan Yangon terjadi pada 13 Februari lalu dalam partai pembuka Grup H Piala AFC 2018. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta itu, secara mengejutkan Bali United kalah 1-3.

Kekalahan pertama Bali United dari Yangon di, laga pembuka Grup H Piala AFC, mungkin bisa dianggap wajar. Kondisinya kala itu, selain fokus di Piala AFC, Serdadu Tridatu juga tengah bersiap menghadapi Sriwijaya FC di leg kedua semifinal Piala Presiden 2018.

Alhasil, saat berhadapan dengan Yangon, Bali United tampil dengan skuat lapis kedua. Akibatnya, Bali United kepayahan menghadapi gempuran tim tamu yang tampil dominan sepanjang laga. Bali United pun menyerah 1-3 dari Yangon.

Pada Rabu (11/4) di Thuwanna YTC Stadium, Bali United kembali bersua Yangon di matchday kelima Grup H Piala AFC. Bagi Bali United, pertandingan tersebut tak ubahnya laga hidup-mati. Bisa atau tidaknya mereka lolos ke fase gugur ditentukan di pertandingan tersebut. Kiprah Bali United di Piala AFC tak terlalu bagus.

Dari empat pertandingan yang dilakoni, Bali United hanya mampu meraih satu kemenangan—atas FLC Than Hoa. Sisanya berakhir imbang dan kalah. Di klasemen sementara, Bali United pun menepati posisi dua dengan lima poin, tertinggal empat angka dari Yangon yang menduduki posisi puncak.

Sadar butuh kemenangan untuk membuka harapan lolos dari fase grup, Bali United pun langsung tampil menyerang sejak awal laga. Serdadu Tridatu terus mencecar pertahanan Yangon hingga pada menit ke-11 Ilja Spasojevic membawa Bali United unggul 1-0. Intensitas serangan Bali United tak menurun setelah unggul. Hasilnya, pada menit ke-36, Bali United memperlebar keunggulan menjadi 2-0 melalui gol yang dicetak Nyoman Sukarja.

Tertinggal dua gol, Yangon meningkatkan intensitas serangan mereka. Hasilnya, sebelum turun minum mereka mampu memperkecil kedudukan menjadi 1-2 melalui gol yang dicetak Maung Maung Lwin di menit ke-44. Skor tersebut bertahan hingga akhir babak pertama. Bali United setidaknya masih berada di atas angin. Kans lolos ke fase gugur Piala AFC masih terbuka bagi mereka, andai mampu mempertahankan keunggulan.

Tapi, yang terjadi kemudian justru sebaliknya. Gol yang dicetak Yangon di penghujung babak pertama mengubah momentum permainan, dan di babak kedua, pasukan Myo Min Tun tampak lebih percaya diri.

Yangon semakin gencar mencecar jantung pertahanan Bali United. Pada menit ke-58, Yangon berhasil menyamakan kedudukan melalui Emmanuel Ikechukwu. Bali United kemudian tak bisa berbuat banyak, tampak Yangon semakin dominan. Hingga akhirnya, Sekou Sylla membawa Yangon berbalik unggul 3-2 melalui gol yang dicetaknya pada menit ke-73.

Nahas bagi Bali United, skor tersebut bertahan hingga laga usai. Mimpi Bali United lolos ke fase gugur Piala AFC 2018 dipastikan sirna akibat kekalahan dari Yangon. Meski, mereka masih memiliki sisa satu pertandingan lagi, melawan Global Cebu FC pada 25 April mendatang, namun apapun hasil yang diraih Bali United di laga tersebut takkan berdampak apa-apa bagi nasib mereka.

Sementara bagi Yangon, kemenangan tersebut membuat Yangon kokoh di puncak klasemen Grup H dengan 12 poin. Bisa dipastikan, Yangon lolos ke fase gugur Piala AFC 2018. Raihan poin Yangon sudah tidak akan lagi bisa dikejar oleh para pesaingnya, meski pada pertandingan terakhir menghadapi Thong Hoa, Yangon menelan kekalahan.

Komentar