FIFA Hanya Ingin Menegakkan Hukum Saja

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

FIFA Hanya Ingin Menegakkan Hukum Saja

FIFA mulai membuka penyelidikan terkait negara-negara yang kedapatan memakai simbol poppy dalam laga internasional. Setelah menggelar penyelidikan terhadap FA (federasi sepakbola Inggris) dan Scottish FA (federasi sepakbola Skotlandia), FIFA melanjutkan penyelidikannya terhadap dua federasi lain, yaitu federasi sepakbola Wales (FAW) dan federasi sepakbola Irlandia Utara (Irish FA).

FA dan Scottish FA mulai diinvestigasi oleh FIFA karena mereka tetap mengenakan tanda poppy dalam laga kualifikasi Piala Dunia yang mempertemukan mereka pada 12 November 2016 silam. Sementara itu FAW dan Irish FA mulai diinvestigasi karena meski para pemain di lapangan tidak mengenakan poppy, para suporter yang hadir di tribun tetap memunculkan poppy dalam bentuk seperti mosaik dan banner.

Baca juga: Tanda Bunga di Kostum Itu Bernama "Remembrance Poppy"

"Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk memulai investigasi terhadap Irish FA (federasi sepakbola Irlandia) dan FAW (federasi sepakbola Wales) dikarenakan adanya beberapa kejadian ketika tanda poppy dimunculkan di stadion dalam laga Irlandia Utara-Azerbaijan dan Wales-Serbia," ujar pernyataan resmi FIFA seperti dikutip The Independent.

Melihat FIFA yang mulai bergerak menginvestigasi akibat kemunculan poppy ini, kekecewaan pun mulai menyeruak di kalangan anggota FAW dan Irish FA. Mereka bahkan mengatakan siap untuk berjuang untuk melawan keputusan FIFA seandainya mereka dihukum karena masalah kemunculan tanda poppy dalam laga internasional ini.

"Kami sudah menaati anjuran dari FIFA agar para pemain tidak mengenakan tanda poppy dalam laga internasional. Tapi kami tidak menyangka bahwa larangan poppy ini juga berlaku untuk para suporter di tribun. Jujur kami kecewa akan keputusan FIFA ini. Sebagai federasi yang menaungi sepakbola Wales, kami takkan tinggal diam dan akan melakukan sesuatu," ujar Jonathan Ford, chief executive FAW.

"Federasi Sepakbola Irlandia akan berjuang sekuat tenaga agar tidak dihukum hanya karena aksi dari para suporter yang dilakukan saat Remembrance Day ketika Irlandia Utara bertemu Azerbaijan," ujar pernyataan resmi federasi sepakbola Irlandia.

Melihat begitu getolnya Irlandia dan Wales dalam membela diri mereka sendiri perihal masalah tanda poppy ini, sebenarnya FIFA bukanlah pihak yang patut untuk dipersalahkan. Mereka hanya berusaha menegakkan aturan yang tercantum dalam Laws of the Game, salah satunya adalah peniadaan tanda-tanda yang berbau politik dalam pertandingan sepakbola.

Karena jika otoritas sepakbola tidak melakukan investigasi terhadap keempat federasi di atas (Skotlandia, Wales, Inggris, dan Irlandia), apa kata suporter Glasgow Celtic nantinya? Toh apa yang dilakukan oleh mereka untuk Palestina, itu juga sama kan, nilainya dengan poppy; kemanusiaan, tapi tetap dihukum juga.

foto: dailystar.co.uk

Komentar