Sebentuk Solidaritas Dari Suporter ADO Den Haag

Berita

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Sebentuk Solidaritas Dari Suporter ADO Den Haag

Suporter ADO Den Haag kembali berbuat sesuatu. Kali ini, dalam laga melawan Feyenoord Rotterdam yang berlangsung di Stadion De Kuip dalam ajang Eredivisie, mereka melemparkan boneka-boneka ke arah para suporter Feyenoord yang memadati De Kuip.

Suporter ADO yang menempati tribun atas Stadion De Kuip, melempari boneka-boneka ke arah suporter Feyenoord yang memadati tribun di bawahnya. Sekilas, jika anda melihat video di bawah ini, aksi ini seperti sebuah aksi negatif ataupun provokatif yang dilakukan oleh para suporter ADO.

Namun, alih-alih ditujukan sebagai aksi provokasi, ternyata apa yang dilakukan oleh suporter ADO ini adalah sebagai bentuk solidaritas kepada para pendukung Feyenoord. Orang-orang yang menerima boneka yang dilemparkan oleh para suporter ADO ini adalah anak-anak dari Rumah Sakit Anak Sophia di Rotterdam, salah satu rumah sakit anak tertua di Belanda, yang khusus menangani anak-anak yang sakit.

Sesuai dengan yang terlihat pada video di atas, aksi ini mengundang tepuk tangan dari para suporter Feyenoord. Tepuk tangan mereka itu sebagai bentuk apresiasi atas apa yang sudah diperbuat oleh para suporter ADO.

"Feyenoord berharap semoga anak-anak dan semua orang di Rotterdam dapat menikmati hari yang penuh keriangan ini," ujar pernyataan resmi dalam laman klub Feyenoord.

Suporter ADO sebenarnya pernah melakukan sebuah perilaku yang negatif. Dalam pertandingan melawan Ajax pada kisaran Januari 2016, pihak klub menghukum 22 orang suporter karena terlibat dalam perilaku rasis terhadap pemain Ajax, Riechedly Bazoer. Bazoer mendapatkan perlakuan rasis ini ketika Ajax bertanding dengan ADO di Stadion Kyocera, kandang ADO.

Hal ini bahkan sempat menimbulkan kekecewaan bagi Bazoer yang digadang-gadang sebagai wonderkid dari Belanda ini. Ia bahkan mengungkapkan dalam sebuah wawancara yang dimuat di situs resmi Ajax bahwa "ia tidak paham kenapa masih ada perilaku rasis di stadion pada 2016 ini" dan "ia kecewa karena perilaku seperti ini mungkin kembali terjadi dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya".

Tapi, apa yang mereka lakukan di De Kuip, adalah sebuah bentuk rasa kemanusiaan yang cukup menyentuh hati. Setidaknya, perlahan ini akan menghilangkan stigma yang pernah melekat dalam suporter ADO. Pertandingan berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Feyenoord. Salah satu golnya dicetak oleh penyerang yang pernah membela Liverpool, Dirk Kuyt.

foto: @Cnyari

Komentar