Milan Baru Tunjukkan 80% Kekuatan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Milan Baru Tunjukkan 80% Kekuatan

Kegagalan Juventus untuk menginjak gas di awal musim lalu berhasil mereka balas di awal musim 2016/17. Dalam delapan pekan perdana Serie A, Si Nyonya Tua hanya sekali gagal merengkuh poin, sementara sisanya berhasil mereka sapu dengan kemenangan.

Catatan tersebut membuat mereka kembali difavoritkan untuk merengkuh gelar juara keenam kalinya secara beruntun. Difavoritkannya kembali Bianconeri bukan tanpa alasan, dua kesebelasan yang menguntit mereka di musim lalu, SSC Napoli dan AS Roma, belum mampu tampil konsisten sejauh ini.

Ketidakkonsistenan keduanya pun mengangkat nama kesebelasan lain, yakni AC Milan. Empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima laga terakhir membuat Milan disebut akan kembali memasuki era emasnya.

Laga melawan Juventus, Minggu (23/10) dini hari WIB, pun bakal menjadi pembuktian Milan. Apakah Milan akan pantas kembali ke papan atas Serie A atau justru malah menjadi penanda kembalinya tren buruk mereka yang selalu gagal berangkat ke Eropa dalam dua musim terakhir?

Kepada La Gazzetta Dello Sport, salah satu penggawa Milan, Giacomo Bonaventura, berpendapat bahwa kemenangan harus diraih timnya di laga ini karena akan menentukan nasib mereka kedepannya.

“Kami harus memenangkan pertandingan melawan Juventus karena ini merupakan laga penting. Kami di sini berstatus sebagai tuan rumah dan mereka pasti akan melakukan semuanya dengan total,” ujar Bonaventura. “Saya pikir permainan yang kami tunjukkan sekarang sudah setara dengan kesebelasan yang berada di puncak klasemen (Juventus).”

Mengenai penampilan baik dalam beberapa laga terakhir, Bonaventura mengakui bahwa itu semua adalah buah dari kerja keras pelatih saat ini, Vincenzo Montella.

“Beberapa musim terakhir berjalan tidak sesuai rencana kami. Namun Montella mampu mengubahnya dan mengembalikan semangat kami untuk bermain,” ujar Bonaventura. “Dia mampu mengembalikan mental pemenang kami. Di lapangan, baru 80% dari keinginannya yang berhasil kami lakukan.”

“Meski baru 80% tapi kami berhasil menunjukkan hasil yang lebih baik di lapangan dengan skuat yang kurang lebih sama dibandingkan musim lalu. Hal itu adalah kejutan yang menyenangkan bagi kami.”

Semangat Bonaventura untuk memenangkan pertandingan ini bukan tanpa alasan. Pasalnya kemenangan terakhir Milan atas Juventus diraih pada musim 2012/13, ketika jabatan pelatih kepala masih diemban oleh Massimiliano Allegri, yang sekarang menukangi Juventus.

Kemenangan menjadi hasil yang harus didapatkan oleh Milan. Meski demikian, apakah mereka mampu mendapatkannya di lapangan di saat Juventus tengah menunjukkan peningkatan permainan?

Komentar