Begini Cara Penghitungan Suara FIFA Ballon d??Or

Berita

by Abrar Firdiansyah

Abrar Firdiansyah

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Begini Cara Penghitungan Suara FIFA Ballon d’Or

Penghargaan FIFA Ballon d’Or kerap mengundang tanya, amarah, dan perasaan lain penonton sepakbola. Alasannya sepele, penghargaan yang diberikan pada FIFA Ballon d’Or Gala terutama nominatornya dianggap tidak memenuhi ekspektasi.  Tahun ini nama Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar masuk ke dalam kandidat pemenang. Namun, banyak penggemar sepakbola beranggapan bahwa Ronaldo tidak pantas karena prestasi Real Madrid musim lalu yang jauh menurun. Banyak juga yang beranggapan bahwa Luis Suarez lebih pantas, karena pada setahun terakhir ia mencetak 39 gol di semua pertandingan resmi Barcelona.

Berikut, kami beri sedikit ulasan mengenai tata cara penentuan daftar finalis (yang berisi tiga nama) hingga daftar pemenang.

Siapa yang berhak memilih pada Ballon d’Or ?

Setiap negara yang terdaftar sebagai anggota resmi FIFA diwakili oleh tiga orang. Yakni kapten tim nasional, pelatih tim nasional, dan wartawan sepakbola berpengaruh. Contohnya adalah tim nasional Inggris, yang pada pemilihan tahun kemarin diwakili oleh Steven Gerrard, Roy Hodgson, dan wartawan Daily Telegraph, Henry Winter.

Bagaimana cara kerja pemungutan suara ?

Setiap pemilih berhak memilih tiga calon untuk dipilih. Calon pertama akan mendapatkan lima poin, calon kedua mendapatkan tiga poin, calon ketiga mendapatkan satu poin. Pemenangnya adalah calon yang mendapatkan poin terbanyak.

Siapa yang memilih daftar pemain?

Sebelum menjadi 3 nominator, FIFA dan French Football (majalah yang mengadakan Ballon d’Or sejak tahun 1956) memutuskan bersama daftar 23 nama sebelum dipilih oleh perwakilan masing-masing negara.

Bagaimana mengenai nama Ronaldo, Messi, dan Neymar? Apakah pemilih harus memilih lagi setelah pengumuman 3 besar?

Tidak, proses pemilihan dilakukan sekali. Proses pemilihan dilakukan pada bulan November setiap tahunnya. Jadi setelah proses pemilihan berakhir, sudah ada nama pemenangnya, namun hasilnya  disimpan terlebih dulu oleh PricewaterhouseCoopers (PWC), rekanan FIFA dalam proses pemilihan ini.

Mengapa pemain yang tampil luar biasa selama setahun terakhir tidak masuk tiga besar ?

Pemilih jelas bukan individu yang benar-benar obyektif, masih ada nilai-nilai subyektif yang digunakan oleh pemilih untuk menentukan pilihannya. Contohnya karakter pemain, sikap pemain kepada lawan / fair play, dan sikap pemain di luar lapangan. Selain itu juga, ada faktor-faktor kedekatan pemilih dan nominator yang biasanya juga menentukan.

Sumber : FIFA, Yahoo Sport

Komentar