Indonesia Bermain Lebih Baik Setelah Kebobolan

Analisis

by Dex Glenniza

Dex Glenniza

Your personal football analyst. Contributor of Pandit Football Indonesia, manager of Box2Box Media Network, podcaster of Footballieur, creative writer of Tirto.ID, MSc sport science, BSc architecture, licensed football coach... Who cares anyway! @dexglenniza

Indonesia Bermain Lebih Baik Setelah Kebobolan

Stadion Rizal Memorial di Kota Manila, Filipina, menjadi tempat digelarnya pertandingan ketiga Piala AFF 2016 antara Singapura dan Indonesia. Stadion itu pernah memberikan kenangan manis untuk Indonesia pada SEA Games 1991 di mana Indonesia berhasil mendapatkan medali emas.

Singapura dinilai memiliki keuntungan bermain di sana karena stadion ini memakai rumput sintetis. Beberapa stadion di Singapura sama-sama menggunakan rumput sintetis dan timnas Singapura sendiri sudah terbiasa dengan kondisi lapangan sintetis seperti itu.

Status Indonesia pada pertandingan ini adalah sebagai "kesebelasan tandang", maka dari itu Indonesia akan memakai seragam dengan baju, celana, dan kaos kaki berwarna putih. Sementara Singapura akan memakai seragam dengan baju, celana, dan kaos kaki berwarna merah.

Setelah matchday kedua Piala AFF 2016, Singapura yang dilatih oleh Varadaraju Sundramoorthy adalah satu-satunya kesebelasan yang belum berhasil mencetak gol. Tapi mereka juga menjadi kesebelasan yang paling sedikit kebobolan bersama Vietnam (di grup B). Singapura dan Vietnam sama-sama baru satu kali kebobolan sampai sebelum dimulainya matchday ketiga.

Singapura yang baru kebobolan satu gol berbanding terbalik dengan Indonesia yang sudah kebobolan enam gol. Banyak yang mengatakan jika Singapura melakukan permainan defensif dengan parkir bus.

Pada saat melawan Filipina, wajar jika mereka melakukannya karena mereka harus bermain dengan 10 pemain. Ketika melawan Thailand juga mereka bermain parkir bus karena menilai tingkat permainan Thailand yang berada jauh di atas mereka.

Beberapa hal ternyata berubah ketika melawan Indonesia malam ini. Sebelum pertandingan, permainan Indonesia diperkirakan akan mampu merepotkan Singapura jika mereka kembali bermain parkir bus. Indonesia senantiasa memainkan pressing dan ini merepotkan Singapura.

Tapi hal menarik juga terjadi karena Singapura mencoba menyerang bukan hanya dengan mengandalkan serangan balik.

Jika saja Indonesia bisa memancing Singapura untuk naik ke depan, Indonesia berpotensi mengejutkan pertahanan Singapura karena jajaran bek mereka, terutama Daniel Bennett, akan kerepotan jika menghadapi kecepatan lawan. Mungkin karena alasan ini juga Singapura lebih banyak bertahan dengan dalam.

Namun sayangnya Singapura tetap pada pendirian taktik mereka, yaitu bermain dengan garis pertahanan rendah dan mengandalkan counter attack.

Susunan pemain Indonesia untuk malam ini, dengan memakai formasi 4-2-3-1 adalah: Kurnia Meiga (penjaga gawang); Benny Wahyudi, Yanto Basna, Fachrudin Aryanto, Abduh Lestaluhu; Bayu Pradana, Stefano Lilipaly; Andik Vermansyah, Evan Dimas, Rizky Pora; Boaz Solossa (kapten).

Kemudian di pertandingan lainnya, tuan rumah Filipina memainkan susunan pemain terkuat mereka, sementara Thailand... ternyata benar, memainkan susunan pemain cadangan mereka. Ada nama mantan penjaga gawang Persib Bandung di situ, Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool yang menjabat sebagai kapten.

Singapura bertahan, Indonesia menaikkan intensitas serangan

Pada pertandingan Indonesia melawan Thailand sebelumnya, miskomunikasi antara pemain bertahan kerap terjadi sehingga membuat adanya beberapa ruang di kotak penalti dan area sepertiga lapangan akhir yang dapat dimanfaatkan oleh para pemain Thailand.

Kemudian ketika melawan Filipina, permainan pressing Indonesia memancing pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu di luar kotak penalti. Hal ini mengakibatkan Filipina mampu memanfaatkan set piece untuk menjebol gawang Indonesia selain juga karena para pemain Indonesia lemah terhadap bola-bola mati.

Permasalahan ini terlihat belum terselesaikan oleh pelatih Alfred Riedl, terutama pada duet Yanto Basna dan Fachrudin Aryanto yang masih terlihat belum padu, serta para pemain di sayap kanan (Benny Wahyudi dan Andik Vermansyah) dan sayap kiri (Abduh Lestaluhu dan Rizky Pora) yang masih belum bisa membagi peran bertahan dan menyerang.

Situasi set piece kemudian celah di sayap dan di pertahanan ini akhirnya mampu dimanfaatkan oleh Singapura pada gol pertama mereka yang berawal dari lemparan ke dalam di daerah berbahaya. Khairul Amri berhasil mencetak gol indah dengan saltonya akibat dari kesalahan Yanto Basna yang tidak melakukan penjagaan.

Singapura kelihatan terus memainkan sepakbola bertahan dengan parkir bus, terutama setelah unggul.

Sebelum Singapura unggul, padahal Indonesia terlihat bermain pressing dan mengincar gol pertama. Namun Singapura cukup baik dalam bertahan sejauh ini di Piala AFF 2016. Indonesia butuh sesuatu yang spesial untuk mencetak gol ke gawang Hassan Sunny.

Beberapa cara yang dilakukan Indonesia adalah dengan tembakan jarak jauh. Ada cara lainnya juga seperti pemanfaatan set piece di mana Indonesia mendapatkan banyak peluang emas yang berawal dari tendangan bebas.

Celah yang terlihat dari pertahanan Singapura ada pada wilayah sayap mereka. Dari dua shot on target yang berhasil Indonesia catatkan di babak pertama, keduanya berasal dari tendangan bebas. Kedua tendangan bebas itu tidak bisa ditepis dengan sempurna oleh Sunny sehingga menghasilkan bola muntahan, barisan pertahanan Singapura juga terlihat tidak sigap. Tapi sayang Indonesia tidak mampu memanfaatkan bola muntahan tersebut.

Indonesia akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Andik Vermansyah. Berawal dari umpan silang Rizky Pora dari daerah kiri penyerangan Indonesia, Andik melakukan tembakan first time.

Riedl yang kemudian memasukkan Zulham Zamrun menggantikan Pora, mengeser posisi bermain Andik menjadi ke sisi kiri. Bermainnya Zulham ini banyak membantu serangan Indonesia yang akhirnya bisa mencetak gol kedua. Umpan lambung dari Boaz Solossa di sisi kiri pertahanan Singapura berhasil dimanfaatkan oleh Stefano Lilipaly.

Singapura menaikkan intensitas permainan mereka setelah kebobolan. Sementara Indonesia terlihat banyak membuang waktu untuk mempertahankan keunggulan.

Indonesia lolos sebagai runner-up grup A

Wasit akhirnya meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan dan Indonesia berhasil melakukan comeback dengan menang atas Singapura dengan skor 2-1. Di pertandingan lain, Filipina yang tertinggal satu gol dari Thailand membuat Indonesia dipastikan lolos ke semi-final sebagai runner-up grup A.

Thailand lolos ke semi-final sebagai juara grup. Indonesia lolos sebagai runner-up. Indonesia akan bermain melawan juara grup B, yang kemungkinan besar adalah Vietnam, di semi-final leg pertama.

Di pertandingan grup B besok (26/11/2016), Vietnam yang menduduki peringkat pertama dengan enam poin akan menghadapi Kamboja (0 poin). Sementara Myanmar akan menghadapi Malaysia, di mana keduanya memiliki tiga poin.

Semi-final leg pertama akan dilangsungkan pada Sabtu, 3 Desember 2016, kemungkinan besar akan dimainkan di Solo atau Bandung.

Komentar