Keputusannya di Piala Konfederasi Banyak Menuai Kritik, Loew Tetap Santai

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Keputusannya di Piala Konfederasi Banyak Menuai Kritik, Loew Tetap Santai

Keputusan Joachim Loew membawa pemain lapis kedua ke Piala Konfederasi 2017 Rusia menuai kritik dari CEO Piala Dunia 2018 Rusia, Alexey Sorokin. Sorokin menyayangkan sikap Loew yang lebih memilih untuk memarkir para pemain bintangnya di Piala Konfederasi. Sorokin menilai bahwa keputusan Loew sama saja telah melukai hati para penggemar sepakbola di seluruh dunia.

Di Piala Konfederasi 2017, Loew mengambil kebijakan yang unik, ia mempercayakan tim kepada para pemain yang rata-rata berusia muda, bahkan beberapa pemain berstatus sebagai debutan. Nama-nama tenar seperti Toni Kroos, Thomas Muller, Mesut Oezil, Jerome Boateng, Mario Gomez, Mats Hummels, hingga Marco Reus tidak masuk dalam skuat Jerman di ajang tersebut. Loew juga memarkir Leroy Sane, Mario Goetze, Manuel Neuer, dan Julian Weigl karena cedera.

"Hati penggemar sepakbola terluka saat juara Piala Dunia 2014 itu mengirim skuat tanpa bintang di Piala Konfederasi. Padahal para pemain bintang Jerman yang tidak diboyong ke Piala Konfederasi adalah alasan para penggemar ingin menghadiri pertandingan, tapi kita harus menerima keputusan tersebut," tegas Sorokin seperti dikutip dari Soccerway.

Sebelumnya, kritikan terhadap keputusan Loew juga pernah disuarakan oleh legenda Brasil, Lucio. Ia menganggap Loew seperti mengecilkan Piala Konfederasi dengan memarkir sebagian besar pemain andalannya. Mantan pemain Bayern Muenchen dan Bayern Leverkusen itu mengatakan bahwa Piala Konfederasi memiliki gengsi yang sama dengan Piala Dunia.

Terkait kritik yang banyak dialamatkan kepadanya, Loew menanggapi dengan santai. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan, Loew ingin agar para pemain bintangnya dalam kondisi prima saat Piala Dunia 2018. Selain itu ia juga ingin memberikan pengalaman dan jam terbang kepada para pemain muda bertalenta Jerman dengan mengikutsertakan mereka di ajang resmi semacam Piala Konfederasi.

"Pemain-pemain itu yang sudah memainkan banyak pertandingan sudah mencapai batasnya di satu titik. Saya bisa mengerti tuan rumah Rusia bahwa mereka punya harapan yang berbeda. Tapi mereka akan melihat bintang-bintang kami pada musim panas tahun depan,” tegas Loew.

Pelatih yang berhasil membawa Jerman juara Piala Dunia 2014 di Brasil itu menegaskan bahwa ia tidak bermaksud untuk mengecilkan Piala Konfederasi dengan memainkan rata-rata pemain muda di ajang tersebut. Ada misi yang ingin ia usung Jerman di ajang pemanasan sebelum Piala Dunia 2018 itu. Paling krusial adalah mengembangkan potensi pemain muda Jerman sebagai proses regenerasi pemain di Tim Nasional.

“Saya tidak sabar untuk Piala Konfederasi. Turnamen ini memberikan sambutan hangat. Tapi saya tidak mencari hasil di ajang tersebut. Saya ingin membantu para pemain muda kami untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi. Piala Konfederasi ini akan menjadi penting untuk mereka yang bermain di sana,” tegasnya.

“Saya akan senang jika dalam turnamen nanti ada dua, tiga, atau empat pemain yang berkembang seperti yang saya inginkan, terlepas dari hasil yang kami raih nanti. Kami tidak hanya ingin mengambil setiap pertandingan saat ini. Piala Konfederasi akan memungkinkan kami dan pemain muda mendapatkan keuntungan dalam satu atau dua tahun ke depan,” sambungnya.

Loew mengungkapkan bahwa semangat skuat Jerman yang akan bermain di Piala Konfederasi sangatlah menggebu. Ia mengatakan bahwa atmosfir tim sangatlah positif dengan kondisi tersebut. Ia berharap agar apa yang ia inginkan di sana bisa terwujud.

“Atmosfer tim sangat positif. Para pemain membawa keinginan dan kegembiraan untuk menikmati Piala Konfirmasi. Mereka memberi Anda perasaan bahwa mereka umumnya menantikan Piala Konfirmasi dan bermain untuk tim nasional,” tegasnya.

Jerman akan memulai perjalanannya di Piala Konfederasi 2017 pada 19 Juni mendatang dengan menghadapi Australia di Stadion Olimpiade Fisht, Sochi.

Komentar