Manchester City Inginkan Puncak Grup untuk Hindari Tim Tangguh

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Manchester City Inginkan Puncak Grup untuk Hindari Tim Tangguh

Pertandingan Manchester City kontra Borussia Monchengladbach menjadi menarik karena penampilan kedua kesebelasan di pertandingan sebelumnya. Meski City sudah memastikan lolos, Gladbach masih berjuang untuk mendapatkan tiket Europa League.

Manchester City yang melawat ke Brittania Stadium untuk melawan Stoke terpaksa harus menyerah dengan skor 2-0. Sedangkan Gladbach berhasil  membuat Bayern Munchen merasakan kekalahan pertamanya pada musim ini dengan skor 3-1.

City pun membutuhkan kemenangan untuk meyakinkan penggemarnya bahwa mereka sedang tak dalam masalah. Selain itu, kemenangan juga diperlukan skuat Manuel Pellegrini untuk membawa timnya naik ke puncak klasemen grup D, dengan catatan Juventus harus kalah dari Sevilla.

Dengan naiknya City ke puncak, ini akan menjadi perolehan baru untuk City di mana mereka selalu gagal duduk di puncak klasemen grup dalam dua musim terakhir Liga Champions. Seperti yang diketahui, dua musim terakhir City selalu berada di bawah Bayern Munchen.

Pellegrini pun berujar bahwa ia dan skuatnya akan berusaha menang untuk menghindari bertemu raksasa Eropa lagi. “Banyak orang yang kecewa karena kami tak berada di puncak grup, tetapi ini belum berakhir,” ujar Pellegrini usai laga melawan Juventus (26/11).

“Kami masih memiliki sisa laga, Juventus juga masih harus melawan Sevilla. Saya pikir, jika kami tidak berada di puncak kami akan bermain melawan tim tangguh seperti dua musim sebelumnya,” jelasnya kepada Sky Sports.

Keinginan City untuk lolos sebagai juara grup pun tidak mudah. Cederanya Vincent Kompany, Pablo Zabaleta, Yaya Toure, Samir Nasri, dan Sergio Aguero mempersulit langkah mereka. Sedangkan gelandang bertahan mereka, Fernando, belum diketahui dapat bermain atau tidak. Sebab ia memiliki masalah pada hamstring pasca pertandingan melawan Stoke.

Menurut Opta, City hanya sekali kalah dari tujuh pertemuan terakhir melawan klub asal Jerman di Etihad, di mana empat laga berakhir dengan kemenangan dan dua kali hasil imbang. City juga selalu mencetak gol dari 33 pertandingan di Liga Champions yang mereka jalani. Namun hanya empat yang berakhir cleansheet.

City pun memilki peluang besar untuk menang dan menjadi juara grup, sebab di pertandingan lain, Sevilla sebagai mantan juara Europa League, berharap agar setidaknya dapat bermain di kompetisi Eropa. Sembuhnya David Silva serta Kevin de Bruyne yang cukup familiar dengan gaya permainan Gladbach menjadi nilai plus bagi City.

Sumber : Sky Sports, BBC, Opta

Komentar