Cara Zidane Motivasi Pemain Madrid: Mendubbing Cuplikan Film "300"

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Cara Zidane Motivasi Pemain Madrid: Mendubbing Cuplikan Film "300"

Jelang laga final Liga Champions yang dilangsungkan pada Minggu (4/6/2017) dini hari WIB, pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, melakukan cara yang unik untuk memotivasi pemainnya. Ia mengajak para pemainnya menyaksikan potongan film "300" untuk memotivasi dan membakar semangat para pemainnya.

Film "300" adalah sebuah film yang menceritakan tentang keberanian Leonidas, Raja Sparta, dalam menghalau pasukan dari Persia yang dipimpin oleh Xerxes. Walau pada akhirnya mereka kalah, cerita tentang keberanian mereka menyebar ke seluruh penjuru Yunani, yang pada akhirnya dapat menyatukan Yunani yang ketika itu masih belum satu sebagai sebuah negara.

Di akhir film tersebut, terdapat potongan pidato dari seorang tentara Sparta bernama Dillios. Pidato tersebut menyuarakan keberanian, dan juga semangat untuk menghadapi pasukan Xerxes yang menyerang. Potongan dari pidato inilah yang digunakan oleh Zidane untuk menyemangati timnya jelang laga melawan Juventus di babak final Liga Champions.

Dilansir dari Marca, potongan video tersebut diolah sedemikan rupa oleh tim pelatih Madrid. Pidato tersebut disisipi kata-kata pengobar semangat oleh Zidane, yang kira-kira bunyinya seperti ini.

"Semua orang ingin melihat kita jatuh, namun di sini kita bersama untuk melawan semua orang. Ingat bahwa kita bertarung demi tim, keluarga, dan orang-orang terdekat kita. Media ingin melihat kita jatuh dan menderita, tapi keinginan dari media tersebut malah membuat kita akan menjadi lebih kuat."

Sebenarnya video motivasi yang dibuat Zidane tidak hanya terdiri dari kutipan film "300" saja. Ada beberapa film lain yang Zidane jadikan sebagai cara untuk memotivasi para pemainnya. Namun, mengutip bagian akhir dari film "300" ini dengan mendubbingnya, adalah cara unik dari manajer yang juga pada musim 2015/2016 silam sukses mengantar Los Blancos meraih trofi Liga Champions untuk menyemangati para pemainnya.

Cara motivasi yang dilakukan oleh Zidane ini pun sebenarnya sedikit membelot dari gaya manajerial yang biasa ia terapkan. Manajer asal Prancis itu bukan tipikal manajer yang mengandalkan teriakan-teriakan motivasi di ruang ganti seperti halnya manajer lain. Ia adalah tipikal manajer yang mengandalkan gestur-gestur sederhana dan apa adanya untuk menyemangati para pemainnya.

Bisa jadi, cara yang dilakukan Zidane yang di luar kebiasaannya ini sebagai bentuk perjudian dirinya sendiri. Apalagi menghadapi partai besar, dengan tantangan memutus kutukan yang kerap menimpa juara Liga Champions musim sebelumnya, ia jadi berani melakukan cara yang berbeda untuk menyemangati skuatnya.

Komentar