FIFA Kaji Perpanjangan Masa Tugas Wasit

Berita

by Frasetya Vady Aditya

Frasetya Vady Aditya

Penyunting. Jangan terkekang; sepakbola cuma cangkang. Kontak: vady.aditya@gmail.com

FIFA Kaji Perpanjangan Masa Tugas Wasit

Jika ada tuhan yang paling baik, dia adalah FIFA. Bagaimana tidak, Federasi Sepakbola Dunia tersebut bisa memperpanjang masa tugas siapapun sekehendaknya. Padahal, katanya, manusia sudah memiliki takdirnya masing-masing bahkan sebelum dia dilahirkan.

Sebelumnya, FIFA memutuskan tidak ada batasan usia bagi siapapun yang akan menjabat sebagai presiden FIFA. Ya, tuhan memutuskan untuk memperbesar peluang bagi dirinya sendiri sebagai Presiden FIFA, hingga Tuhan “yang sebenarnya” menjemput tuhan “jadi-jadian” tersebut.

Presiden FIFA, Sepp Blatter, kini akan mengkaji terkait masa pensiun wasit. Saat ini, wasit sudah harus pensiun jika telah menginjak usia 45 tahun. Meskipun demikian, FIFA masih mendelegasikan tugas bagi beberapa wasit yang dianggap istimewa untuk memimpin laga, meski usianya sudah memasuki masa pensiun.

Keputusan yang diambil FIFA ini mungkin ada benarnya. Profesi sebagai wasit tidak semenjanjikan profesi sebagai sepakbola. Wasit di Liga Inggris misalnya. Mereka dibayar 40 ribu poundsterling per tahun, atau sekitar 800 juta rupiah. Nilai yang jauh lebih kecil dibandingkan kontrak serta gaji Chrisitan Gonzalez di Indonesia.

Selain itu, siapa memangnya yang sejak kecil bercita-cita menjadi wasit? Profesi menjadi wasit rata-rata telah mencapai usia 30. Artinya, kariernya di sepakbola hanya tinggal 15 tahun lagi. Waktu yang teramat singkat, terutama jika membandingkan pemasukan dan gaya hidup masyarakat Inggris. 40 ribu pounds pertahun, tentu berbeda nilainya dengan 800 juta rupiah di Indonesia.

Ini yang menjadi dasar bagi FIFA untuk memperpanjang masa tugas wasit.

“Tidak ada usia pensiun wajib dalam sepakbola bagi pemain, pelatih, dan staf klub,” ucap Blatter. “Wasit pun bisa mendapat keuntungan dari kebebasan tersebut. Untuk saat ini, mereka diharuskan untuk meletakan peluit mereka dalam sepakbola internasional pada usia 45.”

Blatter menganggap performa harusnya lebih diutamakan ketimbang usia. Terlebih, ia melihat wasit pada masa kini sebagai olahragawan, ia dilatih untuk dapat berlari sepanjang pertandingan. Karena FIFA sudah menolak batasan usia bagi anggota komite eksekutif serta presiden, hal yang sama akan segera diterapkan pada wasit.

“Menghapus batasan umur akan membuka cakrawala baru ke arah profesionalisme. Pemikiran yang pragmatis akan menghancurkan langkah ini. Saya pikir, sudah saatnya untuk memperpanjang resolusi yang dibuat oleh kongres untuk wasit. Ini harus didiskusikan dengan komite wasit.”

Jika aturan tidak ada pembatasan usia terhadap anggota komite eksekutif, maka bukan hal yang sulit bagi FIFA untuk mempertimbangkan masa kerja wasit setidaknya untuk lima tahun ke depan. Atau, FIFA memberi aturan bagi tiap konfederasi agar lebih peka terhadap nasib wasit. Karena wasit adalah perwakilan tuhan di atas lapangan. Keputusannya mutlak dan sulit diganggu gugat.

Sumber gambar: dutchreferee.com

Komentar