Hertha Berlin dan Usaha Mereka Bertahan di Bundesliga

Analisis

by Sandy Firdaus

Sandy Firdaus

Penulis merangkap pewarta. Yang kita tahu sebenarnya adalah kita tidak tahu apa-apa (Noel Gallagher)

Hertha Berlin dan Usaha Mereka Bertahan di Bundesliga

Apa yang dicapai oleh Hertha Berlin sekarang ini, mungkin adalah sesuatu yang tidak terbayangkan oleh mereka pada kisaran empat sampai lima tahun silam. Pada masa-masa tersebut, yang ada pada benak seluruh elemen dalam tubuh Hertha adalah bagaimana caranya lolos ke Bundesliga.

Dalam pertandingan lanjutan Bundesliga musim 2016/2017 spieltag ke-21, Hertha Berlin mampu menahan imbang Bayern München dengan skor 1-1. Hasil tersebut membuat Hertha tetap mampu menjaga persaingan dengan para pesaingnya di papan atas Bundesliga demi sebuah tiket ke zona Liga Champions, atau minimal zona Liga Europa musim depan. Saat ini Hertha masih duduk di peringkat enam Bundesliga.

Capaian dari Hertha Berlin ini, jika melihat beberapa waktu ke belakang, sebenarnya adalah hal yang bisa dibilang di luar dugaan sejak mereka kembali naik ke Bundesliga pada musim 2013/2014. Bertahan di Bundesliga sejak musim 2013/2014 sampai sekarang, musim 2016/2017 saja mungkin tak terbayangkan di benak para pendukung Hertha. Sebuah hal yang patut disyukuri, sekaligus dijadikan pijakan untuk ke depan, karena mempertahankan akan lebih sulit daripada meraih.

Pujian Khusus untuk Pal Dardai

Semenjak ditinggal oleh pelatih andalan mereka, Lucien Favre, Hertha benar-benar kelimpungan. Perjalanan mereka banyak dihabiskan dengan naik-turun ke Bundesliga 2. Beberapa pelatih tidak mampu mempertahankan Hertha untuk tetap berada di Bundesliga. Lalu muncullah sosok Pal Dardai yang melatih Hertha sejak 2015. Ia seolah menjadi sosok penyelamat bagi Hertha.

Sejak berada di tangannya, Hertha selalu konsisten berada di Bundesliga. Tidak pernah lagi mereka mencecap naik-turun bak roller-coaster seperti yang mereka alami beberapa tahun ke belakang. Pelatih yang juga pernah menangani timnas Hungaria dan tim youth Hertha ini berhasil membawa Hertha, minimal, tetap bertahan di Bundesliga.

Tapi, bukan berarti Dardai tidak memiliki catatan negatif. Setelah sukses menyelamatkan Hertha dari jurang degradasi pada musim 2014/2015, itu pun hampir-hampir saja Hertha terdegradasi, ia hanya sukses mengantarkan Hertha duduk di peringkat tujuh. Sekilas itu adalah hal yang wajar, tapi jika melihat posisi Hertha yang pada Hinrunde (paruh pertama) berada di papan atas, tiba-tiba turun ke peringkat tujuh menandakan ada inkonsistensi di tubuh Die Alte Dame.

Hal yang sama pun dikhawatirkan kembali terjadi pada musi, 2016/2017 ini. Walau meraih prestasi yang tak terduga dengan duduk di peringkat keenam Bundesliga sejauh ini, jika Dardai dan anak asuhnya tidak waspada, bukan tidak mungkin mereka akan kembali terjerembab. Apalagi pada Hinrunde 2016/2017, mereka kerap kesulitan bertemu dengan tim-tim yang selevel dengan mereka seperti Bayer Leverkusen, TSG 1899 Hoffenheim, dan Eintracht Frankfurt.

Selain itu, statistik menyerang dari Hertha pun cukup memprihatinkan. Bundesliga Fanatic mencatat bahwa Hertha menduduki peringkat ketujuh dalam soal mencetak gol. Di sisi lain, mereka justru menduduki peringkat keenam dalam hal kebobolan gol. Di rating Whoscored, mereka berada di peringkat ke-11 di antara kesebelasan Bundesliga lain.

Hal ini tentu menjadi pertanda tersendiri, bagi Pal Dardai, selain juga untuk para pemain Hertha.

Lalu, Apakah Hertha Akan Sanggup Bertahan?

Mempertahankan memang lebih sulit daripada meraih. Tapi, bukan berarti hal itu tidak bisa dilakukan. Die Alte Dame memiliki bekal untuk melakukan itu semua. Selain sosok Pal Dardai, ada beberapa sosok pemain lain yang bisa belajar dari kejadian 2015/2016.

Beberapa pemain yang masih bertahan dari musim 2015/2016, seperti Mitchell Weiser, Vedad Ibisevic, Vladimir Darida, Genki Haraguchi, maupun John Anthony Brooks tentu punya cara dan kiat tersendiri hasil dari pengalaman yang mereka dapatkan pada musim 2015/2016 untuk mengatasi kejadian yang sama. Penampilan pemain yang masih bertahan pun meningkat dari musim lalu, termasuk Ibisevic dan Weiser yang sudah mulai memberikan kontribusi lebih untuk tim.

Selain Ibisevic dan Weiser, ada nama Rune Jarstein yang mulai meningkat penampilannya, bahkan tampil gemilang dalam laga melawan Bayern. Marvin Plattenhardt pun sudah mulai menemukan kenyamanannya dalam mengeksekusi tendangan bebas. Dipadukan dengan rekrutan anyar seperti Ondrej Duda yang bisa menjadi faktor X bagi Hertha kala Hertha menemui jalan buntu, Hertha tampaknya akan lebih konsisten untuk musim ini.

***

Penampilan naik-turun adalah hal yang cukup sulit terhindarkan dari kompetisi berformat liga. Menjadi sebuah tim yang konsisten adalah sebuah ujian tersendiri, dan sekarang Hertha sedang berada di tempat tersebut.

Hertha boleh saja berpuas diri dengan catatan tak pernah terdegradasi sejak 2013/2014. Namun, bukankah lebih menyenangkan jika bisa menjejakkan kaki di tempat yang lebih tinggi, Liga Champions misal?

foto: @Lively_Mohyo

Komentar