Adam Alis Tak Pikirkan Persaingan di Lini Tengah Sriwijaya FC

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Adam Alis Tak Pikirkan Persaingan di Lini Tengah Sriwijaya FC

Adam Alis merupakan pemain terbaik Piala Presiden 2017. Tahun lalu, di turnamen pra-musim itu, Adam Alis menjadi motor serangan Arema dari lini tengah. Penampilan impresifnya itu, turut mengantar Singo Edan menjuarai Piala Presiden 2017. Dalam nominasi pemilihan pemain terbaik di ajang tersebut, Adam Alis mengalahkan sembilan kompetitor seperti Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra (Arema FC), Dirkir Krohn Gay, hingga Reinaldo Elias da Costa (Borneo FC).

Sayangnya di ajang Liga 1 2017, Adam Alis gagal mengantar Arema berjaya. Pada akhir kompetisi, "Singo Edan" finis di urutan sembilan. Meski begitu, Adam Alis tetap menjelma sebagai sosok penting di barisan tengah Arema FC dengan mencatatkan 31 penampilan, serta menghasilkan satu gol dan tujuh asis.

Menuju kompetisi 2018, Adam Alis tak lagi merumput bersama Arema. Ia memilih hijrah ke Sriwijaya FC. Penampilannya bersama "Laskar Wong Kito" bisa disaksikan di ajang Piala Presiden 2018. Pemain terbaik Piala Presiden 2017 itu mengaku tidak terlalu berambisi untuk mempertahankan prestasi individu di ajang tersebut, paling penting baginya adalahSriwijaya FC bisa mengasah kekompakan.

"Buat saya pribadi, inginnya memberikan yang terbaik untuk tim ini. Apalagi sekarang ini kita banyak pemain baru. Mudah-mudahan dari turnamen ini kita bisa menguji kekompakan kita. Target, saya tidak terlalu muluk-muluk paling penting setiap pertandingan kita berusaha memenangkan pertandingan," katanya saat ditemui di Hotel Grand Tjokro, Kota Bandung, Senin (15/1).

Dalam masa persiapan menuju Liga 1 2018, selain Piala Presiden, Sriwijaya FC pun telah melakukan beberapa uji tanding menghadapi kesebelasan lokal. Terakhir, "Laskar Wong Kito" melakoni laga uji tanding menghadapi Bekasi Selection. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Patriot Chandrabaga itu, Sriwijaya menang dengan skor telak 7-0.

Dari serangkaian uji tanding yang dilakoni bersama Sriwijaya FC, Adam Alis mengaku lambat laun dirinya sudah mengerti strategi yang ingin diterapkan pelatih. Lebih dari pada itu, pemain kelahiran Jakarta, 19 Desember 1993 itu pun merasakan chemistry yang terjalin dengan pemain Sriwijaya FC lainnya mulai terbentuk.

Mengasah hubungan antar pemain menjadi salah satu fokus utama Sriwijaya FC dalam masa persiapan sebelum Liga 1 2018. Maklum, "Laskar Wong Kito" melakukan perombakan besar-besaran di sektor komposisi pemain. Kurang lebih, dalam upaya mengonsolidasi kekuatan sebelum berkompetisi di Liga 1 2018, Sriwijaya FC telah mendatangkan 14 pemain baru. Adam Alis termasuk di dalamnya.

"Alhamdulillah ada peningkatan yang bagus ditunjukkan buat Piala Presiden sudah persiapan bagus apalagi kita sudah beberapa kali uji tanding. Secara keseluruhan, saya merasa kalau chemistry dengan pemain lain sudah lumayan bagus sampai sekarang. Sudah mulai mengenal dan mengerti keinginan masing-masing di lapangan," terangnya.

Sementara menyoal persaingan di lini tengah, Adam Alis mengaku tak khawatir dan menganggap persaingan adalah hal yang lumrah dalam kesebelasan. Untuk mendapat tempat utama di lini tengah Sriwijaya FC, Adam Alis harus bersaing dengan beberapa nama seperti Makan Konate, Vizcara, Rachmad Hidayat, Yu Hyun-Goo, Syahrian Abimanyu, Zulfiandi, hingga Ichsan Kurniawan. Adam Alis menambahkan, persaingan akan berimbas positif bagi tim, karena memiliki komposisi pemain yang kompetitif.

“Masalah persaingan saya tidak ada masalah. Saya pikir kan bagus juga buat tim lebih kompetitif. Sebab dengan banyaknya pemain kita harus bersaing merebut posisi inti. Tapi kalau pilihan pemain inti kan tergantung pelatih. Kalau pun tidak dipasang pelatih saya tidak masalah. Terpenting harus selalu siap buat tim, harus seratus persen siap jika dibutuhkan,” tukasnya.

Komentar