PSV Menuntaskan Dendam Lama dengan Sempurna

Berita

by Taufik Nur Shidiq

Taufik Nur Shidiq

Writer (Oct 2014 - Mar 2016); Editor (Nov 2017 - Nov 2018)

PSV Menuntaskan Dendam Lama dengan Sempurna

Philips Sport Vereniging menuntaskan dendam lama kepada Amsterdamsche Football Club Ajax dengan cara yang sempurna. Koleksi gelar juara PSV memang masih jauh lebih sedikit ketimbang Ajax. Namun setidaknya, PSV menyudahi puasa gelar mereka dengan menjauhkan Ajax dari satu tempat di keabadian.

Dua gol Luuk de Jong, satu gol Memphis Depay, dan satu gol Luciano Narsingh membawa PSV Eindhoven mendapat tambahan tiga angka semalam. Kemenangan tersebut membawa PSV mengungguli Ajax Amsterdam, pesaing terdekat mereka, dengan selisih tiga belas poin. Karenanya, PSV resmi menjadi juara Eredivisie untuk kali pertama sejak tahun 2008. Ajax, yang berada di peringkat kedua dengan koleksi enam puluh enam angka, sudah tidak mungkin mengejar PSV karena hanya memiliki empat pertandingan tersisa.

Selain menjadi gelar pertama sejak tahun 2008, gelar juara Eredivisie semalam juga merupakan yang ke-22 sepanjang sejarah PSV. Tak hanya itu, PSV memutus dominasi Ajax dengan cara yang sempurna. PSV mengubur impian Ajax untuk menjadi juara Eredivisie selama lima musim berturut-turut dengan menguasai posisi pertama sejak pekan pembuka. Ajax, pemegang rekor juara liga Belanda dengan 33 gelar juara, menguasai Eredivisie dalam empat musim terakhir.

Yang menarik, keberhasilan PSV menjadi juara Eredivisie musim ini seolah menjadi pembalasan terhadap apa yang dilakukan Ajax pada 1990. Pada 1986, PSV mengalahkan Ajax sang juara bertahan dalam perburuan gelar juara Eredivisie. Selama empat tahun berturut-turut sejak 1986, PSV selalu menjadi juara dan Ajax selau berada tepat di belakang mereka. Pada 1990, Ajax mengubur impian PSV untuk menjadi kesebelasan Eredivisie pertama yang berhasil menjadi juara dalam lima musim berturut-turut.

juara PSV

Selain Ajax, Alkmaar Zaanstreek juga pernah menyudahi ambisi PSV untuk menjadi kesebelasan pertama yang menjuarai Eredivisie dalam lima musim berturut-turut. PSV yang – sama seperti tahun 1986 – pada 2005 merebut gelar juara dari tangan Ajax, berhasil mempertahankan gelar hingga tahun 2008. Kembali dekat dengan keberhasilan menjadi kesebelasan pertama yang menjuarai Eredivisie lima kali bertutur-turut, PSV kembali gagal. Pada musim 2008/09, PSV mengakhiri musim di peringkat keempat; di belakang Ajax, FC Twente, dan sang juara AZ Alkmaar.

Bisa jadi, tidak ada yang lebih berbahagia atas keberhasilan ini selain Phillip Cocu. Menangani PSV sejak 2012 (awalnya sebagai caretaker setelah PSV mendepan Fred Rutten), Cocu akhirnya meraih gelar Eredivisie pertamanya sebagai manajer. Sebagai pemain sendiri, Cocu empat kali menjadi juara liga Belanda bersama kesebelasan yang saat ini ditanganinya.

“Merayakan gelar juara di kandang rasanya luar biasa. Para pemain saya pantas meraihnya,” ujar Cocu selepas pertandingan. “Kami memiliki tujuan yang jelas dan kami mencapainya. Kami bekerja untuk ini sepanjang tahun dan hari ini kami dapat benar-benar merasakannya. Momen-momen seperti inilah yang kami perjuangkan. Ini adalah gelar yang didambakan oleh kesebelasan selama beberapa lama.”

Kerja keras PSV berbuah manis. Musim ini, tak ada kesebelasan lain yang lebih produktif dari mereka. Dalam bertahan pun, PSV tangguh. Hanya ada satu kesebelasan yang jumlah kebobolannya lebih sedikit ketimbang PSV; Ajax. Sementara PSV kebobolan 27 kali, Ajax kebobolan satu gol lebih sedikit.

Selain Cocu, Memphis Depay – pencetak dua puluh dari delapan puluh empat gol PSV di Eredivisie musim ini – juga tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. “Saya secara khusus bertahan di sini untuk menjadi juara bersama PSV dan kami mencapainya sekarang,” ujar Depay. “Kami berhak menjadi juara karena semua pihak terlibat dalam keberhasilan ini. Inilah bagian paling indahnya. Inilah yang selau saya impikan.”

Berangkat dari keberhasilan musim ini, tak ada salahnya jika PSV memiliki target khusus. Jika mereka mampu mempertahankan gelar juara selama setidaknya empat musim kedepan, nama PSV akan abadi sebagai kesebelasan pertama yang mampu lima kali berturut-turut menjadi juara Eredivisie.

Bukan pekerjaan yang mudah, memang. Namun mencapai keabadian dengan cara ini jauh lebih singkat ketimbang dengan melampaui koleksi Ajax. Cara pertama membutuhkan waktu empat tahun, sedangkan cara kedua membutuhkan dua belas tahun; itupun dengan catatan Ajax tidak menambah koleksi mereka selama itu.

Komentar