Van Gaal Sarankan Klopp untuk Duduk Diam Daripada Memberi Instruksi di Pinggir Lapangan

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Van Gaal Sarankan Klopp untuk Duduk Diam Daripada Memberi Instruksi di Pinggir Lapangan

Duel klasik akan terjadi nanti malam (17/1) antara Manchester United vs Liverpool, yang mana dua kesebelasan memiliki sejarah panjang di persepakbolaan Inggris ini akan bertemu di Stadion Anfield. Manchester United yang sekarang menghuni peringkat keenam akan dijamu Liverpool yang berada di peringkat kesembilan.

Hasil imbang di pertandingan terakhir kedua tim dipastikan akan membuat pertandingan semakin alot. Pasalnya bagi United, hasil imbang atau kalah tidak hanya makin menjauhkan mereka dari Tottenham Hotspur yang berada di peringkat terakhir zona Liga Champions, tapi semakin membuktikan bahwa mereka tidak konsisten di musim ini.

Sementara bagi tuan rumah, kemenangan di duel ini bukan hanya untuk memperpanjang raihan positif mereka di kandang dalam empat laga terakhir yang sukses mengumpulkan delapan angka. Tetapi lebih dari pada itu, kemenangan di laga ini adalah pertaruhan gengsi dan nama besar.

Tak hanya pertarungan dua tim, secara khusus, laga ini juga menyoroti persaingan Jurgen Klopp yang jadi pembesut Liverpool dan Louis van Gaal yang mengarsiteki Manchester United. Kedua sosok pelatih ini memang memiliki sejarah perseteruan yang terjadi kala mereka sama-sama melatih di Jerman.

Menjelang laga ini, eks pelatih Timnas Belanda yang suka duduk dan mencatat ini, tak lupa melepaskan pernyataan yang kontroversial. Ia mengkritik kebijakan Klopp yang sering memberikan instruksi kepada anak asuhnya di sisi lapangan. Van Gaal menilai hal tersebut tak akan membuat konsentrasi pemainnya lebih baik. Ia pun menganjurkan bahwa harusnya Klopp lebih diam dan menghargai wasit.

“Hal yang sering dilakukan oleh Klopp (memberikan instruksi dari sisi lapangan) tidak akan berpengaruh banyak. Waktu saya muda saya terbiasa melakukan hal itu, tapi semakin saya tua, hal tersebut mengajarkan saya bahwa melakukan hal tersebut tak akan berpengaruh,” ujarnya.

Ia mencontohkan ketika ia mengasuh Ajax di final Liga Champions 1995 melawan AC Milan, “Pemain lawan terlalu sering mengasari Jari Litmanen, saya pun kecewa dan hampir lepas kontrol dengan menendang asisten wasit, namun nyatanya kami tak mendapat apa-apa.”

Kritik tak hanya diberikan oleh Van Gaal mengenai gaya melatih Klopp, ia juga mengkritik kebijakan Klopp yang tetap mempertahankan gaya permainan serangan balik cepat serta pressing di Liverpool.

“Di Dortmund Klopp terkenal dengan pressing yang sangat agresif dan itulah yang coba ia terapkan di Liverpool. Tak banyak tim yang menggunakan taktik itu di Jerman, dan Klopp menjadi yang pertama serta sukses besar. Tapi harus diingat bahwa mereka memiliki skuat yang bagus di Dortmund. Dia punya (Robert) Lewandowski, Marco Reus, dan Mats Hummels, sedangkan disini tidak. Saya rasa dia tidak akan berhasil dengan taktiknya jika tidak menggunakan taktik tersebut,” tukas Van Gaal.

Sumber: Daily Mail, The Telegraph, BBC

Komentar