Essien Ceritakan Kenangannya Bersama Mourinho

Berita

by Abelio Pramayoga

Abelio Pramayoga

True football fans and an introvert writer. #RESPECT

Essien Ceritakan Kenangannya Bersama Mourinho

Mantan gelandang Chelsea, Michael Essien memberikan komentarnya soal manajer Manchester United, Jose Mourinho serta rumor transfer Romelu Lukaku yang dikabarkan menjadi incaran United. Essien, yang kini bermain untuk kesebelasan Liga 1 Indonesia, Persib Bandung, mengatakan Lukaku memiliki hubungan baik dengan Jose Mourinho dan Lukaku tak perlu ragu menerima pinangan United.

Lukaku direkrut Chelsea pada musim 2011/12 dan sempat dipinjamkan ke West Bromwich Albion selama satu musim. Saat Jose Mourinho kembali melatih Chelsea musim 2013/14, Lukaku hanya tampil tiga kali bersama Chelsea sebelum dipinjamkan ke Everton dan setahun kemudian, Lukaku bermain secara permanen bersama The Toffees.

Meski demikian, Essien tak melihat adanya permusuhan antara Lukaku dan Mourinho meski pemain berusia 24 tahun itu sempat dipinggirkan di Chelsea.

“Saya kira hubungan mereka baik-baik saja. Kami semua memiliki hubungan yang berbeda dengan Mou. Hubungan saya dengan Mou? Seperti yang kalian tahu, layaknya ayah dan anak. Saya takkan mengatakan hubungan Lukaku dengan Mou sama dengan saya, tapi secara umum saya rasa hubungan mereka baik-baik saja dan saling menghormati,” ujar Essien seperti dilansir Manchester Evening News.

Essien yang merupakan mantan pemain AC Milan ini juga mengungkapkan Lukaku ditakdirkan memiliki masa depan yang cerah sejak pertama kali hijrah ke Inggris pada 2011. Ia juga mengenang saat Lukaku gagal mengeksekusi penaltinya pada Piala Super Eropa 2013 melawan Bayern Munchen dimana mereka kalah secara dramatis melalui adu penalti.

“Lukaku masih merupakan bakat ‘mentah’ saat itu dan dia mengingatkan saya kepada Didier Drogba. Tentu dia sudah memiliki pengalaman bermain di Belgia, tapi Chelsea adalah tantangan baru baginya dan ia harus terbiasa akan hal itu.”

“Saya tahu adu penalti adalah soal keberuntungan dan baginya [Lukaku], saat tendangannya meleset di laga Piala Super Eropa, dia membutuhkan semua bantuan dan dukungan untuk tetap kuat. Dan sebagai pemain yang pernah gagal dalam tendangan penalti, saya hadir untuk memberitahunya bahwa itu bagian dari permainan,” ungkap Essien seperti dikutip Daily Post.

Essien kemudian juga memberikan komentarnya soal Jose Mourinho yang sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Karena Mourinho pula lah Essien bisa menginjakkan kaki di Inggris sebagai pemain Afrika termahal saat itu dengan mahar 24.4 juta paun. Sejak saat itu, Essien selalu menjadi pemain favorit Mou di Chelsea.

“Dia merupakan ayah saya dan saya adalah anaknya. Sedekat itu. Beberapa kenangan pribadi dengannya akan selalu saya ingat. Ia merupakan pelatih terbaik dalam mempersiapkan tim untuk satu pertandingan atau satu musim. Sebagai pemain, Anda tahu apa yang ia harapkan dan yang dia minta. Dia orang yang jujur dan takkan segan-segan mengkritik anda jika bermain buruk. Tapi, dia juga akan segera memuji Anda jika Anda bermain baik.”

Pemain berusia 34 tahun itu mengenang saat ia mencetak gol terakhirnya bersama Real Madrid di akhir musim 2012/13. Saat itu Mou masih menjadi pelatih Real Madrid. Saat Essien mencetak gol pada laga terakhirnya, Mou tak segan memberikan pelukan kepada Essien.

“Manajer hebat seperti Sir Alex Ferguson, Carlo Ancelotti dan yang lainnya – mereka selalu memiliki solusi untuk situasi sulit. Bahkan setelah musim yang ‘normal’ kemarin, Jose tetap bisa memenangkan tiga gelar di musim pertamanya. Begitulah cara kerja seorang manajer hebat.”

“Ia sekarang sudah lebih tenang dan lebih sering menghabiskan energinya untuk hal yang penting. Ia sekarang lebih dewasa dan seiring berjalannya waktu, ia telah memiliki pengalaman dan memiliki karakteristik sendiri [yang positif].”

Mourinho yang pernah membawa Inter Milan meraih tiga gelar dalam satu musim diharapkan Essien bisa mengulangi prestasi yang sama seperti yang ia raih pada musim pertamanya bersama United; meraih tiga gelar (Piala EFL, Liga Europa, Community Shield). Essien sendiri pernah menjalani trial bersama United saat ia masih berusia 17 tahun.

“Tak mudah untuk mengulangi prestasi Sir Alex [Ferguson]. Saya sangat yakin kepada Mou jika ia setidaknya mampu melakukan setidaknya setengah dari yang dicapai Sir Alex, ia pasti akan sukses. Meraih tiga gelar di musim pertamanya sama sekali tidak buruk,” tandas Essien dilansir Manchester Evening News.

Komentar