Mengapa Andre-Pierre Gignac Hijrah ke Liga Meksiko?

Berita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Mengapa Andre-Pierre Gignac Hijrah ke Liga Meksiko?

Sebelum kompetisi di Eropa berakhir, penyerang tersubur Olympique Marseille musim 2014/2015, Andre-Pierre Gignac, sudah digosipkan akan meninggalkan kesebelasan Prancis tersebut. Namun siapa yang menyangka penyerang berusia 29 tahun tersebut lebih memilih untuk melanjutkan karir di Liga Meksiko bersama Tigres UANL?

Ya, bukan Arsenal, Liverpool, Newcastle United, ataupun West Ham United, melainkan Tigres UANL-lah yang dipilih oleh Gignac untuk melanjutkan karirnya. Sebuah keputusan yang mengherankan karena Gignac masih berada dalam performa terbaik, masih berpeluang membela timnas Prancis di Piala Eropa 2016, masih merupakan salah satu pemain penting di Prancis -- namun justru memilih hijrah ke liga yang tak begitu dikenal.

Liga Meksiko, atau Liga MX, memang tak sepopuler Liga Argentina dan Liga Brasil, bahkan juga kalah populer ketimbang Major League Soccer (MLS). Buktinya, sangat sedikit pemain top Eropa, bahkan pemain top Amerika Selatan, yang bermain di Liga MX. Dalam 10 tahun terakhir, Gignac adalah pemain Eropa ke lima yang bermain di Liga MX.

Pemain Eropa pertama yang bermain di Liga Meksiko sendiri adalah legenda Spanyol dan Real Madrid, Emilio Butragueno. Pada 1995, pemilik 69 caps timnas Spanyol ini memutuskan hijrah ke Club Celaya karena tersisihkan oleh Raul Gonzales yang saat itu masih berusia 17 tahun.

Karir Butragueno di Meksiko tak begitu buruk. Dari 91 penampilan, pemain lulusan akademi La Fabrica ini mencetak 29 gol. Tak pernah mendapatkan satupun kartu merah selama tiga musim di Meksiko. Tak mengherankan jika ia mendapatkan julukan Gentleman of the Pitch karena tak pernah mendapatkan kartu merah selama 16 tahun berkarir.

Namun kepindahan Butragueno ke Meksiko tersebut tetap tak membuat banyak pemain Eropa yang tertarik bermain di Meksiko. Kesebelasan-kesebelasan Meksiko pun lebih memilih untuk mendatangkan pemain-pemain dari negara Amerika Selatan lainnya.

Sebelum kedatangan Gignac, terdapat nama Luis Garcia dan Marc Crosas, pemain Eropa yang pernah merumput di Meksiko. Luis Garcia, yang pernah membela Liverpool (dan ikut bermain di laga legendaris melawan AC Milan di Istanbul pada 2005), membela Puebla pada musim pertamanya di Meksiko dan kemudian Pumas sebelum memutuskan rehat dari kegiatan sepakbola. Ia kemudian kembali bermain dengan mencari peruntungan di India Super League. Sementara Crosas, lulusan akademi La Masia, tiga musim membela Santos Laguna sejak musim 2011, dan kini membela Cruz Azul.

Meski begitu, fakta mengenai sedikitnya pemain Eropa dengan karir cemerlang yang memilih bermain di Meksiko tak membuat Gignac menolak pinangan Tigres. Ambisi Gignac untuk membela Tigres sendiri adalah untuk meraih trofi Copa Libertadores, kompetisi antar kesebelasan Amerika Selatan.

“Saya sangat senang berada di sini [Meksiko]. Saya datang untuk memenangkan liga domestik dan Piala Libertadores,” ujar runner-up top skorer Ligue 1 2014/2015 tersebut seperti yang dilansir sports.yahoo.com.

Aksi Gignac saat membela timnas Prancis (via: allomatch.com)
Aksi Gignac saat membela timnas Prancis (via: allomatch.com)

Ambisi Gignac untuk meraih Copa Libertadores memang cukup terbuka lebar. Pasalnya, kini Tigres yang musim lalu menjadi runner-up Liga Apertura MX, berhasil lolos ke babak semi-final Copa Libertadores untuk menghadapi wakil asal Brasil, Internacional. Dan Gignac sudah diperbolehkan tampil membela Tigres.

Copa Libertadores sebenarnya merupakan turnamen yang mempertemukan kesebelasan-kesebelasan Amerika Selatan. Namun sejak tahun 2000, Meksiko yang berasal dari Amerika Utara, mendapatkan jatah tiga slot setelah pesertanya bertambah dari 20 menjadi 32.

Tigres sendiri memang berambisi untuk menjadi kesebelasan Meksiko pertama yang meraih Copa Libertadores pada musim ini. Cruz Azul dan Guadalajara adalah dua kesebelasan yang nyaris melakukannya seandainya tak ditumbangkan lawannya di babak final.

Karenanya, Tigres yang sedang dalam kekuatan terbaiknya bertekad mewujudkan ambisi tersebut pada musim ini. Selain Gignac, dua pemain baru telah didatangkan. Mereka adalah pemain Meksiko keturunan Jerman, Jurgen Damm, dan eks penyerang Villareal, Ikechukwu Uche. Ya, para pemain baru ini didatangkan untuk menciptakan sejarah bagi Tigres sebagai kesebelasan Meksiko pertama yang meraih Copa Libertadores.

foto: sportwitness.ning.com

Komentar