Pressing Ketat Persib Buat Mitra Kukar Kewalahan

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Pressing Ketat Persib Buat Mitra Kukar Kewalahan

Persib Bandung akhirnya memetik kemenangan di ajang Liga 1 Indonesia 2018. Menghadapi Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (8/4), Persib menang 2-0. Dua gol kemenangan Maung Bandung masing-masing dicetak Jonathan Bauman di menit ke-53 dan Oh In-Kyun pada menit ke-61.

Bagi Persib, kemenangan ini seolah mengulang memori mereka di Liga 1 2017. Musim lalu, Persib juga baru mencatatkan kemenangan perdananya di kompetisi saat memasuki pekan ketiga. Bedanya, di Liga 1 2017 Persib melalui dua pertandingan awal dengan hasil imbang saat berhadapan dengan Arema FC (0-0) dan PS TNI (2-2). Sementara di Liga 1 2018, dalam dua laga pertamanya Persib satu kali imbang dan satu kali kalah.

Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, mengaku bangga dengan kinerja anak asuhnya di lapangan. Pelatih berkebangsaan Argentina itu girang bukan hanya karena hasil akhir pertandingan. Lebih dari itu, Gomez menilai bahwa timnya menunjukkan performa meningkat dibandingkan dua laga sebelumnya—menghadapi PS. Tira (1-1) dan Sriwijaya FC (1-3).

Dalam beberapa aspek, terlihat perkembangan yang ditunjukkan Persib saat berhadapan dengan Mitra Kukar. Dari sisi produktivitas, dua gol berhasil dicetak Persib di laga melawan Mitra Kukar. Berbeda dengan dua laga sebelumnya, Maung Bandung hanya mampu mencetak satu gol. Selain itu, Maung Bandung juga akhirnya bisa mencatatkan nirbobol; dalam dua pertandingan sebelumnya gawang mereka selalu kebobolan.

“Saya pikir kami bermain dengan baik di pertandingan ini. Saya bangga dan senang dengan penampilan para pemain di lapangan. Pada babak pertama, kita sebenarnya bisa membuat dua sampai tiga gol karena kami memiliki empat sampai lima peluang matang. Itu hal yang bagus untuk kinerja lini depan. Tidak hanya itu, pertahanan kami juga bekerja sangat bagus, dan semua pemain di pertandingan ini bekerja dengan baik,” kata Gomez seusai pertandingan.

Kendati demikian, Gomez mengingatkan agar anak asuhnya tak larut dalam kegembiraan setelah mengalahkan Mitra Kukar. Perjalanan masih terbentang panjang. Masih banyak lawan tangguh yang akan dihadapi Persib ke depannya. Supardi Nasir dan kawan-kawan masih perlu meningkatkan performa untuk menjaga konsistensi.

“Kami main di kandang dan sangat membutuhkan kemenangan. Kemarin, kami hanya punya satu poin dan sekarang menjadi empat, yang seharusnya sembilan. Tapi tidak apa-apa. Kami boleh menikmati kemenangan ini, namun besok kami harus mulai kembali pikirkan pertandingan selanjutnya. Sebab di laga Sabtu nanti, lawan kuat (Arema FC) sudah menanti,” tegas Gomez.

Di sisi lain, pelatih Mitra Kukar, Rafael Berges, mengakui bahwa timnya pantas kalah dari Persib. Pelatih berkebangsaan Spanyol itu mengatakan timnya tampil buruk di laga tersebut. Meski unggul dari segi penguasaan bola (57 persen berbanding 43 persen), tapi Naga Mekes tampil kurang efektif, terutama dalam upaya mengancam gawang Maung Bandung.

Pressing ketat yang diterapkan Persib sejak awal laga membuat Mitra Kukar kewalahan saat mereka berupaya merancang serangan. Rapatnya barisan pertahanan Persib juga membuat Naga Mekes kesulitan menemukan ruang untuk merangsek ke area pertahanan Maung Bandung.

Alhasil, dominasi permainan pun menjadi milik Persib. Maung Bandung menciptakan banyak peluang. Total, ada 13 tembakan yang dilepaskan Persib dengan dua di antaranya berbuah gol. Sementara Mitra Kukar, hanya memiliki enam tembakan, dengan hanya dua yang tepat sasaran.

“Opini saya soal pertandingan tadi, saya pikir Persib Bandung memang bermain lebih baik daripada Mitra Kukar. Persib lebih kompetitif dan bekerja lebih keras di pertandingan. Dua tim bertanding dan satu tim yang bermain lebih baik yang menang. Hari ini kami memang tidak bermain dengan bagus dan kami tadi tidak menunjukkan diri sebagai tim yang kompetitif,” kata Berges.

Mitra Kukar bukan tanpa upaya untuk membalikkan keadaan. Beberapa perubahan coba dilakukan Berges di babak kedua, salah satunya dengan memasukkan Septian David Maulana, Arif Suyono, dan Rifan Nahumaruri untuk menambah daya gedor. Namun, situasi tetap tak berubah dan, Mitra Kukar pun menelan pil pahit dalam lawatannya ke Bandung.

“Dalam pikiran saya, kami menerima pressing dengan intensitas yang tinggi dari Persib hingga membuat kami kesulitan. Pada kesempatan ini, saya berpikir (Septian) David punya kemampuan untuk mengubah situasi itu. Tapi, ketika dia masuk, Persib sudah unggul dan sulit untuk dia membuat perbedaan,” sambung Berges.

Komentar