Keunggulan Persija Atas Persib yang Diharapkan Berlanjut di Solo

Analisis

by M. Rifky Herlanda P.

M. Rifky Herlanda P.

Bola adalah pacar.

Keunggulan Persija Atas Persib yang Diharapkan Berlanjut di Solo

Lanjutan pekan ke-33 Liga 1 Indonesia akan menyajikan salah satu pertandingan klasik, yaitu Persija Jakarta melawan Persib Bandung. Laga kedua kesebelasan ini selalu menghadirkan atmosfer pertandingan yang menarik dan cukup keras. Pada edisi ini, Persija akan menjadi tuan rumah akan tetapi kandang yang mereka pakai bukan lagi Stadion Patriot yang merupakan kandang Persija di musim ini, melainkan Stadion Manahan di Kota Solo.

Walaupun harus bermain jauh di Solo, “Macan Kemayoran” mengincar tiga poin menghadapi “Maung Bandung”. Persija ingin mengakhiri rekor pertemuan kedua kesebelasan di enam laga terakhir yang selalu berakhir dengan hasil imbang. Hasil itu termasuk pada pertemuan pertama ketika bermain di Gelora Bandung Lautan Api yang berakhir ibang dengan skor 1-1.

Keduanya sama-sama meraih kemenangan di laga terakhir mereka. Persija berhasil mengalahkan tuan rumah Borneo FC dengan skor 2-1, sementara Persib behasil meraih kemenangan ketika mengalahkan tamunya, Mitra Kutai Kartanegara dengan skor 3-1. Hasil kedua kesebelasan ini cukup berpengaruh pada rasa kepercayaan diri untuk menghadapi laga klasik pada Jumat (03/11) sore nanti.

Persib unggul dalam statistik pertemuan pertama

Pada pertemuan pertama di Stadion GBLA, kedua kesebelasan bermain imbang. Walau bermian imbang, sebenarnya Persib menguasai jalannya pertandingan. Terlihat dari statistik penguasaan bola (57% berbanding 43%), tembakan ke arah gawang (11 berbanding 6), duel udara, (27 banding 16), dan tekel sukses (50% banding 41%).

Keunggulan statistik itu disebabkan karena permainan Persija yang cukup bertahan selama pertandingan, apalagi Persija harus bermain dengan 10 pemain setelah Sandi Sute mendapat kartu merah pada menit ke-65.

Persija bermain cukup bertahan dan sesekali melakukan serangan balik cepat. Dari catatan statistik, tercatat Persija melakukan 18 kali sapuan bola. Lalu dari jumlah tekel yang mereka lakukan pun sangat banyak dengan total melakukan 98 kali tekel di mana 45 kali di antaranya sukses.

Pertahanan yang baik membuat Persib yang menguasai jalannya pertandingan hanya mampu mencetak satu gol. Hasil dari pertahanan yang baik pun berbuah gol melalui serangan balik cepat yang mereka lakukan melalui Ramdani Lestaluhu untuk menyamakan kedudukan.

Namun di pertemuan kedua nanti, kami memprediksi Persija akan menguasai pertandingan karena Persija akan bertindak sebagai “tuan rumah” dan akan berinisiatif untuk menguasai pertandingan dari awal.

Pemain kunci

Bambang Pamungkas menjadi pemain kunci di lima pertandingan terakhir Persija. Bepe pun menjadi pemain yang selalu tampil ketika laga klasik ini berlangsung. Total Bepe telah menjalani 23 pertandingan menghadapi Persib ketika membela Persija dengan 9 gol berhasil ia cetak.

Di Liga pun Bepe sedang menemukan penampilan terbaiknya. Di lima pertandingan terakhir ia mampu mencetak tiga gol dan satu asis untuk Persija. Penampilannya yang sedang meningkat pun berhasil membawa Persija meraih tiga kemenangan di lima pertandingan terakhir. Di lima pertadingan ia mampu melesakkan 16 kali tendangan yang berbuah tiga gol.

Sandi Sute menjadi sosok penting di lini tengah Persija. Di pertemuan pertama melawan Persib, ia bisa dibilang seperti sosok Cesemiro di Real Madrid yang mempu menjadi gelandang jangkar memutus serangan lawan. Terlihat ketika ia mendapat kartu merah di menit ke-65, lini tengah Persija berhasil dikuasai oleh para pemain Persib. Ia menjadi pemain Persija yang paling banyak melakukan tekel sabanyak 24 kali tekel dan dua kali sukses melakukan intersepsi.

Febri Haryadi menjadi pemain kunci untuk Persib di lima pertandingan terakhir. Febri menjadi sosok penting bagi Persib dalam melakukan serangan. Ketika Persib melakukan serangan Febri menjadi pemain yang pertama menjadi tujuan. Mempunyai kecepatan dan kemampuan dalam melakukan lawan akan cukup merepotkan lini pertahanan Persija

Statistik lima pertandingan terakhir

Melihata statistik lima pertandingan terakhir, kedua kesebelasan dari pekan ke-28 hingga pekan ke-32, bisa dilihat Persija cukup unggul dari Persib. Catatan statistik yang baik ini didukung dengan hasil yang mereka raih, yaitu dengan berhasil menang di tiga dari lima pertandingan, sedangkan Persib hanya mampu menang satu kali dari lima pertandingan terakhir mereka.

Persija hanya kalah persentase tekel sukses dan ini mungkin bisa dimanfaatkan oleh para pemain Persib dalam bertahan.

Persib harus bisa menahan bahkan meraih kemenangan di akhir laga. Walau harus bermain di Stadion Manahan, Persija akan sangat bernafsu untuk meraih kemenangan dan mengakhiri rekor enam pertemuan mereka yang berakhir dengan hasil imbang.

Persija akan turun dengan kekuatan penuh kecuali Novri Setiawan yang sedikit mengalami cedera sedangkan Persib harus kehilangan kapten mereka, Atep.

Prediksi

Melihat penampilan Persija yang sedang menanjak akhir-akhir ini, nampaknya Persija akan bisa mengatasi Persib dengan skor tipis. Lalu melihat catatan statatistik kedua kesebelasan di lima pertandingan terakhir Persija pun terbilang cukup unggul.

Namun Persib bukan sembarang kesebelasan yang mudah untuk dikalahkan. Datang ke Solo menghadapi duel klasik nampaknya akan cukup menambah motivasi mereka untuk menang, apalagi mereka sering berjodoh dengan Kota Solo.

Atmosfer penonton mungkin akan sedikit berkurang karena pertandingan digelar jauh dari wilayah kedua kesebelasan. Namun atmosfer pertandingan diharapkan tidak akan berkurang sedikit pun. Pertandingan yang selalu berjalan keras akan kembali tersaji. Siapa yang bisa memanfaatkan kesalahan dari masing-masing lawan akan bisa memenangkan pertandingan.

Komentar