Pelajaran dari Kemenangan vs Kamboja

Analisis

by Evans Edgar Simon

Evans Edgar Simon

Death. Glory. Rock n Roll. Kontributor Pandit Football Indonesia.

Pelajaran dari Kemenangan vs Kamboja

Indonesia membuka perjalanan di Piala AFF 2020 dengan kemenangan 4-2 atas Kamboja, Kamis (9/12). Kendati demikian, masih terlalu banyak kesalahan mendasar yang dilakukan oleh para pemain. Hal ini harus segera diatasi jika ingin melangkah jauh.

Sebelum Piala AFF 2020 bergulir, sempat ramai sebuah video pelatih Shin Tae-yong mengajarkan para pemain Indonesia teknik mengoper satu sentuhan dalam sebuah sesi latihan. Meski terkesan "konyol", nyatanya para pemain memang sering membuang-buang bola ketika menghadapi Kamboja.

"Jangan hilang bola! Jangan hilang bola!" terdengar berulang kali dari pinggir lapangan Stadion Bishan sepanjang pertandingan melawan Kamboja. Garis pertahanan yang tinggi dan tempo cepat yang dimainkan tidak berbanding lurus dengan akurasi operan yang berdasarkan statistik Opta hanya mencapai 79,9%.

Bukan hanya urusan akurasi operan, akurasi tendangan pun jauh dari kata memuaskan. Dari total 20 peluang yang dicatatkan skuad Garuda, hanya lima yang mengarah ke gawang. Artinya, akurasi tembakan Indonesia hanya 25%!

Tergambar jelas bahwa Indonesia kesulitan mengatur tempo permainan. Para pemain tidak cukup tenang dan terlalu terburu-buru mengirim bola ke depan ketika menguasai bola, tanpa skema atau pergerakan yang jelas. Hal ini membuat serangan Indonesia hanya sebatas sporadis alih-alih efektif.

Kelemahan Indonesia ini mampu dieksploitasi secara terang-terangan oleh Kamboja di babak kedua. Perlahan tapi pasti, skuad asuhan Ryu Hirose dan Keisuke Honda mendominasi penguasaan bola.

Sesungguhnya, sudah ada upaya dari pelatih Shin Tae-yong untuk terus membuat Indonesia berada satu langkah di depan, yakni dengan memasukkan Victor Igbonefo (menggantikan Ryuji Utomo). Dengan pengalamannya, Igbonefo diharapkan mampu "memimpin" dan memperbaiki distribusi bola dari lini belakang. Namun, pemain berusia 36 tahun tersebut justru malah bersumbangsih menambah jumlah kesalahan.

Ditambah stamina yang tidak cukup baik, timnas kehilangan bentuk formasi dan taktik selepas menit ke-60. Kamboja tampil semakin berbahaya dan bergerak cukup leluasa di antar lini Indonesia. Mereka semakin mudah mengirimkan bola hingga sepertiga akhir lapangan.

Ketika pertandingan usai, Kamboja memiliki penguasaan bola sebanyak 54,8%. Seandainya Kamboja punya materi pemain yang lebih berkualitas di lini depan, bukan tidak mungkin hasil pertandingan akhir akan berbeda.

Jelang pertandingan melawan Laos, Minggu (12/12) pukul 16.30 WIB, semoga saja sudah ada perbaikan dan peningkatan permainan dari timnas. Masih ada waktu bagi skuad asuhan Shin Tae-yong untuk berbenah sebelum menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh ke depannya.

Komentar