Slaven Bili?: Pengacara, Gitaris, Sekaligus Manajer Premier League

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

Slaven Bili?: Pengacara, Gitaris, Sekaligus Manajer Premier League

Pada 2008, ketika Slaven Bili? baru tujuh tahun berkarir di dunia kepelatihan, West Ham United menaruh namanya sebagai pilihan utama dalam daftar berisi tiga puluh nama pengganti Alan Curbishley. Bili? saat itu berstatus pelatih kepala Tim Nasional Kroasia sehingga Vlatko Markovic, kepala Federasi Sepakbola Kroasia saat itu, sampai angkat bicara. “Uang bukan masalah,” ujar Markovic. “Kami punya banyak uang. Kami bisa membeli West Ham jika kami mau.”

Campur tangan Markovic sebenarnya tidak diperlukan. Pelatih yang juga seorang pengacara itu adalah sosok setia. Walau ia mencintai bekas kesebelasannya, Bili? memilih bertahan bersama Tim Nasional Kroasia.

Tujuh tahun setelah pendekatan pertama, West Ham kembali mengajukan tawaran kepada Bili? yang sedang tidak menangani kesebelasan mana pun setelah Be?ikta? melepasnya. Namun kali ini Bili? bukan pilihan utama karena West Ham lebih menginginkan Marcelo Bielsa, yang masih dalam negosiasi perpanjangan kontrak bersama Olympique de Marseille, untuk menggantikan Sam Allardyce.

Pemilik West Ham, David Gold dan David Sullivan, serta vice-chairman Karren Brady sudah melakukan wawancara kerja bersama Bili? dan agennya, Pini Zahavi, akhir pekan lalu. Bili? tidak jual mahal. Perjanjian verbal telah tercapai hari itu juga karena pelatih yang memiliki rajah di lengan kanan dan suka memakai anting tersebut mengaku sangat ingin menangani West Ham. Kemarin (9/6) kontrak telah ditandatangani dan Bili? resmi menangani West Ham.

Boleyn Ground bukan tempat yang asing bagi Bili? sebagaimana Bili? bukan orang asing bagi para pendukung West Ham. Walau hanya menghabiskan satu setengah musim di sana, pria yang lancar berbahasa Kroasia, Jerman, Inggris, dan Italia ini adalah pemain favorit para pendukung dan para pemain West Ham lain. Ia bermain mati-matian di lapangan sangat supel di luar pertandingan.

Frank Lampard masih berusia 19 tahun ketika Bili? membela West Ham, dan ia terkesan kepada kemauan Bili? mengenal semua pemain muda. “Tidak semua pemain sepertinya, mau mengenal dan menolong para pemain muda,” ujar Lampard. Rio Ferdinand, yang berusia 17 tahun ketika Bili? bergabung dengan West Ham, juga memuji Bili? sebagai panutan.

Di awal karirnya sebagai pelatih, Bili? secara khusus tinggal bersama Arsène Wenger dan Marcelo Lippi. Kedua sosok ini, menurut Bili?, adalah yang paling berpengaruh dalam karirnya sebagai pelatih. Tak mengherankan jika sebagai seorang pelatih Bili? tidak keras seperti ketika ia masih bermain dahulu. “Tidak perlu menjadi seorang tiran untuk mendapatkan rasa hormat dari para pemain,” ujar Bili?. “Satu-satunya kekuasaan yang kita butuhkan adalah kekuasaan pengetahuan.”

Bili? memangkas liburan keluarga di Portugal untuk menjalani wawancara kerja di West Ham, dan ia akan memangkas lagi masa liburannya karena West Ham memulai persiapan lebih awal. West Ham yang lolos ke Eropa lewat jalur fair play harus menjalani kualifikasi putaran pertama Europa League 2015/16.

Formasi apa yang akan ia terapkan di West Ham masih belum jelas, namun satu hal yang pasti, gitaris band rock, Rawbau, ini akan menerapkan permainan menyerang. “Kecairan jauh lebih penting (dari formasi),” kata Bili?. “Kita ingin kesebelasan tetap kokoh, dan lini per lini tetap dekat antara satu sama lain sehingga permainan dapat mengalir.”

Bili? membawa serta Nikola Jurcevic sebagai asisten manajer dan beberapa pelatih kesebelasan utama.



Komentar