Ketika Anak Lionel Messi Memenangi Ballon d`Or

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Ketika Anak Lionel Messi Memenangi Ballon d`Or

The Sun melansir bahwa La Masia, akademi sepakbola Barcelona, sudah resmi mengikat anak Lionel Messi, Thiago Messi, yang masih berusia empat tahun. Mereka berharap bahwa Thiago kelak akan menjadi seperti ayahnya, meski sebenarnya ada kabar yang mengatakan bahwa sang anak tidak terlalu suka sepakbola

La Masia sebagai salah satu akademi sepakbola yang cukup dikenal di dunia memang memiliki akademi khusus yang diperuntukkan bagi anak berusia tiga sampai lima tahun. Akademi ini berisikan bocah-bocah yang kelak siap disulap untuk menjadi pemain hebat.

Messi pun tampak bahagia ketika menghabiskan waktu bersama anaknya di hari pertama ia sekolah di La Masia. Saking bahagianya, ia pun mengunggah foto anaknya ini ke Internet. Tapi Messi, terlepas ia tahu atau tidak, secara tidak langsung telah membuat anaknya menjadi terkenal di dunia maya.

Ketika foto anak Messi tersebar di Internet, sontak meme-meme lucu bermunculan di berbagai media sosial, terutama di Twitter. Semua meme itu sangatlah lucu. Ada meme yang meramalkan bahwa Thiago akan mendapatkan Penghargaan Pemain Terbaik Dunia di masa depan, ada juga meme yang menunjukkan persaingannya di masa depan dengan Cristiano Ronaldo Jr.

Selain meme lucu, ada juga meme sarkas seperti ketika Thiago berhadapan dengan Sergio Ramos (orang yang cukup sering Messi lewati). Pada intinya semua meme itu tampak seperti berusaha mendo’akan bahwa Thiago akan menjadi pesepakbola besar di masa depan.

Berikut adalah meme yang melibatkan foto anak Messi pada hari pertamanya di La Masia.

Menjadi anak dari pesepakbola terkenal memang tak akan pernah lepas dari sorotan. Seperti halnya Cristiano Ronaldo Jr., ataupun Benjamin Aguero, cucu dari Diego Maradona sekaligus anak dari Sergio Aguero, anak-anak ini akan dianggap mewarisi bakat sepakbola dari para orang tua mereka sehingga diramalkan akan menjadi pesepakbola kenamaan di masa depan.

Tapi nasib di masa depan siapa yang tahu. Karena intinya yang akan menentukan bukan masa depan orang tua, melainkan sang anak sendiri yang akan memilih jalannya. Orang tua hanya mengarahkan saja dan tak bisa memaksakan sang anak untuk mengambil jalan yang mereka tempuh.

Komentar