Fernando Torres dan Sosok di Balik Golnya yang ke-100

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Fernando Torres dan Sosok di Balik Golnya yang ke-100

Karier Fernando Torres dianggap habis saat memperkuat Chelsea pada paruh kedua musim 2010/2011. Saat itu, pemain berjuluk El Nino gagal memenuhi ekspektasi para penggemar Chelsea yang mengharapkan ia mampu mencetak banyak gol, seperti yang ia lakukan saat bersama Liverpool. Ia hanya mampu mencetak satu gol dari 18 pertandingannya bersama Chelsea.

Tak sukses bersama Chelsea, Torres pun hijrah ke Italia, untuk memperkuat AC Milan. Di AC Milan penampilannya juga tak begitu apik, hingga ia memutuskan pindah ke klub masa kecilnya, Atletico Madrid. Karier pemain berjuluk El Nino pun mulai membaik di Atletico Madrid. Meskipun ia hanya mencetak tiga gol dan dua assist dari tujuh kali kesempatan menjadi starter di musim 2015/2016, namun rataan golnya musim ini lebih baik dalam tiga musim terakhir.

Di balik performa menanjaknya di Spanyol, ada satu hal yang membuat Torres bersemangat untuk terus mencetak gol bagi klub ini, yakni mencetak 100 gol-nya untuk Atletico. Tak bisa dipungkiri, kendati performa Torres tak sebaik dulu, pemain berusia 31 tahun ini masih bermimpi untuk menorehkan namanya dalam buku sejarah Atletico. Bahkan beberapa waktu lalu, kala Atletico bertandang ke Astana, Kazakhstan, Torres mengaku akan melakukan apapun demi terciptanya golnya yang ke-100.

“Aku masih punya satu gol lagi menuju 100 dan aku harap itu terjadi saat melawan FC Astana karena aku sangat ingin mencetaknya. Gol keseratus tersebut tak kunjung datang tapi itulah sepakbola, apapun bisa terjadi,” ungkap Torres.

Namun, di laga tersebut gol ke-100 Torres tak tercipta dan ia bahkan harus menunggu tiga bulan lebih untuk mencetak gol ke-100-nya, yang mana tercipta di laga Atletico dalam laga melawan SD Eibar kemarin (6/2). Torres senang luar biasa, ia juga mengaku sangat bangga bisa memecahkan suatu rekor klub.

“Mencetak gol (untuk Atletico) adalah suatu hadiah karena saya kembali berada di sini setelah beberapa tahun. Mencetak gol ke-100 untuk klub ini sangat membanggakan karena bisa bersanding dengan beberapa striker hebat,” ujarnya kepada Football Espana (7/2).

Torres pun berharap dengan gol ini ia bisa mendapatkan lebih banyak menit bermain, dan berharap Atletico mampu mengakhiri musim dengan status juara.

Uniknya, kaus yang digunakan Torres kala mencetak gol ke 100 tak dipersembahkan untuk istri maupun anak-anaknya yang sering terlihat di Vicente Calderon, namun ke Manolo Brinas, eks pelatih tim junior Atletico Madrid yang menemukan bakat Torres di Fuenlabrada.

Daily Mail mengatakan bahwa Brinas bukan sekadar pelatih bagi Torres. Pasalnya, ia juga sosok yang dianggap sebagai orang tua oleh El Nino, tak lain karena ia orang yang mengajarkan Torres cara bermain sepakbola sejak berumur 10 tahun. Oleh karena itu, wajar saja Brinas diberi penghargaan Torres kaus bersejarah, sebab 100 gol Torres bukan hal yang mudah dilakukan pesepakbola zaman sekarang

Komentar