Arsene Wenger Hampir Menolak Tawaran Perpanjangan Kontrak Bersama Arsenal

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Arsene Wenger Hampir Menolak Tawaran Perpanjangan Kontrak Bersama Arsenal

Kinerja Arsene Wenger tengah menjadi sorotan karena dua kekalahan beruntun yang dialami Arsenal di Liga Primer Inggris 2017/2018. Kekalahan dari Stoke City dan Liverpool itu membuat banyak pihak mengkritik pelatih asal Perancis itu.

Terlebih saat Arsenal digulung empat gol tanpa balas oleh Liverpool di Anfield beberapa waktu lalu, suara sumbang yang meminta agar Wenger menanggalkan jabatannya kembali disuarakan. Tidak hanya dari suporter, tuntutan tersebut juga senantiasa digaungkan oleh beberapa mantan pemain Arsenal yang salah satunya adalah Ian Wright.

Seusai pertandingan tersebut, seperti dilansir dari ESPNFC, Wright bahkan mengritisi kebijakan manajemen Arsenal yang memberi perpanjangan kontrak selama dua musim kepada Wenger. Menurutnya, era Wenger sudah habis dan harapan perubahan yang ingin dicapai manajemen dengan kembali mempercayakan posisi pelatih kepada Wenger adalah sebuah hal yang gila.

"Saya juga tidak mengerti mengapa Wenger menandatangani kesepakatan baru saat dia melakukan hal yang sama di sisi lain manajemen mengharapkan perubahan, ini adalah kegilaan," katanya.

Suara sumbang dari sebagian besar suporter yang menginginkan agar Wenger segera menanggalkan jabatannya dari posisi manajer Arsenal sudah bergema sejak musim lalu. Hal tersebut dilakukan karena para suporter sudah gerah dengan pencapaian The Gunners yang begitu-begitu saja.

Bahkan pada akhir musim 2016/2017, alih-alih meraih trofi juara Liga Primer Inggris, Arsenal justru gagal menembus posisi empat besar yang merupakan zona aman untuk lolos ke Liga Champions. Kondisi yang sangat tidak menguntungkan tentunya bagi Arsenal yang harus rela tampil di ajang Liga Europa di musim 2017/2018 ini. Bisa dibilang, ini merupakan kali pertama bagi Arsenal gagal lolos ke Liga Champions dalam 20 tahun terakhir.

Namun manajemen klub tetap mempercayakan jabatan manajer kepada Wenger setelah keberhasilan Arsenal meraih trofi di ajang FA Cup melawan Chelsea. Setelah keberhasilan tersebut, sodoran perpanjangan kontrak selama dua musim kemudian diberikan kepada Wenger yang lantas ia tandatangani sebagai simbol kesepakatan.

Sebelum kompetisi dimulai, Arsenal tampil cukup menjanjikan di pra musim. Mereka berhasil meraih gelar juara di ajang International Champions Cup dan Emirates Cup. Paling prestisius tentunya adalah piala di ajang Community Shield. Arsenal, kembali berhasil mengalahkan Chelsea di ajang tersebut melalui drama adu penalti.

Kemudian dari progress transfer yang dilakukan Arsenal pada jendela transfer musim panas ini, langkah yang dilakukan Wenger sedikit banyaknya menuai pujian dengan berhasil mendatangkan Kolasinac dan Alexandre lacazette serta sukses mempertahankan Alexis Sanchez di Emirates Stadium.

Namun ketika memasuki kompetisi, senyum para suporter seketika berubah menjadi kecewa karena pencapaian tim kebanggaannya yang tak sesuai dengan ekspektasi. Setelah meraih kemenangan atas Leicester di laga perdana, Arsenal justru koyak di tangan Stoke City dan Liverpool.

Banyak orang menganggap bahwa Wenger adalah sosok yang arogan dan terkesan enggan untuk turun dari jabatannya sebagai manajer Arsenal. Namun dalam sebuah wawancara yang dilansir dari Telefoot, Wenger mengungkapkan bahwa sebenarnya ia hampir saja pergi dari Emirates Stadium menjelang musim 2017/2018 bergulir. Ia mengakui bahwa kegagalan lolos ke Liga Champions adalah pukulan telak bagi dirinya dan khususnya suporter.

Bahkan saat ditawari perpanjangan kontrak, dia sempat merasa ragu, "Saya sempat ragu untuk menandatangani perpanjangan kontrak bersama Arsenal karena beberapa masalah pribadi. Saya telah berada di sini selama 20 tahun dan saya berpikir setiap saat, ‘apakah saya harus terus memimpin klub ini lagi? Karena musim lalu kami juga menghadapi banyak kesulitan," katanya.

Terkait hasil minor yang diderita Arsenal dalam dua pertandingan terakhir di kompetisi domestik, Wenger mengungkapkan bahwa timnya melakoni awal musim yang sangat berat. Ia mengungkapkan bahwa secara permainan Arsenal sebenarnya cukup bagus, namun kurang efisien dalam memanfaatkan peluang. Tapi ia tidak menampik bahwa di laga melawan Liverpool, timnya memang bermain buruk.

"Kami menjalani awal musim yang sangat sulit. Kami memulai dengan cukup baik sebenarnya, dengan kemenangan kandang atas Leicester di sana kami menunjukkan performa yang baik. Kemudian kami kalah dari Stoke, ketika kami bermain bagus, tapi tidak efisien, dan pekan ketiga merupakan bencana bagi kami (saat dikalahkan Liverpool 4-0)," ungkapnya.

Namun nasi sudah menjadi bubur, biar bagaimanapun Wenger harus bisa bertanggung jawab untuk memperbaiki performa tim di kompetisi. Dengan berbagai permasalahan yang dialami Arsenal musim ini, termasuk kehilangan Alex Oxlaide-Chamberlain yang memilih berlabuh ke Liverpool, membuat Wenger harus bisa memperbaiki kinerja para pemainnya di lapangan. Tidak ada gunanya meratapi hasil dari pertandingan sebelumnya.

Pada pertandingan selanjutnya di Liga Primer, mereka akan berhadapan dengan AFC Bournemouth, mau tidak mau laga tersebut harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan bagi Arsenal yang saat ini tengah terpuruk. Wenger meyakini bahwa ia bisa memperbaiki semuanya untuk membawa Arsenal bangkit dari keterpurukan.

"Tim ini punya potensi yang luar biasa untuk berprestasi. Kami hanya perlu memulai kembali seperti biasa di momen krisis dan memenangkan pertandingan kami selanjutnya," tegasnya.

Komentar