Perjudian Antonio Conte Bersama Timnas Italia

Berita

by Ardy Nurhadi Shufi

Ardy Nurhadi Shufi

Pemimpin Redaksi | Pesepakbola Tarkam | Juru Taktik
ardynshufi@gmail.com

Perjudian Antonio Conte Bersama Timnas Italia

Antonio Conte memang merupakan pelatih yang cukup kontrovesial. Namun bukan dengan hal-hal negatif, melainkan dengan prestasi yang ia torehkan kala menjadi pelatih, khususnya setelah menukangi Juventus.

Namanya mencuri perhatian media dunia karena dengan kejeniusannya ia berhasil mengantarkan tiga scudetto bagi Juventus secara beruntun. Ia juga menjadi perbincangan karena berhasil mengembalikkan kejayaan skema 3-5-2 yang mulai jarang digunakan di era sepakbola modern ini.

Conte tak lagi menukangi Juventus sejak awal musim 2014/2015. Kini pelatih berusia 45 tahun tersebut mengarsiteki tim nasional Italia, menggantikan Cesare Prandelli yang gagal membawa Italia berprestasi di Piala Dunia 2014. Dan bersama timnas, Conte kembali mencuri perhatian media.

Kejutan sudah dlilakukan Conte ketika tak memanggil Mario Balotelli, penyerang Italia yang selalu diandalkan oleh Cesare Prandelli. Herannya, Conte malah memanggil Simone Zaza, penyerang Sassuolo, tim papan bawah Serie A, yang belum pernah sekali pun mencicipi seragam timnas.

Namun insting Conte ternyata tepat. Diduetkan bersama Ciro Immobile, Zaza langsung memberikan performa mengesankan sejak penampilan pertamanya bersama timnas. Ia pun mencetak gol perdananya pada pertandingan kedua kala melawan Norwegia dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2016 lalu.

Menjelang pertandingan persahabatan menghadapi Albania malam nanti (18/11), Conte kembali menjadi perbincangan media Italia. Pemilihan pemainnya kali ini, dianggap terlalu beresiko besar karena ia tak menyertakan beberapa pemain senior.

Ya, setelah bemain imbang menghadapi Kroasia pada pertandingan keempat babak kualifikasi Piala Eropa 2016, Conte mengistirahatkan banyak pemain senior. Lebih tepatnya, Conte memulangkan semua pemain yang berlaga melawan Kroasia.

Tak akan ada nama-nama seperti Giorgio Chiellini, Gianluigi Buffon, Andrea Ranocchia, Antonio Candreva, Claudio Marchisio atau pun Daniele De Rossi pada laga Italia melawan Albania nanti. Karena Conte telah memanggil 14 nama untuk menggantikan para pemain senior tersebut.

Nama-nama pemain yang dipanggil ini pun cukup menyita perhatian media Italia. Karena di dalamnya, terdapat beberapa nama yang belum berpengalaman membela tim nasional. Bahkan sebagian dari mereka belum memiliki caps bersama timnas senior.

Dari 23 nama yang dipilih Conte, terdapat tujuh pemain yang akan menjalani partai debutnya melawan Albania nanti (jika dimainkan). Mereka adalah, Emiliano Moretti (Torino) Stefano Sturaro (Genoa), Francesco Acerbi (Sassuolo), Mattia Perin (Genoa), Luca Rossettini (Cagliari), Daniele Rugani (Empoli), Andrea Bertolacci (Genoa), dan Stefano Okaka (Sampdoria).

Selain itu, delapan pemain lain pun memiliki caps masih di bawah 10 kali penampilan. Mereka adalah Mattia Destro dan Marco Parolo yang memiliki 7 caps, Andrea Poli dan Alessandro Matri yang memiliki 5 caps, Lorenzo De Silvestri yang baru dua caps, serta Manolo Gabbiadini dan Giacomo Bonaventura yang baru satu kali berseragam tim nasional.

Tentunya tak sedikit  pihak yang mengkritik keputusan Conte ini. Banyak nama yang cukup mengejutkan dibawa Conte untuk membela timnas Italia menjadi persoalan. Misalnya seperti Moretti yang sudah berusia 33 tahun atau Acerbi yang sempat absen cukup lama karena menderita kanker testis.

Dalam skuat Italia ‘terbarunya’ ini, Juventus yang biasanya menjadi penyumbang terbanyak, hanya menyumbangkan dua nama, Leonardo Bonucci dan Sebastian Giovinco. AC Milan hanya diwakili Poli dan Bonaventura. AS Roma hanya menyumbang Destro. Alberto Aqualani mewakili Fiorentina. Sementara Salvatore Sirigu (PSG), Domenico Criscito (Zenit) dan Alessio Cerci (Atletico Madrid), menjadi pemain yang berasal dari klub top di luar Italia. Sisanya, berasal dari klub-klub medioker Italia.

Tapi Conte jelas bukan tanpa alasan berani menampilkan skuat yang bisa dibilang minim jam terbang ini. Karena jika melihat performa di Serie A, banyak klub medioker Italia yang berhasil unjuk gigi dan berada di papan atas klasemen.

Genoa yang kini menduduki peringkat lima, menjadi klub dengan penyumbang terbanyak dengan lima pemain. Sampdoria yang berada diperingkat empat pun membuat tiga pemainnya dipanggil timnas. Jumlah tersebut tentunya lebih banyak dari pemain-pemain klub top Italia.

Ini tentunya menjadi sinyal positif bagi para pemain yang tak bermain di klub top. Daftar nama pasukan terbaru Conte ini menjadi bukti bahwa pemain dari klub medioker pun akan dilirik Conte jika memang menampilkan performa yang layak untuk bermain di timnas.

Sementara hal ini juga menjadi kabar baik bagi klub-klub yang pemain intinya dipanggil timnas. Juve akan memiliki Buffon, Marchisio, dan Chiellini dalam keadaan fit di mana mereka akan menghadapi Lazio akhir pekan nanti. Pun begitu dengan Lazio (Candreva), AC Milan (Stephane El Sharaawy dan Mattia De Sciglio), Inter Milan (Andrea Ranocchia), Graziano Pelle (Southampton) dan AS Roma (Daniele De Rossi), mereka bisa cukup lega karena pemainnya intinya sudah kembali bergabung bersama tim.

Namun tetap saja, bagi para pecinta timnas Italia, tentunya ini menimbulkan kekhawatiran. Meski hanya berstatus laga uji coba, para pemain utama Italia pun dinilai perlu lebih sering bermain bersama untuk menjaga ritme permainan. Karena pertandingan melawan Albania ini, merupakan pertandingan terakhir Italia pada 2014.

Sedangkan persaingan di grup H babak Kualifikasi Piala Eropa cukup sengit dengan Kroasia yang kini bertengger di puncak klasemen, memiliki poin sama dengan Italia tapi unggul selisih gol. Belum lagi Norwegia yang menguntit di peringkat tiga hanya dengan selisih satu poin. Sehingga satu kesalahan saja dilakukan Italia, bisa berakibat fatal bagi Antonio Conte dan skuatnya.

foto: flickr.com

Komentar