Rangkuman Liga 1 2017 Pekan ke-8: Tak Ada Lagi Klub yang Superior

Berita

by Septian Nugraha

Septian Nugraha

Kontributor

Rangkuman Liga 1 2017 Pekan ke-8: Tak Ada Lagi Klub yang Superior

Pekan ke-8 Liga Indonesia mulai bergulir pada 27 Mei 2017, dimulai dengan pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Madura United di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang. Laga berakhir dengan skor imbang 0-0.

Satu hal menarik, laga tersebut merupakan pertandingan pertama di Liga 1 yang dilangsungkan pada bulan Ramadhan. Meski sebagian besar pemain yang berlaga di kompetisi tersebut sedang menjalankan ibadah puasa, namun kompetisi tetap berlanjut.

Tentu ada yang berubah dari gelaran Liga 1 di Pekan ke-8 ini, paling kentara adalah waktu bermain. Karena pada siang harinya dominan pemain dan pelatih menjalankan ibadah puasa, maka pertandingan dengan jadwal sore ditiadakan yang kemudian laga dimulai pada pukul 20;30 WIB.

Selain itu, masih banyak hal-hal menarik yang terjadi selama bergulirnya pekan ke-8 kompetisi sepakbola level satu Indonesia itu bergulir. Berikut adalah rangkuman dari pekan ke-7 Liga 1 2017.

Kecemerlangan Para Debutan Starter

Memasuki pekan ke-8, berbagai perubahan mulai dilakukan tim terutama dalam mengatur komposisi pemain. Perubahan tersebut didasari berbagai alasan rotasi, sanksi, hingga kondisi kebugaran. Hal tersebut membuat beberapa pemain yang biasanya menghuni bangku cadangan pun mulai mendapat kesempatan tampil.

Beberapa pemain mungkin gagal menjawab kepercayaan pelatih, namun sebagian lainnya bisa menjawab kepercayaan itu dengan penampilan apik. Bahkan ada juga yang sampai menjadi pahlawan kemenangan bagi tim, seperti Tambun Naibaho.

Dalam tujuh pertandingan yang dilakoni Semen Padang di Liga 1, penyerang berdarah Medan itu memang lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Namun disanksinya Marcel Sacramento dalam enam pertandingan menjadi angin segar bagi Tambun.

Sebab posisi utama di pos penyerang “Kabau Sirah” bisa ia dapatkan. Hal tersebut benar-benar terjadi saat Semen Padang menjamu Persiba Balikpapan di Stadion H. Agus Salim pada pekan ke-8 Liga 1. Saat itu Tambun langsung dipercaya tampil sejak menit awal, ia mampu menjawab kepercayaan Nil Maizar. Dua gol berhasil ia cetak untuk membawa timnya menang 2-1.

Selain Tambun, masih ada pula Sansan Fauzi Husaeni yang juga berhasil mencetak dua gol dalam debutnya sebagai starter. Sansan berhasil mencetak double gol saat timnya PS TNI mengalahkan Persela Lamongan dengan skor 3-2. Sama halnya dengan Tambun, Sansan pun memiliki kontribusi besar dalam kemenangan timnya itu.

Persipura Semakin Impresif, Arema Akhiri Trend Negatif

Sempat menunjukkan inkonsistensi penampilan pada pekan-pekan awal kompetisi, Persipura Jayapura justru semakin memperlihatkan permainan yang meningkat pada pekan ke depan Liga 1 Indonesia 2017. Usai kalah dari Persib Bandung di pekan kelima, tim asuhan Liestiadi Sinaga itu bangkit dan mengamankan tiga pertandingan selanjutnya dengan kemenangan.

pada laga kedelepan mereka menghadapi Barito Putera di Stadion Mandala, Jayapura, klub berjulukan “Mutiara Hitam” itu berhasil menang dengan skor meyakinkan 3-1. Hasil tersebut kemudian mengantarkan mereka duduk di posisi dua klasemen dengan 16 poin, berselisih satu poin saja dari PSM yang berada di pucuk klasemen.

Pada pekan ke-8 ini Arema FC juga berhasil meraih tiga poin penting atas Mitra Kukar. Bermain di Stadion Gajayana, Arema sukses mengakhiri laga dengan kemenangan 2-0. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri trend negatif mereka di kompetisi sejak pekan ke lima lalu.

Setelah dikalahkan PSM 1-0, Arema kemudian gagal meraih kemenangan dalam dua laga selanjutnya. Ketika menghadapi Persela Lamongan pada pekan ketujuh, di luar dugaan “Singo Edan” malah dibantai “laskar Joko Samudro” empat gol tanpa balas.

Antiklimaks Maung Bandung

Superioritas Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2017 akhirnya berakhir. Memegang rekor sebagai tim yang tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan, antiklimaks justru dialami “Maung Bandung” pada pertandingan di pekan ke-8. Bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, untuk menghadapi tuan rumah Bali United, Rabu (31/5) Persib harus menelan pil pahit setelah takluk dengan skor tipis 0-1.

Gol tunggal Bali United diciptakan oleh Marcos Flores yang notabene mantan pemain Persib musim lalu. Marcos berhasil menciptakan gol melalui sundulan kepala pada menit 33, setelah memanfaatkan bola rebound hasil tendangan jarak jauh Sylvano Comvalius yang mengenai mistar gawang.

Kekalahan itu kemudian membuat posisi Persib di papan atas tergusur, mereka harus rela duduk diposisi enam klasemen dengan 13 poin. Kendati demikian selisih poin dengan tim yang berada di papan atas klasemen sementara masih belum terlalu jauh. Dengan pemuncak klasemen PSM Makassar saja, mereka hanya berselisih empat poin.

Hasil tersebut juga memperpanjang rekor buruk Persib saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, sebab dari enam laga yang dilakoni Persib di markas Bali United sejak tahun 2010, hasilnya selalu buruk bagi Persib. Kekalahan skuat asuhan Djadjang Nurdjaman pada Rabu kemarin juga memperpanjang trend negatif mereka yang gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan secara beruntun.

Setelah meraih tiga angka atas Persipura pada pekan kelima Liga 1 lalu, Persib kemudian bermain imbang 0-0 saat melawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim. Hasil imbang kembali mereka dapatkan saat menjamu Borneo FC pada pekan ke-7 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, yang berlanjut kekalahan pada pekan ke-8 menghadapi Bali United.

Pembuktian Widodo

Bali United tercatat sebagai tim yang mampu menghentikan rekor tak pernah kalah Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2017. Pencapaian yang luar biasa tentunya ditunjukkan Bali United, karena kemenangan yang diraih dalam laga itu merupakan buah dari permainan impresif mereka.

Kombinasi antara lini tengah dan depan berjalan baik, yang membuat serangan-serangan yang dibangun tertata rapih. Sebagai jenderal lapangan tengah Bali United, Marcos Flores punya peran penting dalam mengatur bola, ritme, dan arah serangan mereka, begitu pula dengan Irfan Bachdim yang bisa menjadi penghubung sempurna antara lini tengah dan depan.

Jangan lupakan pula peran Yabes Roni, yang pergerakannya dari sisi lapangan kerap membuat pertahanan Persib menahan napas. Satu kunci kemenangan Bali saat mengalahkan Persib tentu rapatnya lini pertahanan mereka. Selain itu pressing ketat juga sangat menyulitkan Persib. Terlihat saat satu pemain Persib membawa bola, maka aka nada dua sampai tiga pemain Bali yang mengganggu.

Permainan Bali malam itu benar-benar efektif, namun jangan lupakan Widodo Cahyono Putor, sosok dibalik permainan solid dari “Serdadu Tridatu” malam itu. Kemenangan yang berhasil diukir Bali atas Persib, membuat tren positf mereka di bawah arahan Widodo berlanjut. Pelatih berusia 46 tahun datang setelah Bali takluk dari Mitra Kukar 1-2, posisi caretaker Eko Purdjianto pun digantikan Widodo.

Baru beberapa hari menangani Bachdim cs, Widodo langsung memberikan sentuhan menawannya pada pertandingan pekan ke-6 melawan Borneo FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United sukses merengkuh kemenangan dengan skor 3-0.

Kemenangan ini menjadi kemenangan spesial bagi Widodo yang menjalani debut sebagai pelatih untuk Bali United, lebih spesial karena ia kemudian mempertahankan trend positif itu hingga tiga pertandingan beruntun.

Komentar