Tottenham vs Leeds: Dinamisme Son-Bergwijn Bisa Hukum Bielsa

Analisis

by Ikhsan Abdul Hakim

Ikhsan Abdul Hakim

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Tottenham vs Leeds: Dinamisme Son-Bergwijn Bisa Hukum Bielsa

Permainan Leeds United musim ini sangat menarik ditonton. Meski berstatus tim promosi, anak-anak asuh Marcelo Bielsa berani mengusung permainan terbuka dan sama sekali tidak takut menghadapi klub-klub yang lebih mapan. Hujan gol pun sinonim dengan pertandingan Leeds. Pada 2020/21, mereka telah mencetak 30 gol (terbanyak keempat) dan kebobolan 30 gol (terbanyak kedua).

The Whites menghibur. Permainan mereka di lapangan memicu adrenalin penonton dan meninggalkan rasa puas. Tetapi, jika menilik hasil, Bielsa agaknya tak terlalu senang. Permainan agresif Leeds juga sering berujung kekalahan.

Menempati peringkat 11 setelah 16 pertandingan — apalagi bagi tim promosi — memang tak buruk. Namun hasil-hasil mencolok lawan Leicester City, Crystal Palace, atau Roses Derby dua pekan lalu menunjukkan dengan paripurna ambivalensi Leeds. Dalam tiga laga tersebut, Leeds kalah dengan margin tiga gol atau lebih.

Permainan terbuka Leeds tentu mendatangkan konsekuensi. Sebaliknya, mengharapkan Bielsa tampil konservatif pun hampir mustahil. Pelatih yang masuk nominasi FIFA Best Men’s Coach 2020 tersebut selalu mempertahankan filosofi menyerang.

Link streaming pertandingan Premier League: Tottenham Hotspur vs Leeds United

Awal tahun ini, Bielsa akan menghadapi pelatih yang senang menghadapi sepakbola menyerang, Jose Mourinho. Mereka akan beradu taktik di Tottenham Hotspur Stadium, Sabtu (2/1/2021) mendatang.

Dari segi filosofi sepakbola, Mourinho adalah antitesis dari Bielsa. Pelatih asal Portugal itu cenderung reaktif dalam menghadapi pertandingan, membiarkan lawan menguasai bola untuk kemudian melancarkan serangan balik mematikan. Pendekatan ini telah mempersembahkan banyak trofi untuk Mourinho dan membawa Spurs ke papan atas Premier League.

Taktik Mourinho pun terbukti efektif. Di Premier League 2020/21, terdapat sembilan tim yang menorehkan penguasaan bola lebih dari 50% sepanjang musim. Kesembilan tim tersebut adalah Liverpool, Manchester City, Leeds, Chelsea, Southampton, Leicester, Brighton, Manchester United, dan Arsenal. Spurs versi Mourinho telah menghadapi delapan di antaranya dengan rekor lima menang, sekali imbang, dan dua kalah.

Hasil imbang didapat ketika menghadapi Chelsea. Sedangkan kekalahan diderita dari Liverpool dan Leicester. Spurs kalah dari The Foxes karena penalti dan gol bunuh diri. Sementara ketika ditekuk The Reds, Mourinho merasa kekalahan itu tidak adil.

“Tim terbaik kalah,” demikian katanya usai laga Liverpool vs Spurs. Komentar Mourinho bukan sekadar opini kontroversial. Baginya, Spurs memang tim terbaik pada hari itu. Meskipun Liverpool mendominasi pertandingan, para pemain Spurs mengeksekusi taktik dengan baik dan menorehkan lebih banyak peluang berbahaya. Nilai expected goals (XG) mereka (1,3) sedikit lebih tinggi dari The Reds (1,2).

Jelang menghadapi Leeds, Mourinho sepertinya akan mengandalkan skema yang serupa. Sebagaimana Liverpool, Leeds senang menguasai bola. Di Premier League 2020/21, The Whites menjadi tim dengan penguasaan bola terbanyak ketiga (60,9%).

Selain itu, yang lebih menyenangkan Mourinho adalah Leeds tampil lebih agresif dibanding Liverpool. Mereka merupakan tim dengan PPDA (passes allowed per defensive actions) terbaik di Premier League. PPDA adalah rata-rata jumlah operan yang dilakukan lawan di 60% bagian depan lapangan sebelum dihentikan tim yang melakukan pressing. Metrik ini berguna untuk mengukur intensitas pressing tinggi (high press) sebuah tim. Semakin sedikit PPDA, maka semakin intens high press tim tersebut.

Di Liga Inggris musim ini, hanya ada dua tim yang menorehkan PPDA di bawah 10 operan. Mereka adalah Leeds (9,66) dan Southampton (9,92). Angka ini menunjukkan bahwa dua tim tersebut adalah tim yang paling agresif dalam hal high press.

Spurs pun tak asing dengan agresivitas high press. Bahkan, semakin agresif lawan, Mourinho mungkin semakin senang. Musim ini, Harry Kane dan kawan-kawan telah menghukum Southampton. Mereka menang 2-5 di St. Mary’s. Son Heung-min mencetak empat gol.

Kehadiran Son tentu wajib diperhatikan Bielsa. Penyerang Korea Selatan itu tampil prolifik musim ini, mencetak 11 gol dari 15 pertandingan. Ia hanya diungguli Mohamed Salah di jajaran top skor sementara Premier League.

Selain Son, kehadiran Steven Bergwijn juga tak bisa diabaikan. Meskipun belum mencetak gol musim ini, eksplosivitas winger asal Belanda itu berpotensi mengacaukan pertahanan Stuart Dallas dan kawan-kawan.

Baik Son dan Bergwijn sama-sama cepat dan reliabel bagi serangan balik Tottenham. Untuk mengantisipasi skema man-to-man marking Leeds, mereka pun dapat bertukar posisi secara berkala. Dinamisme keduanya akan menjadi kunci serangan tuan rumah.

Bielsa harus mencari solusi untuk meredam dua penyerang sayap Tottenham. Di atas kertas, jika meninjau statistik di atas, timnya berada di posisi rawan. Respons Bielsa di Tottenham Hotspur Stadium menarik ditunggu.

Marcelo Bielsa dan Leeds United akan bertandang ke Tottenham Hotspur Stadium pada Sabtu (2/1), dengan waktu kick-off pukul 19.30 WIB. Tayangan langsung pertandingan tersebut, semua pertandingan Premier League 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar