Pressing Agresif Chelsea Sulitkan Everton

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Pressing Agresif Chelsea Sulitkan Everton

Chelsea berhasil mempertahankan tren positif mereka dalam ajang Liga Primer musim 2017/2018. Menjamu Everton di Stamford Bridge pada Minggu (27/8/2017) malam, The Blues berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Dua gol yang masing-masing dicetak oleh Cesc Fabregas dan Alvaro Morata mengantarkan Chelsea pada kemenangan kedua mereka di ajang Liga Primer musim 2017/2018.

Pada pertandingan kali ini, Chelsea menurunkan susunan pemain yang sedikit berbeda dengan ketika melawan Tottenham Hotspur pada pekan kedua minggu lalu. Kembalinya beberapa pemain dari hukuman akumulasi kartu dan cedera membuat manajer Chelsea, Antonio Conte dapat menurunkan pemain terbaiknya. Di sisi lain, Everton tampil dengan para pemain yang tidak jauh beda dengan yang mereka turunkan kala laga melawan Manchester City pekan lalu.

Susunan starting XI Chelsea dan Everton

Dilihat dari susunan pemain di atas, Chelsea tampak berusaha untuk tampil ofensif dengan menempatkan Pedro dan Willian di belakang Morata. Fabregas dan N`Golo Kante menjadi dinamo di lini tengah Chelsea, mengembalikan David Luiz ke posisi libero. Sedangkan di kubu Everton, Wayne Rooney bersama dengan Gylfi Sigurdsson menyokong Sandro Ramirez sebagai penyerang tunggal. Dengan susunan pemain yang lebih baik ini, Chelsea pun akhirnya dapat mengalahkan Everton.

Tekanan Chelsea yang langsung dilepaskan sejak awal

Berbeda dengan apa yang mereka tunjukkan di laga pekan kedua menghadapi Spurs, pada pertandingan kali ini The Blues langsung tampil agresif. Sejak awal pertandingan, mereka langsung menekan lini pertahanan Everton. Tidak hanya tiga pemain di depan, dua pemain di tengah pun ikut menekan ke depan. Tekanan agresif ini pun ditopang oleh tiga bek mereka yang kerap menerapkan garis pertahanan yang tinggi, bahkan sampai ke daerah pertahanan Everton.

Dengan garis pertahanan yang tinggi ini, Chelsea pun leluasa melancarkan serangan ke lini pertahanan The Toffees. Mereka pun dengan enak menguasai bola, karena tidak ada tekanan balik dari para pemain Everton. Pada pertandingan ini, Chelsea bahkan mencatatkan penguasaan bola sebesar 57%, unggul dari Everton yang hanya 43%. The Blues pun menorehkan peluang lebih banyak, yaitu 18 tembakan berbanding 7 milik The Toffees.

Tekanan dari para pemain Chelsea pun bisa dilihat dari posisi intersep yang dilakukan oleh para pemain Chelsea. Total dari enam intersep yang mereka lakukan, empat di antaranya dilakukan di lini pertahanan Everton. Berkat tekanan agresif ini, tak jarang Chelsea melepaskan serangan yang mengejutkan ke lini pertahanan Everton.

Posisi intersep pemain Chelsea, warna merah. Sumber: Whoscored

Lini tengah Everton yang mandeg

Salah satu efek dari tekanan yang diberikan para pemain Chelsea adalah lini tengah Everton yang menjadi mandeg. Dalam pertandingan kali ini, Everton sebenarnya cukup banyak menguasai bola, dan secara ball possession, mereka tidak kalah jauh dari Chelsea. Namun meski banyak menguasai bola, Everton cukup sulit mendekati gawang Chelsea.

Grafis umpan pemain Everton. Sumber: Squawka

Selain karena ditekan oleh para pemain Chelsea, para pemain lini tengah Everton pun tampak sulit untuk menemukan rute umpan menuju ke para pemain depan. Hal ini menjadikan Wayne Rooney maupun Sandro Ramirez (digantikan oleh Dominic Calvert-Lewin) terisolasi di depan.

Koeman pun bukannya tidak berusaha untuk memberikan tekanan balik kepada pertahanan Chelsea. Ia memasukkan Muhammed Besic serta Aaron Lennon dengan tujuan untuk menambah tekanan ke pertahanan The Blues. Namun, kuat dan terorganisirnya pertahanan Chelsea, selain karena tekanan yang kuat juga dari para pemain Chelsea, membuat lini tengah Everton sulit untuk berkembang.

Kredit buat Alvaro Morata

Penyerang Chelsea asal Spanyol, Alvaro Morata, adalah pemain yang patut diberikan kredit khusus dalam laga kali ini. Terlepas dari satu gol dan satu asis yang ia torehkan, Morata tampil lebih trengginas dan juga penuh determinasi di laga ini. Ia mampu membuka ruang, serta tidak enggan untuk berlari di area pertahanan Everton. Pergerakan liarnya ini menjadi kunci bagi The Blues dalam membongkar pertahanan Everton.

Heatmap Alvaro Morata. Sumber: Whoscored

Pergerakan liar Morata ini, selain membuka ruang dan juga bertujuan untuk membongkar pertahanan Everton, membuat penyerangan Chelsea menjadi lebih hidup. Pergerakan dari Willian dan Pedro, serta pergerakan Fabregas yang kerap muncul dari second line menjadi lebih efektif. Gol Fabregas menunjukkan juga kemampuan Morata sebagai pemantul bola yang baik.

***

Dengan kemenangan ini, Chelsea pun berhasil merangkum enam poin dan mulai mengejar ketertinggalan setelah kekalahan mereka di laga perdana Liga Primer musim 2017/2018 melawan Burnley. Modal kemenangan atas Spurs dan Everton ini adalah modal baik mereka untuk mengarungi Liga Primer musim 2017/2018 yang masih panjang ini.

Sementara itu, Everton harus melakukan pembenahan di dalam skuat mereka, apalagi sekarang cukup banyak para pemain Everton yang mengalami cedera. Ronald Koeman pun harus menemukan strategi khusus, terutama ketika menghadapi tim-tim besar Liga Primer jika mereka memang ingin berusaha menembus posisi empat besar.

foto: @SquawkaNews

Komentar