Lars Stindl: Kapten Moenchengladbach yang Disegani juga Diandalkan

Analisis

by Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Pandit Football Indonesia mengkhususkan pada analisis pertandingan sepakbola, statistik dan liga, juga sejarah perkembangan sepakbola dan evolusi taktiknya

Lars Stindl: Kapten Moenchengladbach yang Disegani juga Diandalkan

Februari 2017, Borussia Moenchengladbach bertanding di Stadion Artemio Franchi, Florence, Italia, dalam leg kedua 32 besar Europa League 2016/17 melawan tuan rumah Fiorentina. Beban berat diemban die Fohlen. Kekalahan pada leg pertama (0-1) membikin mereka setidaknya mesti menang dengan margin dua gol untuk lolos ke fase 16 besar.

Tampil di depan ribuan suporternya, Fiorentina sepertinya akan dengan mudah lolos berkat keunggulan 2-0 di babak pertama. Tak dinyana, angin berbalik di babak kedua. Lars Stindl, kapten Moenchengladbach, membikin pendukung La Viola terpaku berkat hat-trick yang ditorehkannya. Hebatnya lagi, ia melakukannya hanya dalam durasi 12 menit.

Tak ayal, Moenchengladbach yang kala itu dilatih Dieter-Klaus Hecking semakin bersemangat. Meski secara agregat sama kuat (3-3), tim tamu unggul gol tandang dan peluang untuk lolos kian besar. Namun, seolah belum puas, Andreas Christensen mencetak gol keempat dan memastikan tiket 16 besar menjadi milik mereka.

Kendati kemudian gagal di babak 16 besar usai disingkirkan sesama wakil Jerman lainnya, FC Schalke, comeback tersebut merupakan catatan apik yang masih diingat hingga kini, termasuk oleh Lars Stindl.

Itulah hat-trick pertama yang ditorehkan Lars Stindl untuk Moenchengladbach sejak bergabung pada Juli 2015. Dan, setelah menunggu sekian lama, momentum bagi Lars Stindl untuk kembali mencetak tiga gol dalam satu pertandingan akhirnya terulang di ajang Bundesliga 2020/21 ketika Moenchengladbach bersua Eintracht Frankfurt pada Spieltag 12.

Memang, kali ini ia gagal mengantarkan timnya meraih kemenangan. Namun tiga gol yang dibikinnya membuat Moenchengladbach terhindar dari kekalahan yang menganga di depan mata. Apalagi kalau bukan "menganga"? Toh, gol pemungkas Stindl dicetak pada menit kelima waktu tambahan. Dramatis.

“Terakhir kali saya mencetak hat-trick dalam laga tandang terjadi pada Februari 2017 di ajang Europa League ketika melawan Fiorentina. Benar-benar sesuatu yang spesial bisa kembali mencetak hat-trick, kini di ajang Bundesliga. Kami memaksa menyamakan kedudukan dan mendapat hasil atas kerja keras kami,” ucap Lars Stindl usai laga melawan Frankfurt.

Di luar teknis, peran Lars Stindl sebagai kapten tim dijalankan dengan nyaris sempurna. Tentu, bukan sesuatu yang mudah melanjutkan estafet kapten Moenchengladbach sepeninggal Martin Stranzl (pensiun) dan Granit Xhaka (pindah ke Arsenal).

Akan tetapi, pengalaman memimpin yang dimiliki Stindl sejak masih membela Hannover membuat Moenchengladbach tak ragu untuk menyematkan ban kapten di lengan kirinya. Etos kerja, daya juang, hingga respek dari rekan-rekannya menjadi nilai lebih. Maka tidak heran jika jabatan kapten diembannya hingga kini.

“Lars Stindl adalah seorang kapten yang memimpin dari depan dan penuh tanggung jawab. Ini yang saya tuntut dari dia,” papar Kepala Pelatih Moenchengladbach, Marco Rose.

Marco Rose benar-benar menaruh kepercayaan tinggi kepada Stindl meski pilihan di lini serang bejibun. Dengan nama-nama yang mulai meroket seperti Alasanne Plea, Hannes Wolf, Breel Embolo, hingga Marcus Thuram, justru Stindl memiliki catatan menit bermain terbanyak di antara pemain di lini serang lainnya. Transfermarkt mencatat, Stindl menorehkan 730 menit dari 12 kali penampilan. Sementara empat pemain yang telah disebut paling tinggi hanya memiliki menit bermain sebanyak 648.

Sejauh ini, tujuh gol (Bundesliga) yang telah dikoleksi Stindl menjadikan ia top skor klub. Tak hanya itu, rata-rata expected goals (xG) Stindl juga berada dalam nilai tertinggi di antara rekan lainnya, yakni 0,59 per 90 menit. Ditambah, Stindl juga menjadi pemain yang memiliki catatan tembakan terbanyak, 21 kali dan 10 di antaranya tepat sasaran.

Statistik golnya kian lengkap karena tak hanya terjadi dari situasi open play. Tak jarang ia bikin gol lewat situasi bola mati. Selain telah mencetak tiga gol lewat eksekusi penalti, satu gol via tendangan bebas melawan Frankfurt menunjukkan bahwa ia bisa membahayakan gawang lawan dalam situasi apa pun.

Atas apa yang telah dilakukannya untuk tim, sejumlah pemain lain pun terinspirasi untuk bisa memberikan performa terbaik bagi Moenchengladbach musim ini. Apalagi, die Fohlen tak hanya tampil di kompetisi domestik, melainkan juga di Liga Champions.

“Setiap pemain mesti mempunyai motivasi untuk menegaskan diri mereka sendiri. Secara pribadi, saya merasa sangat positif lantaran mendorong semua pemain untuk tampil hingga batas kemampuan mereka. Dan persaingan di sini sangat sehat,” tambahnya.

Borussia Moenchengladbach akan menjamu TSG Hoffenheim pada Sabtu (19/12) pukul 21.30 WIB. Pertandingan tersebut, seluruh pertandingan Bundesliga 2020/21, serta tayangan ulang dan highlights pertandingannya, dapat Anda saksikan di Mola TV (klik di sini).

Komentar