Posisi Asing untuk Arsenal

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Posisi Asing untuk Arsenal

“Saya rasa kami menembak kaki kami sendiri dengan membiarkan (Arsenal) unggul lewat dua gol mudah,” ujar manajer Everton, Roberto Martínez, sebagaimana dikutip dari BBC. “Arsenal tidak menciptakan peluang nyata.”

Suka tidak suka, Martínez harus menerima fakta bahwa kesebelasannya tidak mampu pulang membawa angka. Satu gol Ross Barkley di menit ke-44 tidak mampu menggagalkan kemenangan Arsenal yang mencetak dua gol dalam waktu dua menit – keduanya lewat sundulan – pada menit ke-36 dan ke-38. Arsenal mendapat tiga angka dan menduduki puncak klasemen karenanya.

“Hanya 24 jam, namun kami tidak tahu,” ujar manajer Arsenal, Arsène Wenger, sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal. “Setelah pertandingan pertama melawan West Ham (Arsenal kalah kandang 0-2) tidak ada yang mengira akan seperti ini. Ini menujukkan bahwa kami bergantung kepada sikap, kebersamaan, dan hasrat kami untuk terus bermain bagus. Setelah sepuluh pertandingan kami ada di puncak, itu menunjukkan kami mengalami peningkatan. Kami akan menjaga kebersamaan dan berjuang untuk pertandingan-pertandingan berikutnya, itulah yang dapat kami lakukan. Masih terlalu dini namun kami bahagia dengan posisi kami saat ini.”

Bertahan atau tidaknya Arsenal di puncak klasemen sangat bergantung kepada hasil pertandingan Manchester Derby. Arsenal akan turun ke peringkat kedua jika Manchester City menang atau bermain imbang. Dan kecuali Manchester United menang dengan selisih tiga gol, Arsenal akan tetap berada di puncak. Peringkat pertama bisa jadi terasa asing bagi Arsenal. The Gunners terakhir kali mendudukinya pada Februari 2014.

Dari susunan pemain utama dalam pertandingan melawan Bayern München, terdapat tiga perubahan. Alex Oxlade-Chamberlain menggantikan Aaron Ramsey yang cedera. Per Mertesacker sakit sehingga posisinya diisi oleh Gabriel. Dan Theo Walcott, yang belakangan selalu dipercaya menjadi starter, duduk di bangku cadangan dan melihat saingannya, Olivier Giroud, bertanding.

Perubahan susunan pemain ini membuahkan hasil. Giroud membuktikan kelayakan diri bermain sebagai starter dengan sebuah gol pada menit ke-36. Itu merupakan gol keempat Giroud dalam lima pertandingan terakhirnya untuk Arsenal di semua kejuaraan.

“Yang penting adalah kesebelasan bermain baik,” ujar Giroud, sebagaimana dikutip dari situs resmi Arsenal, ketika disinggung mengenai persaingannya dengan Walcott. “Bagiku itu yang terbaik. Selama kami menang, aku puas dan aku berusaha memberi sesuatu kepada kesebelasan ... Sebelumnya Theo bermain bagus dan sekarang aku yang begitu, jadi kami sama-sama harus memberi pengaruh di pertandingan-pertandingan besar.”

Giroud mencetak golnya dari umpan silang Mesut Özil. Dengan terciptanya gol Giroud maka Özil telah mencetak tujuh assist Premier League musim ini, lebih banyak dari pemain-pemain mana pun. Jumlah assist-nya di tahun 2015 juga terbanyak: 11. Santi Cazorla menyamainya dua menit berselang ketika tendangan bebasnya disundul masuk ke gawang Everton oleh Laurent Koscielny.

Selain karena gol-gol yang tercipta, Arsenal juga menang karena Petr ?ech bermain gemilang. Wenger mengakui hal itu, dan ?ech juga menyadarinya. Dari enam tembakan ke gawang yang dimiliki Everton, hanya satu yang menjadi gol. Itu pun karena tendangan Barkley membentur Gabriel dan berbelok arah.

“Di babak kedua kami bisa mencetak lima gol namun di saat yang bersamaan kedudukan bisa juga berubah menjadi 2-2,” ujar ?ech sebagaimana dikutip dari BBC. “Aku puas dengan penyelamatanku yang membantu kami meraih tiga angka.”

Kekalahan terbaru di Emirates Stadium memperpanjang catatan gagal menang tandang Everton melawan Arsenal menjadi 22 pertandingan. Sudah 19 tahun berlalu sejak Everton terakhir kali menang di pertandingan tandang melawan Arsenal.

Komentar