Akankah Romantisme Persipura dengan Pelatih Amerika Selatan Terjadi Kembali?

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Akankah Romantisme Persipura dengan Pelatih Amerika Selatan Terjadi Kembali?

Setelah Liestiadi memutuskan mundur, Persipura Jayapura segera bergerak untuk mencari pelatih baru. Akhirnya setelah melakoni pertandingan pekan ke-11, Mutiara Hitam mendapatkan sosok pelatih baru pengganti Liestiadi. Ia adalah Wanderley Machado da Silva.

Sampai pekan ke-10, Persipura mencatatkan penampilan yang bisa dibilang naik turun. Total lima kemenangan, sekali seri, dan empat kali kalah menjadi hasil yang didapat oleh tim yang bermarkas di Stadion Mandala, Jayapura ini. Hasil yang naik turun tersebut membuat Persipura kesulitan untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas klasemen.

Efek dari naik turunnya penampilan Persipura ini, manajemen pun akhirnya memutuskan untuk memecat Liestiadi, pelatih yang menukangi skuat Mutiara Hitam per dimulainya ajang Liga 1 2017. Setelah pertandingan melawan Persela, Persipura mengumumkan nama pelatih baru yang akan menukangi mereka dalam ajang Liga 1 2017 ini. Ia adalah Wanderley Machado da Silva, sosok yang pernah jadi pemain dan pelatih di Indonesia.

"Kita sudah dapat pelatih baru, namanya Wanderley Machado da Silva. Dia pelatih asal Brasil, pernah main dan melatih di Indonesia jadi tidak sulit untuk beradaptasi dengan sepakbola Indonesia. Dia juga tidak sulit adaptasi dengan Papua karena pernah di Perseman Manokwari. Saya harap kita semua harus dan wajib memberikan dukungan kepada Wanderley dan tim pelatih untuk dapat bekerja maksimal," ujar Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, dalam rilisnya kepada para wartawan.

Dengan ini, maka Persipura akan kembali ditangani oleh pelatih asing asal Amerika Selatan dalam kancah persepakbolaan Indonesia, setelah pada ajang ISC A 2016 kemarin Angel Alfredo Vera menjadi pelatih asal Amerika Selatan terakhir yang menangani tim Mutiara Hitam dan sukses membawa Persipura juara ISC A 2016.

Akankah Persipura mampu mengulang romantisme gelar juara ketika mereka ditangani oleh pelatih asing asal Amerika Selatan?

Hubungan Persipura dan pelatih Amerika Selatan yang cukup harmonis

Sejak mulai berkompetisi di Liga Indonesia pada musim 1994/1995 (Liga Indonesia I), Persipura memang memiliki hubungan yang kurang apik dengan pelatih lokal. Salah satu pelatih lokal yang mampu menorehkan prestasi di Persipura hanya Rahmad Darmawan. Rahmad berhasil mengantarkan Persipura menjuarai Liga Indonesia XI pada 2005 silam.

Ketika itu, di partai final, Persipura sukses mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 3-2. Selain gelar juara liga, bakat-bakat muda berhasil diorbitkan pula oleh Rahmad, seperti Korinus Fingkrew, Christian Warobai, Ian Louis Kabes, dan Boaz Salossa. Setelah itu, tercatat tak ada lagi pelatih lokal yang mampu mencatatkan prestasi di Persipura. Nama-nama seperti Jafri Sastra, dan terakhir Liestiadi, gagal bertahan lama di Persipura.

Baca Juga: Nostalgia Sebuah Musim yang Serba Nyaris untuk Persija

Persipura juga kerap menggunakan jasa pelatih asing, tapi tak semua berakhir dengan manis. Sosok Raja Isa dan Irfan Bakti Abu Salim dari Malaysia gagal membawa Persipura berprestasi. Ada juga Ivan Kolev dari Bulgaria yang malah tidak sampai satu musim penuh menangani Persipura pada 2007 silam.

Mutiara Hitam mulai menemukan tajinya ketika ditangani oleh pelatih asing asal Amerika Selatan. Jacksen F. Tiago, pelatih asing asal Brasil yang pernah membawa Persebaya juara Liga Indonesia X 2004, adalah pelatih asal Amerika Selatan yang cukup sukses bersama Persipura. Tercatat tiga gelar Liga Super Indonesia (plus tiga kali menjadi runner-up) berhasil didaratkan oleh Jacksen. Catatan apik pelatih asing asal Amerika Selatan pun semakin baik setelah Angel Alfredo Vera berhasil mengantarkan Persipura meraih gelar ISC A 2016.

Namun, tidak semua pelatih asing asal Amerika Selatan sukses. Ada nama Osvaldo Lessa dan Toni Netto yang bisa dibilang kurang menuai sukses bersama Persipura. Netto gagal saat menangani Persipura di musim Liga Indonesia XII 2006 silam. Lessa gagal membawa Persipura berprestasi dalam ajang-ajang turnamen yang dihelat per 2015 sampai 2016.

Setidaknya, catatan gemilang Jacksen dan Vera membuat catatan pelatih asal Amerika Selatan menjadi sedikit lebih apik di Jayapura. Dalam format liga kompetisi penuh, saat Persipura ditangani oleh pelatih asal Amerika Selatan, maka Persipura minimal akan menjadi runner-up.

Apakah Wanderley akan mengulang prestasi tersebut?

Pengalaman Wanderley yang Akan Membantunya Menangani Persipura

Seperti yang diungkapkan oleh Benhur Tomi Mano, Wanderley pernah berkarier di Indonesia sebagai pemain dan pelatih. Ini adalah modal penting baginya untuk menjadi pelatih Persipura Jayapura.

Wanderley tercatat pernah membela Persid Jember (2003-2005) dan Persibo Bojonegoro (2006) sebagai pemain. Sebagai pelatih, ia pernah menangani PSMS U21 (2008), Pro Duta FC (2009-2010), Persibo Bojonegoro (2011-2012), dan Perseman Manokwari (2014-2015). Keakrabannya yang cukup baik dengan sepakbola Indonesia ini, walau memang namanya tidak terlalu dikenal publik, adalah bekal yang baik baginya sebelum menduduki kursi pelatih Persipura yang cukup panas.

Nilai plus lain dari Wanderley adalah ia berasal dari Amerika Selatan, sama dengan Jacksen dan Vera. Wanderley berasal dari Brasil, dan juga pernah main untuk Santos dan Flamengo. Ia juga pernah menangani Chiang Rai, klub asal Thailand serta Kuala Lumpur FC, klub asal Malaysia.

Gaya kepelatihan a la Brasil, dipadukan dengan pengalamannya melatih di Indonesia serta pengalamannya melatih klub di luar Liga Indonesia seharusnya bisa memberikan corak baru dalam permainan Persipura. Apalagi gaya main Brasil yang bebas dan kadang tak terpatok pada skema tertentu dinilai sesuai untuk permainan Persipura Jayapura, seperti yang diterapkan Jacksen kala ia melatih.

***

Pekerjaan berat pun sekarang menanti Wanderley. Ia harus bisa membuat Persipura meraih gelar juara di akhir musim. Persipura sendiri sekarang masih berada di peringkat keempat klasemen sementara Liga 1 2017. Peluang mereka untuk menjadi juara di akhir musim masih terbuka, karena selisih poin dengan tim di peringkat satu sampai tiga pun tidak kelewat jauh.

Namun Wanderley pun tidak akan bekerja sendiri. Dukungan yang baik dari pemain, ofisial, dan suporter Persipura mutlak diperlukan agar Wanderley dapat meracik sebuah tim juara. Seperti yang diungkapkan Benhur Tomi Mano, bahwa hasil baik akan datang seiring dengan dukungan yang baik pula dari semua pihak.

"Kita semua inginkan hasil baik, oleh karenanya kita juga harus memberikan dukungan yang baik pula. Masyarakat, Persipura Mania, ofisial, serta seluruh pemain saya harap mendukung tim pelatih. Mari kita dukung dan berdo`a agar tim ini kembali ke jalur yang kita inginkan," ujar Benhur.

Sinergi di dalam tim memang diperlukan. Tapi perihal kemampuan melatih, Wanderley harus menunjukkan sendiri kepada seluruh elemen Persipura Jayapura, membuktikan bahwa romantisme Persipura dan pelatih asing asal Amerika Selatan akan terus berlanjut.

Komentar