Datangkan Jackson Martínez, Guangzhou Evergrande Pecahkan Rekor Transfer CSL

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Datangkan Jackson Martínez, Guangzhou Evergrande Pecahkan Rekor Transfer CSL

Striker asal Kolombia, Jackson Martinez, memikul beban berat di Atletico Madrid musim 2015/16. Bagaimana tidak, ia dituntut untuk menggantikan peran Mario Mandzukic yang hijrah ke Juventus di musim tersebut. Selain itu, ia juga diharapkan mampu mencetak banyak gol seperti  32 golnya dari 41 pertandingan selama di FC Porto musim sebelumnya.

Namun, nyatanya harapan tinggi Atletico terhadap Martinez malah membuatnya terbebani. Yang paling terlihat tentu saja kualitas permainan pemain berusia 29 tahun ini yang menurun ketimbang musim lalu. Torehan golnya bahkan tak lebih banyak daripada Fernando Torres yang juga sebagai ujung tombak serta Antoine Griezmann dan Yannick Ferreira Carrasco yang kadang bermain sebagai winger.

Catatan kurang memuaskan Martinez musim ini bahkan sempat membuatnya dijadikan alat pertukaran dalam transfer Diego Costa, yang sempat kesulitan mencetak gol di Chelsea. Namun, kembali moncernya Diego Costa bersama Chelsea membuat asa Atletico untuk mendepak Martinez urung terlaksana.

Tak jadi ke Chelsea, bukan berarti Martinez sepi peminat. Daily Mail sempat mengabarkan bahwa Chairman Tottenham Hotspurs, Daniel Levy memberi penawaran resmi kepadanya (22/1), namun ditolak Manajer Spurs, Maurucio Pochettino, lantaran ia lebih menginginkan striker berusia di bawah 27 tahun.

Namun keinginan Atletico untuk membuat Martinez pergi dari Vicente Calderon akhirnya terjadi. Tak diketahui sejak kapan negosiasi mulai berjalan, yang pasti tadi pagi waktu Indonesia, atau sore waktu Spanyol, Guangzhou Evergrande Taobao FC membuat pernyataan resmi mengenai kedatangan striker Timnas Kolombia itu ke Tiongkok. Lewat akun twitter resmi Guangzhou mereka menyatakan bahwa Jackson Martinez telah resmi bergabung dengan perkiraan biaya transfer yang mencapai 42 hingga 45 juta Euro.

Beberapa media Spanyol pun langsung membuat pernyataan mengenai kepindahan Martinez. Di antaranya adalah harian Marca yang memuat foto peresmian kepindahan Martinez serta wartawan olahraga radio Ondacero, Alfredo Martinez yang mengatakan transfer ini terjadi atas pengaruh besar dari Jorge Mendes, agen Martinez.

Sementara itu, harian AS melansir bahwa transfer sudah diyakini bakal terjadi sejak hari Senin pagi waktu Spanyol. Sebab, Martinez tak mengikuti latihan tim dan pihak (klub) mengakui bahwa ada izin khusus bagi Martinez, yang mana sesudahnya bergantian datang Jorge Mendes dan beberapa perwakilan Guangzhou yang mendatangi kantor Atletico Madrid.

Transfer Martinez sendiri menjadi pembelian paling mahal di China Super League (CSL) sejak berdiri pada 2004. Biaya kedatangannya pun mengalahkan biaya transfer Ramires yang terjadi juga pada musim ini, serta rekan senegara Ramires, Elkeson.

Kehadiran Martinez tentu akan semakin memperkuat aroma Amerika Latin di Guangzhou Evergrande. Sebelum kedatangannya, Guangzhou terlebih dahulu memiliki empat pemain dan delapan staf asal Amerika Latin. Hal ini pun membuktikan bahwa klub asal selatan Tiongkok ini tak main-main dalam menyambut musim 2016.

Sepakbola Tiongkok memang tengah berbenah. Namun, melihat fenomena yang ada sekarang, harus ada pembenahan dalam liga terutama soal proteksi terhadap pemain asli Tiongkok. Pasalnya, Liga Tiongkok sepertinya hanya mengandalkan prestasi ketimbang membangun sebuah industri. Hanya mengandalkan “asal menang” membuat kesebelasan melakukan segalanya termasuk mendatangkan pemain mahal meski tidak menguntungkan secara finansial.

Ada pendekatan yang berbeda antara MLS dengan CSL. Jika kondisi ini terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, Tiongkok benar-benar kesulitan mengejar Amerika dalam segala hal.

Komentar