Gerak Cepat PSM, Bali United, dan Madura United Sambut Musim Baru

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Gerak Cepat PSM, Bali United, dan Madura United Sambut Musim Baru

Liga 1 Indonesia 2017 baru saja berakhir pada Minggu (12/11) kemarin. Meski baru beberapa hari kompetisi resmi sepakbola Indonesia itu ditutup, namun Madura United, PSM Makassar dan Bali United tampak sigap untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi musim depan.

Madura United dikabarkan sudah mendapatkan enam amunisi baru dalam persiapannya menghadapi Liga 1 musim depan. Dari enam pemain yang kabarnya sudah resmi menjadi bagian dari skuat Laskar Sappeh Kerrab itu, baru satu nama yang identitasnya diungkapkan manajemen Madura United, dia adalah Satria Tama yang boyong dari Persegres Gresik United.

Satria Tama mungkin menjadi salah satu pembelian potensial di pos penjaga gawang Madura United menuju musim depan. Meski di level klub penampilannya tidak terlalu menonjol, tapi Satria mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu penjaga gawang dengan kualitas mumpuni di Indonesia, kala membela timnas Indonesia U-22 di ajang SEA Games 2017 lalu.

Penampilan Satria Tama di bawah mistar menuai pujian, karena banyak penyelamatan yang dilakukan untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan. Kehadiran Satria Tama, mungkin bisa menjadi solusi dari rapuhnya lini pertahanan mereka. selama musim lalu, Madura sudah kebobolan 44 gol, jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan klub-klub lain yang berstatus sebagai kesebelasan penghuni lima besar di klasemen akhir Liga 1.

“Kami sudah mendapatkan enam pemain termasuk Satria. Satria kami kontrak dua musim. Satria sudah bukan bagian dari Gresik lagi. Kalau lima lainnya masih terikat kontrak dengan klubnya,” kata Manajer Madura United, Haruna Soemitro, seperti dilansir dari halaman resmi klub.

Selain Satria, kabarnya satu pemain anyar lainnya dipastikan merapat ke Madura United adalah Alfath Fathier. Kemudian kabar juga berembus bahwa Madura United saat ini tengah mengincar Andik Vermansyah untuk mengonsolidasi kekuatan pada musim depan.

Berbeda dengan Madrua United, belum ada kabar pemain anyar yang akan didatangkan PSM dan Bali United pada musim depan, namun dua kesebelasan penghuni papan atas di kompetisi musim lalu itu sudah mulai bergerak mengonsolidasi kekuatan dengan memagari beberapa pemain andalannya pada musim lalu agar tak tergoda pindah ke klub lain.

PSM resmi memperpanjang durasi kontrak Willem Jan Pluim dan Marc Anthony Klok. Klok akan mengabdi bersama PSM hingga 2019. Sementara Pluim akan bermain bersama PSM hingga 2021 mendatang. Pluim sendiri pada awal musim 2017/2018 lalu sebenarnya sudah terikat kontrak hingga 2019.

Diperpanjangnya kontrak Pluim dan Klok tak lepas dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh manajemen dan tim pelatih terhadap kinerja para pemain asing PSM. Selama Liga 1 Pluim dan Klok memang menjadi andalan lini tengah Pasukan Ramang, posisi keduanya bisa dibilang tak tergantikan. Bila tidak ada halangan yang memaksa keduanya absen, maka tempat utama di barisan tengah akan diberikan Pelatih Robert Rene Albert kepada dua pemain tersebut.

Pluim selama musim lalu sudah tampil dalam 32 pertandingan, sebagai gelandang serang ia tidak hanya berkontribusi sebagai distributor bola untuk barisan depan saja, namun Pluim juga terkenal sebagai gelandang dengan insting mencetak gol. Total 12 gol ia sumbangkan sepanjang musim lalu, torehan tersebut membuatnya bersama Ferdinand Sinaga menjadi pencetak gol terbanyak PSM. Selain itu dari 32 penampilannya, Pluim juga menorehkan sembilan asis.

Sementara Klok, perannya memang berbeda dengan Pluim. Di lini tengah, Klok bertugas untuk menjaga ke dalaman. Tapi Klok lebih berperan sebagai gelandang box-to-box artinya ia hanya tidak hanya bertanggung jawab pada sektor pertahanan saja, tapi juga berperan penting dalam pendistribusian bola ke depan.

Saat bertahan, Klok lugas dalam mengantisipasi alur serangan lawan melalui tekel dan intersep yang dilakukannya. Dilansir dari situs Liga-Indonesia, persentase tekel bersih Klok mencapai 51 persen, lebih tinggi dari gelandang bertahan Bhayangkara FC, Lee Yoo Joon dengan 48 persen.

Selain Klok dan Pluim, PSM sebenarnya masih memiliki dua pemain asing lainnya, Steven Paulle dan Pavel Purishkin. Paulle sepertinya masih akan bertahan bersama Pasukan Ramang karena kontraknya masih tersisa satu tahun lagi, sementara Purishkin kariernya dipastikan berakhir bersama PSM, karena kontraknya yang habis pada akhir musim ini tidak diperpanjang manajemen.

Bali United juga melakukan hal yang sama dengan PSM. Klub berjuluk Serdadu Tridatu itu memberikan perpanjangan kontrak berdurasi tiga tahun kepada Irfan Bachdim yang dinilai memiliki kontribusi apik untuk mengangkat Bali United ke papan atas pada akhir kompetisi Liga 1 2017.

Selama musim lalu, Irfan tampil dalam 30 pertandingan dengan torehan sembilan gol dan 10 asis. Catatan tersebut membuat Irfan berada diperingkat dua daftar pencetak gol terbanyak Bali United, di bawah Sylvano Comvalius yang menorhkan 37 gol selama musim lalu.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, mengungkapkan bahwa selain kualitas, faktor lain yang membuat pihaknya memberikan perpanjangan kontrak kepada Irfan tak lain loyalitasnya kepada klub. Sebelumnya Irfan sudah menyatakan bahwa dirinya ingin bertahan di Bali United dan memberikan prestasi yang lebih baik pada musim depan. Hal tersebut diucapkan Irfan seusai pertandingan terakhir Bali United melawan Persegres Gresik United, Minggu (12/11) di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

"Semua tahu Irfan Bachdim bermain sangat baik di kompetisi lalu. Ia juga memiliki komitmen yang kuat untuk tetap bertahan di Bali United dan berjuang bersama di tahun depan. Maka dari itu kami putuskan memperpanjang kontrak Irfan Bachdim untuk tiga tahun ke depan," ujar Yabes Tanuri, seperti dilansir dari halaman resmi klub.

Komentar